Freddy Setiawan’s Journey

Kegundahan Hati Sang Pemberontak Kontroversial Yang Mencari Jati Diri Di Atas Kebenaran

Archive for the ‘Sebuah Perjalanan’ Category

Hanya sebuah perjalanan mencari jati diri yang berlika-liku dan tidak berujung

Dear My Love

Posted by freddysetiawan on September 30, 2009

Dear my love, wanita yang telah aku pilih untuk menjadi istriku 5 tahun lagi.

Sayangku, aku mau pergi, hanya sesaat, gak akan lama bila kita mau saling menanti dan menunggu.
Jika panjang umur dan kita tetap akan sama seperti hari ini, aku pasti akan kembali, aku tidak akan pernah pergi selangkah pun.
Kita hanya berusaha, tapi tetap Tuhan yang menentukan, namun alangkah indah jika proses perjuangan dilalui bersama apapun hasilnya nanti.

Sertakan aku selalu dalam mimpi dan doamu.
Jangan nakal, jaga diri baik-baik.
Sampai jumpa lagi.

With Love
Freddy Setiawan Zaidan

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: | 1 Comment »

Senangnya Hatiku

Posted by freddysetiawan on September 16, 2009

Senangnya hatiku…
Hatiku senang…

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , | Leave a Comment »

6 Langkah Ajukan Kenaikan Gaji

Posted by freddysetiawan on September 14, 2009

Setelah sekian lama bekerja dan merasa telah berkontribusi maksimal dan berjasa pada perusahaan, Anda pasti memiliki keinginan untuk meminta kenaikan gaji. Jika Anda memang merasa patut menerima kenaikan gaji, tak perlu takut mengajukannya.

Namun sebelum mengajukan permohonan kenaikan gaji, Anda wajib melakukan evaluasi atas kinerja yang telah Anda lakukan selama ini untuk perusahaan. Yakinkan diri apakah Anda benar-benar berhak mengajukan kenaikan gaji. Jangan hanya dilandasi tujuan material semata karena iri melihat teman sejawat memiliki gaji yang lebih tinggi daripada Anda. Bila kinerja Anda buruk tapi Anda tetap mengajukan permohonan kenaikan gaji, Anda justru akan dinilai sebagai orang yang tidak realistis. Intinya, lakukan kewajiban Anda kepada perusahaan (bekerja maksimal), baru Anda bisa menuntut hak Anda (salah satunya kenaikan gaji).

Saat yang tepat untuk meminta kenaikan gaji adalah pada saat perusahaan dalam keadaan baik dan performa kerja Anda juga sangat memuaskan. Misalnya, Anda baru saaj menyelesaikan proyek dengan sukses, mendatangkan keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan. Selain itu, Anda dapat mengajukan kenaikan gaji saat Anda mendapatkan tambahan beban kerja yang signifikan dan berkelanjutan. Untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji, Anda harus memiliki kinerja yang maksimal dan membuktikan kesetiaan Anda pada perusahaan.

Langkah meminta kenaikan gaji
Berikut adalah tips dari Novie Espiritu, konsultan senior dari AAJ Executive Search, soal prosedur yang sopan untuk meminta kenaikan gaji:

Read the rest of this entry »

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , | 1 Comment »

Aku Seorang Penulis

Posted by freddysetiawan on August 29, 2009

Tulisan ini hanya akan di publish dalam waktu 10 jam, karena tulisan ini akan dimasukkan ke dalam buku kumpulan cerpen milikku. Selamat menikmati….

————————————————–

Aku suka menulis. Aku ingin menjadi seorang penulis.
Melalui tulisan, aku menuangkan segala kegelisahan dan kegundahan hatiku.
Menulis telah menjadi hobiku sejak pertama kali aku bisa menulis dan membaca, saking cintanya pada menulis, aku suka mencoret-coret dinding kamar rumahku.

Seiring dengan waktu, aku selalu menyempatkan diri menulis sesuatu setiap hari, biarpun sedikit, entah menulis ulang sebuah kisah menarik seseorang, menuliskan kegundahan hatiku, menuliskan cerita yang tiba-tiba muncul dalam imajinasiku ataupun menuliskan sebuah dongeng yang terinspirasi dari hal-hal yang aku lihat dari sekitarku.

Dari dulu, banyak teman-teman, guru bahkan orang-orang yang bertanya,
“Fred, apa cita-cita kamu?”
“Penulis”
Penulis. Ya aku ingin menjadi penulis, karena melalui tulisan aku menuangkan segala kegelisahan dan kegundahan hatiku. Tapi semua orang seolah ragu dengan pekerjaan penulis, masa depan tidak cerah, itu alasannya. Tapi aku bersikukuh untuk tetap menjadi seorang penulis. Karena aku suka menulis.

***

Aku suka menulis. Aku ingin menjadi seorang penulis.
Melalui tulisan, aku menuangkan segala kegelisahan dan kegundahan hatiku.
Semua tulisan-tulisanku aku tuliskan di sebuah buku, tanpa kecuali, hanya di sebuah buku tulis biasa, buku yang aku beli dari hasil uang yang aku sisihkan dari uang jajanku yang seadanya.

Hari berganti hari, tulisan demi tulisan aku tuliskan ke dalam buku itu. Entah sudah berapa kali aku mengganti buku karena buku-buku sebelumnya telah penuh.  Tapi buku-buku sebelumnya masih tersimpan dengan baik.
“Mungkin suatu saat ini bisa dinilai sebagai sebuah karya besar”
Itulah yang selalu aku impikan dan aku harapkan, meskipun aku sadar itu hanya mimpi.

Sering pula aku meminta teman-temanku untuk membaca tulisan-tulisanku dan meminta mereka untuk memberikan sedikit komentar terhadap tulisanku, berharap mendapat ungkapan rasa puas, kritik yang bisa membuat aku dapat menulis lebih baik lagi esok dan saran-saran yang dapat menjadikan tulisan-tulisanku menjadi lebih hidup serta bermakna.

***

Aku suka menulis. Aku ingin menjadi seorang penulis.
Melalui tulisan, aku menuangkan segala kegelisahan dan kegundahan hatiku.
Menulis kelihatannya hanyalah sebuah hal mudah, menulis sesuatu di atas secarik kertas kemudian tinggal mencorat-coret dengan kata-kata yang terpikirkan. Tapi sebenarnya menulis tidak hanya sekedar menuangkan pikiran, tidak hanya mencetuskan gagasan, tidak hanya menyampaikan perasaan, sedikit poles sana, poles sini. Menulis itu seperti sebuah kehidupan, membentuk serangkaian cerita yang saling berjalinan, berkaitan dan bertautan, bukan sebuah kumpulan teori dan sekedar konsep.

Sebagai orang yang bercita-cita untuk menjadi penulis, aku memiliki kesabaran dan waktu sebanyak yang aku perlukan. Mulai dari mencari ide dan inspirasi. Menulis dan memilih dengan kata-kata yang paling sesuai dengan kegundahan hati, dan memastikan semuanya tampak indah dan sempurna, tak peduli berapa lama jadinya, ya meskipun tidak ada di dunia ini yang sempurna, tapi sebuah perasaan puas di hati apabila semua tampak sesuai dengan harapan. Akhirnya aku menyelesaikan tulisan yang coba aku bagi dan membaca berulang-ulang kali untuk mengagumi hasil karyaku.

***

Aku suka menulis. Aku ingin menjadi seorang penulis.
Melalui tulisan, aku menuangkan segala kegelisahan dan kegundahan hatiku.
Pernah suatu ketika aku menuliskan sesuatu, tapi entah kenapa, aku begitu tidak percaya diri dengan tulisanku. Selama ini, hampir semua tulisan-tulisanku cukup memuaskanku meskipun tidak bagus-bagus amat. Tapi tulisan yang satu ini sangat tidak sesuai harapanku. Ia terlihat jelek sekali. Seolah dengan cuma satu tulisan itu, merusak keseluruhan tulisan-tulisan di bukuku.

Aku mencoba membaca berulang-ulang, berharap mungkin aku bisa berubah pikiran dan menganggap itu sebagai tulisan yang bagus. Tapi, semakin aku baca, yang ada hanyalah perasaan semakin kecewa. Ingin rasanya merobek buku itu, membakarnya sekalian atau paling tidak merobek lembaran yang aku anggap mengecewakan. Aku merasa telah membuat sebuah tulisan yang sangat jelek dan gagal, perasaanku begitu gundah gulana. Tapi salah seorang sahabatku dengan bijak berkata, “Biarkan saja tulisan itu seperti itu dan perhatikan apa yang akan terjadi.”

Ketika aku meminta teman-temanku untuk membaca tulisan-tulisanku, aku selalu berusaha menghindarkan mereka untuk membaca tulisan itu. Aku tak suka jika ada orang yang membacanya. Aku tak sanggup mendengar komentar bahwa tulisan itu begitu jelek. Lalu suatu ketika, kira-kira satu bulan setelah itu, aku lupa untuk menghindarkan mereka untuk membaca tulisan itu, dan ia pun membacanya.
“Ini tulisan yang bagus” komentarnya dengan santai.
“Lho” aku merespon dengan terkejut, “kamu gak bawa kacamata ya? Kamu cuma mau menghibur aku atau mau nyindir aku? Tidakkah kamu lihat tulisan ini sangat jelek?”

Apa yang diucapkannya selanjutnya telah mengubah keseluruhan pandanganku terhadap tulisan itu, berkenaan dengan diriku sendiri dan banyak aspek lainnya dalam kehidupan. Ia berkata, “ya, aku bisa melihat dan menyadari kalau ini adalah sebuah tulisan yang jelek, namun aku juga bisa melihat banyak tulisan-tulisan bagus yang kamu buat dan kamu tulis di buku ini”

Aku tertegun. Untuk pertama kalinya dalam waktu satu bulan, aku mampu melihat dengan lebih baik tulisan-tulisanku yang lain selain tulisan jelek itu. Di halaman depan, di halaman tengah, di halaman sebelumnya dan di halaman sesudah dari halaman tulisan jelek itu adalah tulisan-tulisan yang bagus, bukan tulisan yang sempurna, tapi tulisan yang indah dan menarik. Selama ini mataku hanya terpusat pada tulisan jelek yang pernah aku buat, aku terbutakan oleh hal-hal lainnya. Itulah sebabnya aku tak tahan melihat tulisan itu, atau tak ingin orang lain membacanya. Itulah sebabnya aku pernah ingin merobeknya.

Sekarang aku dapat melihat dengan lebih baik tulisan-tulisan yang bagus, tulisan jelek itu pun tidak tampak terlalu jelek lagi. Buku itu pun menjadi sebuah buku yang semakin indah, penuh warna dan ragam. Sekarang, aku sudah lupa persisnya dimana tulisan jelek itu, entah dibuku yang mana, di halaman berapa. Aku benar-benar tak dapat melihat kejelekan itu lagi.

***

Aku suka menulis. Aku ingin menjadi seorang penulis.
Melalui tulisan, aku menuangkan segala kegelisahan dan kegundahan hatiku.
Meskipun akhirnya bukan ini yang aku pilih untuk menjadi jalan hidupku, menulis hanya menjadi hobi dan  kegiatan di waktu senggang. Tapi melalui tulisanlah aku menyampaikan kegundahan hatiku pada dunia.

Kita sering melihat, berapa banyak orang berhubungan dan menjalin kasih yang berakhir karena yang mereka lihat dari pasangannya hanyalah sebuah “tulisan jelek”. Berapa banyak orang yang menjadi depresi, putus asa, kecewa, karena yang dilihat dalam dirinya hanyalah sebuah “tulisan jelek”. Pada kenyataannya, ada banyak, jauh lebih banyak “tulisan-tulisan yang bagus” dalam diri kita. Malahan, setiap kali melihatnya, kita hanya terfokus pada kesalahan yang kita buat. Semua yang kita lihat hanya pada kesalahan, dan kita mengira yang ada hanyalah kekeliruan semata.

Kita semua memiliki “tulisan jelek” dalam diri kita, namun “tulisan bagus” didalam diri kita lebih banyak daripada “tulisan jelek” . Begitu kita menyadarinya, melihatnya dan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, semuanya tidak akan tampak begitu buruk lagi. Bukan hanya kita bisa berdamai dengan diri sendiri, termasuk dengan kesalahan-kesalahan kita.

Freddy Setiawan
29 Agustus 2009

Posted in Sebuah Perjalanan | 2 Comments »

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Posted by freddysetiawan on August 22, 2009

Freddy Setiawan Mengucapkan:

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Semoga puasa dan amal ibadah Aku, Kamu, Dia, Kami, Kalian, Kita, Mereka dan Semua Umat Islam diterima dan dirihai oleh Allah SWT

Posted in Hanya Sebatas Coretan, Sebuah Perjalanan | Tagged: , , | 3 Comments »

Coretan Menyambut Ramadhan

Posted by freddysetiawan on August 20, 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Suci Ramadhan, Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan.

Saling memaafkan yang satu dengan yang lain

Orang tua, Saudara, Mantan Pacar atau juga Mantan orang yang pernah dekat sekali tapi bukan pacar (HeHeHe), Teman atau sahabat

mungkin dulu pernah sampai rasanya ingin atau mungkin ingin atau juga ingin atau perang atau yang jadi ingin

mungkin juga bercanda atau yang tidak berkenan di hati

Mohon dimaafkan Lahir dan Batin

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Semoga Allah SWT tetap memberikan bimbingan, petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita semua serta senantiasa memberikan kesehatan, rezeki, kelapangan, dan kekhusyukan pada kita untuk menjalani Ibadah Puasa di bulan Ramadhan yang penuh rahmat berkah dan magfirah.

Semoga semua amal ibadah kita diterima Allah SWT.

Posted in Hanya Sebatas Coretan, Sebuah Perjalanan | Tagged: | Leave a Comment »

Memperbaiki Kualitas Diri

Posted by freddysetiawan on August 19, 2009

Berinvestasilah dalam diri kita terlebih dahulu, sebelum kita berinvestasi memakai dana Anda. (Robert T. Kiyosaki)

——————————————–

Embun pagi masih bergelayut di dedaunan taman hijau depan rumahku, kabut dingin masih menyelimuti angkasa dan menambah segarnya udara pagi ini, tak terasa sang mentari mulai menampakkan dirinya dan sinarnya mulai menyentuh hangat kulitku, terpaku aku menatap sebuah kalender di dinding ruangan yang mengingatkan ku bahwa beberapa hari lagi adalah 1 Ramadhan. Bulan suci yang penuh keberkahan dan kebaikan yang selalu amat kurindukan.

Ya Allah Ya Tuhanku… tak terasa air mataku mulai menetes. Terima kasih Ya Allah, Engkau masih memberikanku Waktu. Terima kasih Ya Allah, Engkau masih memberikanku Nikmat. Terima kasih Ya Allah, Engkau masih memberikanku Kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa tahun ini bersama keluarga dan sahabatku terkasih.

Akupun tertunduk merenung, apakah aku sekarang sudah lebih baik dari tahun kemarin? apakah aku sekarang sudah lebih bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan dari tahun kemarin? bahkan Engkau pun sudah sering mengingatkanku : “Nikmat Tuhanmu mana lagi kah yang akan engkau dustakan ?

Read the rest of this entry »

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Makna Olahraga 17 Agustusan

Posted by freddysetiawan on August 17, 2009

Hari ini 17 Agustus, jika tahun lalu aku menulis makna proklamasi, hari ini aku mencoba mengangkat makna olahraga 17 agustusan, tulisan ini sedikit lebih umum daripada rahasia dibalik perlombaan 17 agustus.

Pada setiap kali perayaan HUT RI dipergelarkan, seluruh anggota masyarakat negeri ini mengekspresikan kegembiraannya dalam aneka bentuk dan cara, seperti menggelar panggung hiburan dengan aneka macam bentuk atraksi seni. Namun yang paling mencolok bahkan sudah mentradisi, yakni melakukan kegiatan olahraga macam sepak bola, futsal, voli, bulu tangkis, tenis meja, biliar, lomba lari, balap karung, panjat pinang dan tarik tambang. Mengapa olahraga selalu menjadi salah satu bentuk kegiatan yang diprioritaskan pada perayaan HUT RI? Tentu banyak jawaban yang diberikan. Namun yang paling utama, disamping memiliki nilai hiburan, karena olahraga juga memiliki nilai, kebersamaan, gotong royong, persaudaraan dan persahabatan yang kental.

Aktifitas olahraga yang dipertandingkan, bukan hanya untuk mencapai kemenangan dan mengingkatkan prestise pribadi atau kelompok, tetapi lebih memupukkan rasa kebersamaan dan persaudaraan. Dengan demikian, kegiatan olahraga pada acara tujuhbelasan dapat dikatakan sebagai arena sosial yang membawa pesan persahabatan yang bermuara pada pesan perdamaian, bahkan rekonsiliasi.

Read the rest of this entry »

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , | Leave a Comment »

Simpati Love Series

Posted by freddysetiawan on August 10, 2009

simPATI Love series #1

simPATI Love series #2

simPATI Love series #3

simPATI Love series #4

simPATI Love series #5

Lihat Juga:
Lirik Ajari Aku
Lirik Kuingin Kau Tahu

Posted in Cinta Adalah Misteri, Sebuah Perjalanan | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Berani Gak Di Toilet Ini?

Posted by freddysetiawan on August 6, 2009

Berani gak kalo anda masuk ke toilet umum ini?

hmm… kalo dari luar memang tampak biasa saja, layaknya sebuah cermin

tapi kalau dari dalamnya seperti ini, apa kita berani?

hehe…

kalo saya, tidak berani, mending cari toilet lain aja deh

Posted in Hanya Sebatas Coretan, Sebuah Perjalanan | Tagged: , | 1 Comment »