Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Selamat Tinggal Sariawan

Posted by freddysetiawan on March 2, 2008

Perfect… Mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan penderitaan yang aku alami 2 minggu ke belakang ini, apalagi ketika harus makan, gosok gigi dll. Kenikmatan ketika menyantap makanan harus terkorbankan, ohh… betapa menderitanya.. null . Itulah efek dari sariawan sialan yang luar biasa dan tidak sembuh-sembuh.

Aneh memang, belum pernah rasanya aku mengalami sariawan se-bejat ini, biasanya dalam tempo 2 sampai 3 hari sariawan akan hilang dengan sendirinya, paling-paling sambil makan jeruk bayi atau suplemen seperti redoxon, xon-ce, dll. Tapi kali ini sungguh benar-benar diluar dugaan. Bisa mencapai 2 minggu dan cukup menyiksa. Belum lagi aku harus meneteskan obat sariwan yang juga merupakan obat untuk keputihan (Oh My God) dan coba bayangkan betapa sakitnya ketika ia harus diteteskan di atas sang sariawan. Huhuhu null

Alhamdulillah semuanya sudah berakhir. Selamat Tinggal Sariawan. Tapi itu tetap menjadi kenangan yang buruk dalam menderita sariawan.

Sedikit membahas tentang sariawan. Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.

Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.

Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin itu memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi jika kita sering mengonsumsi buah dan sayuran.

Sariawan umumnya ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar yang terkadang menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan, dan bila sudah parah dapat menyebabkan demam. Gangguan sariawan dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang masih berusia 6-24 bulan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis (seperti emosi dan stress) juga merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Kondisi lainnya yang diduga memicu sariawan yaitu kekurangan vitamin B, vitamin C serta zat besi, luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur; luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang, alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas); gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi); menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stress yang berkepanjangan); dan adanya infeksi oleh mikroorganisme.

Sariawan dapat diredakan dengan menggunakan beberapa jenis obat, baik dalam bentuk salep (yang mengandung? antibiotika dan penghilang rasa sakit), obat tetes, maupun obat kumur. Saat ini, sudah banyak tersedia pasta gigi yang dapat mengurangi terjadinya sariawan. Jika sariawan sudah terlanjur parah, dapat digunakan antibiotika dan obat penurun panas (bila disertai dengan demam). Sariawan umumnya akan sembuh dalam waktu 4 hari. Namun, bila sariawan tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter, karena hal itu dapat menjadi gejala awal adanya kanker mulut.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan, antara lain yaitu menghindari kondisi stres, sering mengonsumsi buah dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C, dan zat besi, menjaga kesehatan atau kebersihan gigi dan mulut, serta menghindari makanan dan obat-obatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut.

Entahlah… Apa mungkin karena stress yang aku alami dalam beberapa waktu terakhir ini? Apa mungkin karena aku terlalu banyak pikiran dan terlalu banyak berpikir dengan segala kesibukan dan aktitifasku ini?

Yang masih aku ingat, hari itu, semua bermula dari siang hari pada jam kuliah yang benar-benar membosankan dan membuat mata benar-benar terasa mengantuk, hingga ada seorang sahabat yang membagikan permen kopi. entah ada badai apa, lidah ini salah bergerak tidak sinkron dengan gigi. Sehingga tergigitlah dan menderitalah. Kok kayaknya biasa aja ya? Yach.. tapi begitulah gambaran singkatnya. Beberapa hari kemudian, jadilah sariawan, dan yang membuat lebih parah beberapa hari kemudian muncullah sariawan di sebelah mulut yang berlawanan. Sungguh malapetaka tak terduga.

Cukup bersabar dengan sariawan tersebut selama 5 hari, karena tidak kunjung ada perubahan, aku memutuskan untuk pergi ke apotek dan meminta obat yang paling manjur. Sang apoteker tanpa ragu memberikan obat Albothyl, tidak ada yang aneh pada obat itu, tapi entah kenapa di kertas cara pemakaian, obat ini juga dipakai untuk keputihan bagi kaum hawa, yach… sama-sama memperbaiki jaringan yang rusak. Setelah googling, akhirnya aku yakin bahwa ini memang obat yang aku cari. Dan benar saja, begitu diteteskan ke permukaan bibir membuat aku menjerit-jerit karena tetesannya begitu menyakitkan di atas sariawan itu, perihnya. Ada rasa panas, perih, dan bibir serasa menebal. Begitu dilihat di kaca setelah diolesi, luka sariawan yang awalnya berwarna kuning keputihan berubah menjadi putih kering seperti cek tembok mengering.

Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Syukurlah null, sekarang sudah sembuh. Moga-moga kalau lain kali sariawan tidaklah selama ini. Selamat tinggal sariawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: