Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Melenyapkan Puing-puing ke-soktahu-an

Posted by freddysetiawan on March 4, 2008

Sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas, tiba-tiba HP yang mulai terlihat usang ini berbunyi. Sebuah pesan singkat masuk. Lagi-lagi orang sok tahu, beberapa hari ini aku memang disibukkan olehnya, orang sok tahu, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Ia dengan gagahnya mencampuri urusan orang lain dengan dalih demi kepentingan bersama dan demi ditegakkannya keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oh ya? null

Menghadapi orang seperti ini memang gak bakalan ada matinya, aku mencoba menapaki ilmu-ilmu yang pernah aku dalami dalam perjalanan kehidupan yang panjang maupun ilmu-ilmu yang secara lahiriah telah mengalir di dalam diriku, yang dengan gagah aku sebutkan “kesempurnaan dalam kelicikan” karena memang ide-ide brilian untuk berbuat jahil itu tidak ada matinya. Kesenangan dan kepuasan tiada akhir. Begitu pula kepada jenis manusia yang satu ini, manusia sok tahu.

Manusia sok tahu adalah manusia yang merasa dirinya tahu banyak hal, salah satu kata-kata favorit yang sering digunakan adalah “Gue tahu banget loe” tahu apa? SAMPAH.

Aku hanya tersenyum mendapat sms itu. Tak sabar untuk membereskan perkara yang tidak bakal ada habisnya ini. Karena manusia sok tahu tidak akan pernah berhenti sebelum ia merasa benar-benar yakin ia memang tahu. Dan cara paling jitu yang harus dilakukan ialah membuat ia semakin merasa sok tahu.

Malamnya, kesempatan terbaik untuk membereskan perkara yang menyangkut masa depan umat manusia ini. Usai makan malam, aku bertemu di sebuah tempat yang cukup tepat untuk sejenak berdiskusi dan tak terasa akhirnya aku bicara panjang lebar dengannya hingga waktu kian larut. Aku benar-benar berhasil memusnahkan perkara ini dan melenyapkan puing-puing kesoktahuan dengan membuat ia merasa semakin banyak tahu yang tak lain adalah sampah-sampah yang akan membuat ia menyesal ketika ia tahu semuanya. Dan untungnya aku berhasil memusnahkannya dengan otak tanpa harus menggunakan kekerasan yang dapat menyebabkan pertumpahan darah .

Cukup lama aku beradu argumen, mencoba menjelaskan permasalahan dan akhirnya mencoba mengakhiri perbuatan sia-sia ini. Puas dengan debat yang merupakan olahraga lidah, aku mengeluarkan jurus jitu yang telah kusiapkan sedari dulu (kayak lagi Tompi aja). Aku memberi makanan ke mulutnya yang sok tahu dan membuat ia semakin yakin bahwa ia memang sok tahu sehingga ia terdiam dan merasa tahu banyak yang padahal hanya sampah-sampah yang menyesakkan mulutnya yang kotor dan sok tahu.

Tak dapat kubayangkan. Bagaimana kelak bila manusia sok tahu itu bakal semakin berbicara banyak dan ketika yang ia keluarkan dari mulutnya hanya sampah-sampah hasil kejahilanku atas ke-soktahu-annya itu. Apakah ia akan tersadar? Aku hanya berharap. Karena dalam lubuk hatiku yang terdalam aku benar-benar ingin melenyapkan kesoktahuan dalam diri manusia itu.

Dalam sebuah artikel yang dikirim kepadaku melalui sebuah milis beberapa waktu lalu, aku membaca macam-macam jenis manusia sok tahu.

Orang tahu, yang tahu bahwa dirinya tahu. Atau orang pintar dan menyadari akan kepintarannya. Sehingga ilmu yang dimilikinya akan dimanfaatkan di jalan yang benar, bukan ngakalin dan menipu orang lain. Bahkan ilmunya, kepintarannya ditularkan kepada orang lain dengan gratis. Karena berbagi ilmu gak bakalan ngabisin ilmu itu sendiri, biasanya karakter orang kayak gini tuh baik hati dan tidak sombong.

Orang tahu, tapi tidak tahu bahwa dirinya tahu. Orang tipe ini dekat dengan kehidupan kita. Orang yang tahu kalo perbuatan jelek itu gak baik, tapi ia masih melakukannya. Tahu gak shalat itu dosa, maksiat itu hina, korupsi itu nista. Tapi kadang atau bahkan sering melakukannya, apa karena gak tahu akibat perbuatan itu? Bukan ! Semua bisa terjadi karena kita lupa atau pura-pura lupa bahwa kita sebenarnya tahu semua itu.

Orang tidak tahu, tapi tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Ini nich tipe orang yang sok tahu dan paling menyebalkan. Udah jelas-jelas dia tuh bodoh, gak ngerti… tapi lagaknya kaya orang pinter! sok tahu!. Orang bodoh tapi gak tahu kalo dia bodoh . Omongannya selalu tinggi, gaya bak ilmuwan, tuan atau nyonya serba tahu, tapi dalamnya kosong… plong ! nothing!. Sungguh kasihan, karena orang tipe ini gak menyadari tentang kekurangannya, dan biasanya susah diingatkan. diingatkan pun mereka tidak mau tahu, seolah dirinya selalu benar dengan kesoktahuannya. Ini dia manusia yang aku maksud dari tadi.

Orang tidak tahu, tapi tahu bahwa dirinya tidak tahu. Kesadaran yang beginian yang bisa merubah orang bodoh jadi pintar. Orang bodoh yang tahu diri, sehingga terpacu keinginannya untuk selalu dan selalu belajar terus, biar bisa jadi orang pintar yang tahu diri.

2 Responses to “Melenyapkan Puing-puing ke-soktahu-an”

  1. […] terasa mau meledak ketika mendengar ocehannya . Membuat telinga meleleh mendengar setiap bualan dan kesoktahuannya. Yach.. Satu jenis manusia yang gaya percakapannya seolah begitu membanggakan diri. Kadang terkesan […]

  2. […] masalah,itu cuma hal gak penting,gak ngaruh apa-apa,gak usah ceritain ke dia“ teringat atas peristiwa yang lalu, Najis bener anak sok tahu ini, sekarang = gak penting, ntar kalau besok ada sesuatu, gw bakal jadi […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: