Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Menguak Makna Penyesalan

Posted by freddysetiawan on March 8, 2008

Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat sedang duduk lesu di kantin seorang diri, ia tampak tidak bersemangat dan banyak pikiran, aku pun menyapanya. null

Kenapa sob? Kok lesu amat? Kalo ada masalah cerita aja! kali aja ada yang bisa dibantu

Oh…” ia tampak tersadar dari lamunannya yang benar-benar serius nullGak.. gak kenapa-kenapa kok

Kalau gak kenapa-kenapa kok malah bengong gini?

Sebenarnya cuma lagi sedikit kecewa aja, gak kecewa juga sich, cuma menyesal dikit….

Ia pun sedikit banyak bercerita tentang kegundahan hatinya. Yah, yang pasti ia sedang menyesal dengan sebuah keputusan atau pilihan yang diambilnya.

Mungkin kita juga sering mengalami hal serupa, kita menyesal dengan apa yang kita lakukan, namanya juga penyesalan, pasti datangnya terlambat, kalau gak terlambat, bukan penyesalan namanya. Kita jadi ingin kembali ke masa lalu dan ingin memperbaiki keadaan tersebut, membatalkan apa yang tidak seharusnya kita lakukan dan menjadikan kejadian itu lebih baik….

Larut dalam angan-angan masa lalu, mengkhayalkan seandainya itu terulang lagi, dan selalu bersedih dengan kejadian yang menyesakkan dada hanyalah pekerjaan orang bodoh dan gila. Jika dibiarkan, hal itu akan memadamkan bara motivasi dan membabat habis harapan masa depan.

Orang yang cerdas justru akan melipat rapat kenangan masa lalu, tidak akan dilihat lagi. Ditutup dalam memori yang harus dilupakan, tidak akan dibuka lagi untuk selamanya. Kenangan pahit itu bagaikan seorang penjahat yang akan diikat dengan tali rantai yang kuat dalam ruang penjara, tidak akan pernah dikeluarkan lagi selamanya. Sang penjahat akan ditutup rapat sehingga tidak lagi dapat melihat kebebasan yang ada di luar. Sebab, kenangan telah berlalu dan usai. Tidak ada kesedihan itu telah berlalu dan usai. Tidak ada kesedihan dapat mengembalikan masa lalu. Tidak ada kesusahan dapat memperbaiki masa lalu.

Tidak ada duka yang dapat menyembuhkannya lagi. Tidak ada kemarahan yang dapat menghidupkan lagi karena ia telah sirna. Janganlah kita hidup dalam himpitan masa lalu! Janganlah kita hidup di bawah payung kenangan masa lalu! Selamatkan diri kita dari bayang-bayang masa lalu!

Dengan khayalan masa lalu, hanyut dalam kesedihan dan penyesalan, membakar diri kita dengan api kenangan, dan melemparkan diri kita dalam cercaan masa lampau hanya akan membuat hidup kita hina, berlumur kesedihan, mengerikan, menakutkan, dan mencekam, tidak ada lagi harapan.

Cukup jadikan masa lalu sebagai bahan pembelajaran dan baru loncatan sehingga kita dapat berbuat lebih baik di masa depan. jadikan setiap kegagalan sebagai cambuk untuk meraih kemenangan esok.

Membaca lembaran baru dapat membuyarkan harapan masa depan, mengoyak semangat yang mulai berkobar, dan memporak-porandakan kesempatan yang menjemput di depan mata.

Semua telah usai dan biarkan berlalu. Tidak ada gunanya kita memeriksa nestapa jaman. Tidak ada gunanya kita memutar balik cerita lama.

Orang yang selalu mengulangi masa lalu bagaikan menggiling tepung, kemudian dia sendiri yang hancur.
Bagaikan menggergaji kayu, namun dia sendiri yang terpotong.
Dulu, mereka berkata kepada orang yang menangisi masa lalu, “Orang yang mati tidak akan kembali lagi dari kuburnya“.

Kelemahan kita hanyalah karena kita tidak berani menghadapi masa lalu. Kita hanyut menyesali bangunan rumah kita yang runtuh dimakan waktu. Seandainya saja manusia dan jin berkumpul bekerjasama untuk mengembalikan masa lalu, pastilah mereka tidak akan mampu karena itu sungguh tidak mungkin, mustahil bisa.

Manusia seharusnya tidak lagi melihat ke belakang kalau hanya untuk sebuah penyesalan. Janganlah menoleh ke belakang karena anginnya selalu berhembus, air selalu mengalir, kafilah juga berjalan terus ke depan, janganlah kau ingkari garis hidup ini.

Jangan menyesal dengan apa yang sudah kita perbuat, jadikan itu pelajaran dan teruslah berkarya membuat sesuatu yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: