Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Ibarat Rasa Moka

Posted by freddysetiawan on March 11, 2008

Beberapa waktu yang lalu, ketika aku masih dilema dengan sebuah tujuan dan bingung untuk memilih arena pertempuran, seorang sahabat bertanya
Fred, kenapa sich loe gak mencoba melupakan tempat itu secara penuh dan fokus untuk mecari peruntungan di tempat lain? bukankah masih banyak tempat-tempat yang gak kalah menarik dan seru. Malahan tantangan yang bakal di dapat juga gak bakalan kalah seru. Daripada keadaan begini, malahan konsentrasi yang terbelah-belah

Aku setuju dengan apa yang diungkapkannya, terkadang kita harus melupakan sesuatu dan mencari peruntungan di tempat lain, siapa tahu di tempat lain kita akan meraih kenikmatan dan keberhasilan yang lebih baik. Tapi terkadang itu telalu sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Sebuah proses yang membutuhkan waktu yang panjang dan pelik. Sementara kita sendiri tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita. Yang pasti Aku sendiri tidak yakin dapat terbebas dari kondisi dan tempat itu. Semua terasa benar-benar berat dan membingungkan.

Ibarat rasa moka, kalau kita udah suka sama rasa itu, kita gak mungkin bisa ngelupain nikmatnya rasa itu.

Pertarunganku Dengan Angkuhnya Senja (By: Efendi Jack)

Malam kian menyayat hati dengan jerit sang jangkrik
Rinai hujan yang menyirami rumput-rumput hijau
Laksana tetesan butir-butir yang mengandung kerinduan
Genggamanku masih berisi sebiji puisi
Yang bercerita tentang cintaku padamu

Kau warnai bintang-bintang dilangit
Memberi ilham tentang tulusnya cintamu
Biarkan aku menjaga perasaan kasihmu padaku

Aku berdiri menantang senja yang angkuh
Senja yang menyembunyikan cerah senyummu
Merebutnya dari jemari senja yang bernoda
Agar indahnya senyummu bisa aku lumat kembali

Aku tak akan lelah dan menyerah
Karena rasa itu sudah terlanjur melekat

Takkan pernah ada pengganti

Ketika detik-detik hanya terlunta
Untuk berputar menjadi menit dalam waktu terlupa
Saat dimana arti hati musnah
Terajut waktu menjadi cerita itu tanpa gelisah

Sudah banyak kutenangkan diri
Mencoba mencari makna di balik semua ini
Sebuah jalan yang dulu terikat pasti
Yang hilang tatkala mencoba berlari

Gurun hati terlihat rasa berkelana
Bertemu semak duri bisa juga berbunga.
Mengingat kita tertawa bersama
Kini asa memujamu di hati ini.

Teroleskan lukaku dengan hangat cintamu
Bertitah rasa menggelora cinta
Memberi segala rasa yang tersimpan membahana
Hanyalah dirimu yang mampu membuatku jatuh dan mencinta

Pelangi memberi warna dalam nurani
Dan kaulah seorang dewi untuk hati yang terus memuji
Karena Kau bukan sekedar indah
Kau tak akan terganti dalam diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: