Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Ketika Harus Melewati Bualan Belaka

Posted by freddysetiawan on March 13, 2008

Dalam perjalanan kehidupan null yang panjang ini, pastinya kita bertemu dengan banyak orang dengan jenis, ciri, sifat dan watak yang sangat beragam. Hampir semuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, ada yang pembohong dan ada segala jenis sifat yang tidak akan habis jika aku sebutkan. Sebuah karya yang Maha Luar Biasa dari Sang Pencipta.

Ada satu yang benar-benar tidak tertahankan beberapa hari terakhir ini. Membuat aku mulai merasa pusing mendengarkannya. Membuat kepala terasa mau meledak ketika mendengar ocehannya null. Membuat telinga meleleh mendengar setiap bualan dan kesoktahuannya. Yach.. Satu jenis manusia yang gaya percakapannya seolah begitu membanggakan diri. Kadang terkesan pamer, kadang terkesan membual, atau bahkan terkesan sombong dan mengecilkan lawan bicara. Kita pun secara tak sadar mungkin sering melakukannya. Tak perlu kaget dan heran. Hadapilah dengan bijak. Inilah hidup. null

Kita memang sering tak tahan mendengar seseorang beromong besar tentang dirinya. Tentang keberhasilannya. Tentang karya-karyanya. Ini alamiah oleh karena sebagai manusia kita merasa seolah dikecilkan dihadapan orang tersebut. Tetapi apakah dia bermaksud mengecilkan anda ? Mungkin juga tidak. Jangan langsung berprasangka buruk. Hanya begitu bersemangat dan berapi-api membanggakan dirinya null. Tanpa bermaksud mengecilkan anda.

Jujur saja, aku tak pernah merasa dikecilkan jika seseorang bercerita tentang karyanya, tentang keberhasilannya, juga tentang kemampuan dirinya. Biarlah dia menikmati kebanggaannya, asalkan tak menyombongkan diri, tetap rendah hati dan tidak mengecilkan lawan bicaranya. Malah sebuah hal yang luar biasa untuk menceritakan kemampuannya, keberhasilannya dan prestasi-prestasinya. Mungkin itu bisa memotivasi dan menginspirasikan kita untuk berbuat lebih banyak.

Seorang professional justru harus mampu melihat kemampuan dirinya, keberhasilannya dan keterbatasannya. Harus berani mempromosikan diri. Ya memang kita selalu diajurkan untuk rendah hati, tetapi tak boleh rendah diri. Aku selalu menikmati melihat anak kecil dengan bersemangat bercerita tentang karyanya, tentang prestasinya, tentang ambisinya, tentang cita citanya. Sebuah jiwa yang membuat ia ingin berbuat banyak dan merasa optimis ia mampu melakukan hal-hal yang besar.

Namun…

Kali ini berbeda, bukan hanya suatu bualan belaka, tapi juga sebuah fiktif belaka. Hanya sampah-sampah kotor yang dimuntahkan dari mulutnya. Benar-benar bualan 100 %. Sehingga benar-benar dibutuhkan iman yang kuat dan kesabaran ekstra untuk melewati godaan yang satu ini. Ia merasa hebat dan telah melakukan hal-hal besar, padahal ia hanya tidur dan bermalas-malasan dalam imajinasi palsu. Ia menggapai dan mengambil jerih payah orang lain dan me-maten-kan hak-hak yang tidak pantas didapat. Bahkan melupakan sayap yang membawanya menyebrangi samudera.

Pesan saya. Jangan kaget. Jangan heran. Dunia memang penuh warna. Jangan takut berbangga. Jangan takut bercerita tentang diri dan prestasi anda. Yang penting jangan menyombongkan diri dan jangan mengecilkan orang lain. Jangan lupa diri. Tahu batasan. Saya ini juga cuma si petualang yang tidak tahu kebenaran.null PEACE.

One Response to “Ketika Harus Melewati Bualan Belaka”

  1. nita said

    setuju buat paragraf terakhir:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: