Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Menggeledah Secuil Tentang Sanjungan

Posted by freddysetiawan on March 26, 2008

Ada sebuah cerita menarik yang aku dapatkan dari dosen filsafatku ketika ia hendak mengakhiri kelas. Seperti biasanya dosen yang murah senyum itu selalu memberikan cerita tertentu tanpa memberikan makna dan bahan pelajaran dari kisah tersebut, argumennya cerita itu sebagai bahan renungan bagi mahasiswa, sehingga membuat kita berusaha untuk berpikir dan memahami kehidupan dunia yang luas namun sempit ini.

Sebuah cerita tentang sanjungan, menyanjung adalah seni memberi tahu seseorang dengan tepat apa yang orang itu pikirkan tentang dirinya sendiri. Sebagai tanggapan terhadap kondisi sosial, sanjungan membantu orang untuk bertindak aman. Tetapi, hal ini harus digunakan dengan bijak. Meskipun mengabaikan keburukan orang lain yang mencolok dan mengecilkan kesalahan dan kegagalannya merupakan bentuk sanjungan, melakukan dengan halus amatlah penting untuk berhasil dalam memberi sanjungan.

Alkisah setelah dinyatakan lulus seleksi ujian calon pejabat ahli, seorang pria muda ditunjuk menjabat sebagai salah satu staf ahli di suatu bidang dan ditetapkan tinggal di ibukota. Dia pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mantan atasannya.
Bekerja di ibukota seperti itu tidaklah mudah. Kamu harus lebih rajin dan berhati-hati
Baiklah. Terima kasih atas nasehat dan dukungan bapak” kata anak muda ini. “Saya juga telah menyiapkan seratus ungkapan semanis madu di benak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan atasan saya di sana, saya akan menggunakannya dengan sebaik mungkin. Dia pasti akan senang
Bagaimana kamu dapat melakukan hal ini?” Tanya mantan atasannya tidak senang. “Kita adalah pria sejati. Kita mempunyai prinsip. Kita tidak seharusnya menggunakan sanjungan
Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung” jawabnya putus asa. “Hanya beberapa orang pria yang benar-benar sejati seperti anda yang tidak menyukai sanjungan
Mungkin kamu benar” Ia mengangguk sambil tersenyum bangga pada dirinya sendiri

Dalam perjalanannya menuju ibukota, pria muda ini menceritakan kepada temannya.
Saya sudah menggunakan satu dari persediaanku. Sekarang saya memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan yang tersisa

Terkadang, tidak ada yang lebih penting daripada diberitahu bahwa anda membenci sanjungan. Setiap orang menyukai penghargaan yang tulus dan mendapat pujian, tapi bukan sanjungan. Tetapi sanjungan, seperti kesopanan, sekalipun sudah dilakukan, tidak akan menyakiti sebesar seperti keterusterangan dan sikap kasar. Sanjungan akan sangat efektif bila si penyanjung percaya akan kebohongan dan yang disanjung tidak menyadari hal itu sebagai sanjungan.

One Response to “Menggeledah Secuil Tentang Sanjungan”

  1. nongkrong said

    ya..setiap orang emang senang disanjung…

    apalagi cewek
    hwakakakakkakakkkaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: