Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah Kesalahan Masa Lalu

Posted by freddysetiawan on March 27, 2008

Tiba-tiba aku jadi teringat sesuatu, sebuah kisah kesalahan tentang masa lalu , entahlah… apakah itu sebuah kesalahan ataupun hal yang biasa-biasa saja dilakukan, tapi aku dan sahabat-sahabatku menganggap itu adalah sebuah kesalahan, dan aku mencatat dalam kisah klasik ini sebagai kesalahan ketika pikiran dan jiwa sedang tidak jernih .

Sesuatu kesalahan yang kulakukan, tapi bukan noda dan bukan suatu kejahatan, hanya sebuah ketidaktepatan kondisi dan situasi, hanya sebuah ketidakpasan otak yang terlalu dipenuhi masalah dan rintangan, dikala gerimis sedang menghampiri , tatkala langit sedang tak berpihak kepadaku dan ketika aku sedang dalam masa-masa yang tepuruk menempuh kehidupan yang sulit ini…. Hanya itu yang boleh ku katakan.

Aku memang sedikit enggan untuk terus menyambung kisah, apalagi kalau mengingat hal itu terjadi karena memang kepalaku sedang tidak kondusif dalam berpikir, begitupula dengan hari ini , so aku hanya berusaha untuk dapat mengerem melakukan hal-hal bodoh dan mencoba untuk menjadi lebih baik.

Alam dan waktu akan tetap berputar, walau tiada apa dapat aku ceritakan di sini, tetapi benak ku tetap ku ingin untuk terus ada disini. Mungkin tidak ada yang sadar, melihat dan belum ada yang mengerti benar. Tapi aku hanya ingin sedikit menulis, meski kadang itu hanya satu bait . Sebuah kesalahan masa lalu, ketika pikiran sedang rapuh

Jeki (sebutlah itu namanya agar ia tetap seperti apa adanya) masuk ke toko obat dan membeli sebiji ko***m. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya. Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya, tambah Jeki sambil menyeringai. Ko***m pun berpindah tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. Saya minta satu lagi, katanya. Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur. Ko***m kedua pun berpindah tangan.

Jeki kembali masuk dan minta tambahan satu ko***m lagi. Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati….

Dengan berbekal tiga ko***m tersebut, Jeki datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Jeki, adik dan ibunya sudah menunggu. Jeki pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Jeki langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu. Jeki makin khusuk berdoa. Dua menit. Jeki terus komat-kamit cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, Saya baru tahu kamu ternyata sangat religius.

Sambil terus menunduk, Jeki menjawab dengan suara hampir menangis: Saya juga baru tahu ayah kamu punya toko obat…

Bodoh………………….

3 Responses to “Sebuah Kesalahan Masa Lalu”

  1. NN said

    Beeeeeeeeeeeeeeen9ak….
    parah b9t tu Org ya….
    haL boDoh y9 dia Lakukan…

  2. yah, memang bodoh…
    karena memang itulah sebuah kesalahan masa lalu

  3. nongkrong said

    huakakakkakakakak
    bangai….
    gimana ya muka bapaknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: