Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

MOSA Kebakaran (???)

Posted by freddysetiawan on April 1, 2008

Judul yang aneh “Mosa kebakaran(???), seperti halnya perbuatan anehku kepada beberapa orang. Emang dasar jahil .

Kejadian itu kira-kira tepat 1 tahun yang lalu. 1 April 2007. April Mop tahun lalu tentunya. Tapi kalau boleh jujur, sebenarnya aku tidak tertarik dengan April Mop, apalagi dalam sejarah hari yang dikenal dengan April Fool Day itu merupakan hari peringatan peristiwa pembantaian Umat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 dengan menggunakan cara penipuan. Terkutuklah pelakunya.

Namun hari itu, ketika tiba di tempat tinggal tercinta (waktu itu masih di Pondok Pinky), aku benar-benar boring nan bosan karena tidak ada sesuatu pekerjaan yang dapat aku lakukan. Padahal sepanjang pagi, siang dan sorenya aku telah disibukkan dengan seabrek aktifitas yang lumayan melelahkan. Sehingga pikiran pendekku yang sesat nan jahil pun memilih untuk menargetkan beberapa orang untuk dijadikan sampel keisengan “April Mop” terkutuk tersebut.

3 orang… ya hanya 3 orang yang menjadi sasaranku waktu itu. 3 Orang dengan lokasi yang berbeda, dengan koneksi (baca:seseorang spesial) di MOSA yang berbeda, dengan sifat dan keliaran yang berbeda pula. Bahkan ketiga-tiganya menghasilkan respon yang berbeda pula.

Aku hanya mengirim pesan singkat yang menyatakan hal yang dimaksudkan (mosa kebakaran (???)), dengan kata-kata gantung dan lepas. Meski berbohong itu salah dan dosa, tapi aku hanya ingin menguji jenis pikiran ketiga manusia tersebut. Kalo ini mach cuma alasan aja supaya merasa gak bersalah. Hahaha .

Bandingkan ke-3 orang tersebutL:

Orang Pertama, seorang laki-laki yang saat itu berada di Banda Aceh, dan baru saja bertemu dengan anak-anak MOSA juga. Tentu saja kejahilanku langsung diketahuinya. Dia pun tidak merespon. Paling-paling cuma menggerutu dalam hati Freddy…Freddy… Jahilnya gak hilang-hilang, kapan sich taubatnya?

Orang kedua, juga seorang laki-laki yang saat itu sedang berada di perantauan. Ia ternyata sudah cukup mampu membaca kejahilanku. Ia hanya membalas, “tau dari mana?“, supaya terasa terlihat gantung, aku tidak membalasnya. Namun sekali lagi. Ternyata kejahilanku kembali langsung diketahuinya. Dia pun tidak merespon. Paling-paling cuma menggerutu dalam hati Freddy…Freddy… Jahilnya gak hilang-hilang, kapan sich taubatnya?

Orang ketiga, seorang wanita yang saat ini berada di perantauan di lokasi yang berbeda pula. Ia juga hanya membalas, “tau dari mana?“, sekali lagi supaya terasa terlihat gantung, aku tidak membalasnya. Namun kali ini ternyata kejahilanku masuk ke sasaran. Nyonya cerewet satu ini langsung bereaksi, sibuk sendiri seperti halnya dihari-hari biasanya yang menyebalkan. Ia mencoba menghubungi kesana kemari hingga akhirnya memastikan bahwa MOSA TIDAK KEBAKARAN.

Setelah itu, ia menelponku sambil memarahiku dengan cerewetnya. Freddy.. Apa maksud bilang-bilang mosa kebakar? bla…bla…” Sambil menjelek-jelekkan aku yang polos ini ke orang-orang . Padahal gak mau terima aja aku jahili, terima donk kekalahan. hehe. Dasar !

He..he.. Tapi aku minta maaf ya udah ngejahilin pada april tahun lalu. Haha . Peace….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: