Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sakit atau Malas?

Posted by freddysetiawan on April 7, 2008

Hari ini ada ujian, Jaringan Komputer.
Meski ujian sudah diumumkan 2 minggu yang lalu, tadi malam aku baru memulai langkah menulis note, sebuah catatan tentang jarkom yang dibatasi dengan tulisan tangan dan hanya selembar kertas A4. Begitu banyak catatan yang harus ditulis dan bahan yang diujiankan, meski secara harfiah hanya 2 bab. null

Tadi malam aku masih merasa yakin dan optimis dapat menyelesaikan note tersebut, meski raga, jiwa bahkan otakku benar-benar tidak ingin untuk bekerja. Aku paksakan dan terus aku menulis dan menulis….
Jujur, saat itu aku memang sedang banyak pikiran, konsentrasiku sedang kacau, jiwaku seolah melayang diantara dua dunia, belum lagi berbagai aktifitas melelahkan yang kulakukan sepanjang hari kemarin, padahal aku tidak makan sepanjang hari. Puncaknya kepalaku mulai berdenyut dan pusing… Saraf-saraf yang terhubung dalam otakku seolah berteriak “Aku gak kuat…” null

Aku pun mengalah, tapi bukan kalah. Aku coba tidur sejenak, siapa tahu ketika bangun beberapa saat kemudian pikiran dan ragaku akan lebih fit.
Sob, 2 menit lagi bangunin ya…! Oh jangan. 20 menit lagi aja deh!… Oh jangan. waktu loe mau tidur aja deh banguninnya!” pintaku pada seorang sahabat dengan ragu-ragu sambil memprediksikan waktu yang tepat kapan otakku akan stabil.

Sekitar jam 2 pagi. Aku terbangun, tapi ia belum tidur, dengan rajinnya ia masih menulis note dengan tulisannya yang super kecil dan dengan triknya yang “konon katanya” luar biasa.
Ck…ck… Rajinnya” Aku terkagum-kagum melihatnya, bukan karena notenya, tapi karena kemampuannya bergadang, sebuah keajaiban dunia baginya yang biasa tidur cepat dan tidak pernah tidur diatas jam 10 malam.

Aku pun kembali kepada noteku, mencoba menuliskan huruf demi huruf agar terangkai menjadi kata dan membentuk suatu kalimat yang dapat membantuku menjawab soal-soal ujian jarkom. Tapi aku benar-benar tidak kuat, kepalaku berdenyut lebih kencang dari sebelumnya, seolah ada ribuan makhluk gaib yang memukul-mukul kepalaku. Ragaku pun tidak kuasa membantu keinginanku untuk menyelesaikan note tersebut.
Udahlah fred… tidur aja lagi, ntar abis shubuh loe sambung catatannya
Hmm…. Gw gak yakin dalam waktu sesingkat itu dapat menyelesaikan note, masih banyak banget sob
Ya udah, ntar pagi gak usah masuk probter

Tiba-tiba pikiranku berpikiran lain,
Gimana kalau ikut ujian susulan aja? daripada ngerjain soal lagi pusing gini, yang ada malah nilainya hancur-hancuran
Boleh juga tu, fred. Tapi biasanya soal ujian susulan lebih susah
Biarlah lebih susah daripada gak bisa jawab sama sekali gini, udah pusing, nge-blank lagi…
Tapi biasanya kalo loe sakit, loe gak beruntung fred

***
Yah… Perkataan itu mengingatkan aku pada kejadian semester lalu.
Suatu hari ketika aku yang bar-bar tapi kurus ini tiba-tiba tidak selera makan, setelah memaksakan diri makan, aku pun mengeluarkannya kembali (muntah), badan pun terasa lemas, suhu tubuh naik, akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter dan ia pun menyarankan untuk beristirahat beberapa hari.
Bayangkan, setiap hari aku ke kampus, sangat jarang ada hal yang istimewa yang terjadi. Dan hanya 2 hari aku tidak datang, aku melewatkan ujian Struktur Data dan Algoritma, tidak ada ujian susulan untuk ujian bab yang lumayan mudah tersebut dan aku pun melewatkan seleksi tim impianku, yang perjuanganku yang berat menempuh hujan deras bercampur badai, sekali lagi tidak ada toleransi untuk ketidakhadiran dalam tes wawancara. Malangnya. null Sungguh tidak beruntungnya aku. Freddy “Unlucky Lazyboy” Setiawan.
***

Pagi ini…
Aku mulai merasa lebih baik daripada tadi malam dan dini hari tadi. Meski aku masih merasa tidak fit. Aku kembali dilema oleh 2 pilihan. Ikut ujian sekarang atau ikut ujian susulan.

Kalau ikut ujian sekarang
+ Soal lebih mudah dibandingkan ujian susulan
+ Beban akan cepat berkurang, gak ribet nyusun jadwal ujian susulan
– Note belum selesai, mesti buru-buru nulis
– Kondisi masih pancaroba

Kalau ikut ujian susulan
+ Masih ada waktu untuk belajar dan nulis note (macam rajin kali kau belajar : logat batak)
+ Bisa pinjam note orang lain (maklum malas nulis note)
– Soal lebih susah, beban masih panjang dan ribet ujian susulan
– Biasanya freddy sering tidak beruntung

Akhirnya aku pun memutuskan untuk tidak ikut ujian saja. Namun kembali pertanyaan muncul “SAKIT ATAU MALAS ?

Jujur saja, aku memang malas, malas mengerjakan note yang masih sangat banyak dalam waktu yang hanya 2 jam. Lebih baik dapat soal yang lebih susah daripada nge-blank begini, lebih baik dilarang melihat note daripada memakai note yang tidak ada isi, yang ada malah nilaiku lebih hancur. Tapi aku memang masih merasa tidak fit. Kucoba sarapan meski nafsu makan tidak ada, namun akhirnya kukeluarkan kembali. Aku pun merasa lapar sekali, sudah lebih dari 24jam perutku kosong, belum lagi kepalaku yang masih terus berdenyut. Nyut..Nyut..
Aku minum obat, tidur dan berharap dapat bangun dalam keadaan dan kondisi yang lebih baik. Dan berharap, ketidakhadiranku hari ini tidak tak beruntung…

3 Responses to “Sakit atau Malas?”

  1. RomansYAh said

    KAsihan sekali nasib Mu Nak!!!

  2. NN said

    mudah2an itu pelajaran yang paling berharga bagimu sohib…
    lain kali kalo mau belajar makan dulu ya…
    hehehe

  3. yah…hidup adalah perjuangan, nasib tidak bisa ditebak, tapi harus kita jalani. Dan setiap kejadian pasti ada hikmahnya, setidaknya jadi bahan pelajaran agar hal tersebut tidak terulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: