Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah Kepingan Kesalahan

Posted by freddysetiawan on April 15, 2008

Tiba-tiba aku teringat sesuatu, sebuah kejadian lama ketika aku menjadi orang tidak baik, beruntunglah aku segera tersadar, bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, dimana aku mencoba peruntungan tanpa memikirkan ideologi kehidupanku yang setia, dimana aku melupakan prinsip-prinsip hidupku yang tidak menyakiti hati wanita, sehingga aku melakukan kebebesan berekspresi dengan melupakan pagar pembatas yang telah aku tandatangani dengan diriku sendiri. Sebuah Kepingan Kesalahan. Sebuah kekhilafan kepada seorang wanita, yang tak pernah berhenti mencari.

Fred, loe gantung-gantung hubungan orang bisa? Kasih harapan buat anak orang, gitu? Ngaca dikit fred gimana sifat loe itu. Gue udah tau gimana sifat loe itu

Tapi, walau aku merasa khilaf, jujur, aku masih merasa tidak bersalah, aku tidak pernah merasa menggantung-gantung hubungan dengannya, entahlah jika dia merasa aku memberinya sebuah harapan dan impian, yang ternyata hanya fiktif belaka. Tapi jujur, aku tidak pernah merasa memberinya sebuah harapan untuk berjuang bersama, atau lebih disebut komitmen. Aku hanya ingin menikmati indahnya kebersamaan, tiada lebih. Kalo anak-anak lebih suka bilang Teman Tapi Mesra, Hubungan Tanpa Status, de eL eL, whatever Lah.

Jadi teringat sebuah kata-kataku kepadanya

Boleh aja kok, tapi ingat, jangan terlalu sayang, ntar malah jadi benci lho

Nah lho? Kena banget rasanya. Mungkin begitulah nada ekspresi kebencian karena kasih sayang tidak selalu sesuai dengan harapan, pupus di tengah persimpangan, hancur berantakan, bahkan sampai berkeping-keping, adapula yang tanpa menyisakan sisa, hilang secepat waktu.

Karena memang memiliki prinsip teguh untuk tidak menyakiti hati wanita, walau hanya sekecil zarrah, aku pun dengan jiwa besar minta maaf, meski aku merasa kesalahan bukan karena komitmen, perasaan ataupun pengkhianatan, seperti yang pernah aku rasakan. Disini yang berbeda hanyalah sebuah kesalahpahaman, perbedaan harapan dan impian, ketika aku ingin hidup bebas tanpa elang, ada saja yang ingin mengekang, mengurung dalam sangkar emas yang sebenarnya tidak bernilai.

Tapi apa tanggapannya, ketika ia masih dalam masa-masa emosi

Alah… Selama playboy tetap playboy, berakal buntung, wajar laki-laki jaman sekarang, apa yang gak bisa? Semua berbulu domba, Ta** semua laki-laki, penjahat wanita semua, an**** semua

Jujur, aku shock, kata-katanya kotor banget, pake bahasa binatang lagi, tapi apa daya, itulah kenyataan, sebuah ungkapan kekesalan…

Beruntung, waktu dapat mencairkan segala suasana, seiring dengan waktu ia pun mengerti cinta tak harus memiliki dan aku tidak pernah mempermasalahkan sebuah kalimat kasar tidak penting tersebut, ambil sisi positif aja, kali aja dia lagi banyak pikiran, lagi stress atau mungkin lagi “dapet”

Seorang sahabat, menanggapi kejadian tersebut, pernah dengan polosnya berkata

Loe emang buaya fred

Buaya darimana? Gue aja sampe sekarang belum pernah ngerasain apa yang namanya pacaran , gue ini jomblo perak coy, udah umur hampir 20 tahun, gak pernah rasain namanya pacaran dan punya pacar, yang ada cuma kekasih

Kekasih? Ngemeng loe… Omongan loe 9 dari 10 boong, tau gak?”

Tapi bener gue gak punya pacar” aku mencoba meyakinkan, tapi sayang… ia tidak pernah percaya, padahal jujur lho. Aku masih jomblo perak

5 Responses to “Sebuah Kepingan Kesalahan”

  1. NN said

    mungkin itu adalah sebuah kata2 yang menyesakkan bagimu bung freddy. tapi kenapa orang melakukan itu, pasti ada alasannya. mungkin bung freddy benar2 sudah menyakiti hatinya dia. bisa saja kan…. hehe

  2. kata-kata yang sangat pedas, menyesakkan namun tidak bermakna, sia-sia, aku memang salah, mungkin memberi harapan (baginya), tapi aku tak pernah merasa demikian, apalagi mempermainkan perasaannya.
    Tapi Alhamdulillah, sekarang, hubungan kami sudah membaik, sebagai teman.

  3. NN said

    baguslah kalo sudah baik2 saja hubungannya. semoga bung freddy jgn suka mempermainkan perasaan orang lain lagi ya… kasian tau…. emang bung freddy tidak menganggap itu adalah sebuah ci** tapi kalo dia nganggap gitu gimana? makanya jangan suka memberi harapan kepada orang lain, perhatian itu boleh, tapi jangan berlebihan.

  4. Alhamdulillah….
    Saya memang tidak mempermainkan perasaannya, apalagi memberikan sebuah harapan, itu hanya kesalahpahaman, sebuah cinta seorang wanita yang bertepuk sebelah tangan, mengharapkan sesuatu yang besar.
    Perhatian dan kasih sayang harus kita berikan kepada sesama manusia. Mungkin ia terlalu berharap🙂

  5. […] dibangun berdasarkan landasan yang cukup kuat] didy16_kid: *sebuah kepingan kesalahan* … read more someone : oia fred, itulah enaknya jumpa setahun sekali someone : jadi bisa konsen disini […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: