Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah Tulisan Tanpa Makna

Posted by freddysetiawan on April 21, 2008

Hari ini, masih hari yang berbahagia bagiku , aku masih dapat menatap bola mata yang sangat menawan, aku masih dapat melihat senyuman yang begitu mempesona . Namun, itu tidak akan lama, karena dalam sesaat, jarak akan kembali memisahkan.

Masih di hari ini, aku melakukan keajaiban yang bahkan tidak aku lakukan, menjawab soal-soal dengan waktu yang sangat luar biasa, bahkan melewati waktu untuk sekedar membaca dan menelaah soal-soal tersebut.

Hari ini pula aku tahu kalau aku telah kembali terjerat ke dalam ikatan rantai yang sangat sulit untuk dilepas. Dan aku takut jika aku kembali kandas dalam menempuh perjalanan panjang. Tapi aku akan terus berusaha mempersembahkan yang terbaik dan tidak akan menyerah.

Tiba-tiba aku teringat sebuah kejadian di masa lalu, ketika aku putus asa dan mencoba meluangkan banyak waktu untuk sedikit beristirahat, walau cuma sejenak.

Seorang sahabat bertanya “Kenapa menyerah Fred? Bukannya loe seorang pejuang yang pantang menyerah, loe selalu punya 1001 cara baru dari kreatifitas loe yang bisa loe tampilkan?

Entahlah, tapi yang pasti aku bukan menyerah, aku hanya lelah difitnah oleh keparat-keparat sialan, gosip palsu yang membuat namaku tercoreng dan ternoda, entahlah, kenapa aku bisa jadi pembicaraan, dan supaya pembicaraan itu menarik, selalu ada bumbu2 palsu yang menghiasi diriku, aku beginilah, aku begitulah, cerita-cerita tanpa kebenaran, bahkan membuat aku menjadi perbandingan, taik memang, aku hanya dapat mengumpat semoga mereka mendapat balasan yang setimpal dan dunia dapat tahu aku apa adanya.
Yah, mungkin itulah konsekuensi mencintai bidadari, yang dicintai oleh 1001 petempur, aku lelah dengan amarah tak jelas ini, aku lelah dengan hati tak tentram karena mendengar kata2 tajam yang tidak senang dengan aku yang begitu tangguh di medan peperangan.
So untuk sementara lebih baik aku menepi, membiarkan para petarung bersimbah darah, hingga saat aku dapat kembali menjadi seorang ksatria yang hanya ditantang bertarung di medan peperangan, bukan melalui cerita2 palsu yang menyudutkan. Aku hanya hendak mengisi sedikit hari2 untuk masa depan, walau berat tanpa orang kucintai disisi

Beruntung aku hanya beristirahat sejenak, aku sadar, tidak ada guna duduk menunggu, lebih baik berusaha, jika tidak ingin berlari, setidaknya berjalan, siapa tahu esok di jalan, ada yang menarik. Dan sekali lagi, aku telah terjerat. Pasti.

One Response to “Sebuah Tulisan Tanpa Makna”

  1. salam kenalan dari bumi nusantara kita bersama, malaysia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: