Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah langkah kekalahan

Posted by freddysetiawan on May 8, 2008

Aku sedang gundah dengan beberapa hal dalam hidupku ini, terlalu banyak masalah dan masalah yang datang menghampiri. Aku meminta perasaanku bertanya pada diriku sendiri. Apakah ini kehidupan yang tepat dan benar atau sebuah jalan kehidupan yang aneh nan salah tujuan.

Di dalam kelas kuliah, konsentrasiku benar-benar buyar, semangatku menurun dan aku seolah kehilangan makna dan semangat yang selama ini menggelora dalam darahku. Tapi dalam lubuk hati yang paling dalam aku optimis. Ada cahaya terang di depan.

Di tengah lamunanku. Tiba-tiba hape N70 tuaku berbunyi, bunyi pertanda sebuah sms masuk.

Fred, loe jadi pergikan? ntar ngumpul di tempat biasa aja

ok” jawabku pendek, tidak bertele-tele, sebuah jawaban yang menandakan kalo kepastian aku dapat datang sangat besar.

***

Hari ini kuliahku cuma sampai jam 3, apalagi aku memang tidak memiliki jadwal apa-apa, sekarang. Kecuali pekerjaan yang harus aku selesaikan bersama-sama ke depan. Namun, terlalu berat aku lakukan saat ini, yah, aku memang masih terjerat dengan sifat malas. Aku pun memutuskan untuk bermain-main dengan udara segar.

Hari ini umur seorang sahabat bertambah, ia tampak senang dengan kedewasaan dan pertambahan umur yang dia alami. Aku berpikir, saat ini umurku masih 19, sebentar lagi mencapai kepala dua. Tapi aku masih begini-begini saja. Jiwa kekanak-kanakan yang selalu aku banggakan dengan kilah jiwa dan semangat muda, aku mulai merasa sudah waktunya bagiku untuk semakin matang, dewasa dan menatap sebuah kehidupan berat di depan mata. Aku hanya merenung. Kilahku mendukung, setidaknya aku sudah selangkah lebih maju, walau hanya merenung dan berpikir, setidaknya berpikir, dengan membandingkan orang-orang yang bahkan belum memikirkan. Aku tahu sebuah langkah kekalahanku lagi.

Di acara makan-makan ultah seorang sahabat ini, aku semakin tersadar, meski aku belum terlalu tergerak, aku melihat dan menatap teman-teman yang pada lumayan sukses, aku jadi berpikir, mau jadi apa aku besok? apakah aku juga akan sukses, buat apa aku bahagia sekarang kalo esok aku menderita, aku tidak akan sukses kalo masih pemalas seperti ini. Oh tuhan. tolong rubah aku menjadi lebih baik. Aku memang sudah gundah dengan kemalasanku ini, namun aku sama sekali belum tergerak untuk berubah menjadi lebih rajin.

Aku tahu, kita tidak akan pernah mencapai puncak gunung jika hanya memandanginya saja, namun terlalu sulit untuk memaksa kaki untuk melangkah mendaki sang gunung.

Sahabat-sahabatku ini memang sudah bekerja, sedang aku masih mahasiswa, sudah sewajarnya ada jurang pemisah, aku yang belum berpenghasilan dan masih terikat dan tergantung erat. Sedang mereka yang sudah melewati masa yang aku alami dan sekarang sedang memetik hasil dan mencoba meraih yang lebih tinggi. Namun tentu saja tidak ada kata malas didalamnya. Dan itu yang harus aku rubah.

***

Terlalu banyak pikiran yang membebaniku hari ini, membuat aku merasa serba salah, sakit dan stress meningkat. Pulang dari Pondok Indah Mall, aku ingin langsung pulang, tidur, melepas semua gundah dan lelah. Hilang bersama waktu. Menatap hari esok dengan semangat baru, perubahan menuju lebih baik dan hidup lebih cerah.

Namun hidup memang selalu membutuhkan pengorbanan, perjalanan panjang yang selalu memberatkan, perjalanan panjang menuju rumah, tidur diatas ranjang membutuhkan kisah dan lika-liku usaha. Sebuah hal lumrah dan hal yang biasa terjadi di kota Jakarta. Sebuah kemacetan yang selalu dan setiap hari menjadi kisah biasa bagi warga ibukota negara Republik Indonesia tercinta ini.

null

Aku hanya menatap jam, pukul 21.23 WIB
Alangkah indahnya jika saat ini aku terlelap, melepas semua beban pikiran yang terus mengikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: