Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Ketika Terlewatkan Oleh Masa

Posted by freddysetiawan on May 11, 2008

Tiada hari tanpa hujan, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kota Depok dalam kurun waktu beberapa bulan ini. Apalagi sore hari. Hujan seolah menjadi panorama harian. Padahal saat ini sudah memasuki bulan Mei. Bulan dimana Indonesia harusnya mengalami musim panas. Namun kenyataannya, hujan masih semena-mena turun, sedangkan dikala sebaliknya, panas cukup menyesakkan suasana dan membuat gerah .

Ada apa dengan dunia? Pemanasan Global. Itu kata selalu yang didengung-dengungkan….
Setiap hari, tidak ada hari tanpa mendengar tentang isu tersebut.

***

Sore ini hujan kembali turun dengan derasnya, seperti sore-sore biasa beberapa bulan terakhir ini, kala aku sedang mencari sesuap nasi untuk bisa mengganjal perut yang semakin lapar, namun sayang, hujan lebih cepat datang sebelum aku tiba dan berteduh dalam rumah yang nyaman, seolah melarangku untuk pulang terlebih dahulu.

Rumahku tak sampai 100 meter jauhnya, aku mencoba menunggu reda, atau setidaknya tidak sederas saat itu, agar aku dapat masuk ke dalam rumah dan menikmati secangkir kopi hangat dan duduk dengan tenang sambil melihat indahnya tetesan air hujan dari jendela kamarku, namun hujan tak mau berkompromi, ia tak mau diam walau sejenak, malahan ia semakin menjadi-jadi, makin lama makin kencang. Aku kesal , tampaknya kesabaranku pun kalah oleh sang waktu, aku pun nekad, menembus derasnya sang hujan, hingga akhirnya basah kuyup…

***

Sejak bermandian hujan, tubuhku mulai merasa tidak enakan, seolah ada sesuatu yang mengganggu , kepalaku sakit, aku tahu, ini bukan saat yang tepat untuk sakit, ini merupakan akhir perjalanan panjang semester ini. Ada banyak hal-hal penting yang terjadi di akhir. Aku pun mencari obat-obatan yang insya Allah bisa mengurangi, menanggulangi, menyembuhkan atau menguatkan ketahanan tubuhku, yang tersimpan di dalam kotak obat-obatan. Sambil berharap menemukan obat yang tepat untuk sakit yang kurasakan, aku melihat, mengecek dan menatap satu per satu dengan teliti.

Oh tuhan…
satu… dua… tiga… empat… dst…
terlalu banyak obat-obatan yang sudah tidak layak dipakai lagi, namun masih tersimpan rapi, indah dan baik di dalam kotak obat-obatan. ketika terlewatkan oleh masa, obat-obat tersebut telah kadaluwarsa, dan terlalu banyak. Terlalu banyak obat-obat yang selama ini tidak tersentuh dan tidak terperiksa. Mulai dari masa kakak dan abangku masih kuliah S1 dulu. Aku hanya bersyukur, untung aku mengecek masa kadaluwarsanya terlebih dahulu.

null

Mungkin kita lupa, lalai dan melewatkan hal-hal kecil disekeliling kita karena kesibukan dan keinginan untuk melakukan hal-hal dengan cepat dan instan, namun jangan pernah untuk berhati-hati dan teliti dalam hal-hal seperti ini. Siapa tahu anda tidak sempat memeriksa dan anda meminum obat yang telah sekian lama. Bukannya sembuh yang anda dapat, justru tambahan penyakit atau bahkan kematian.
Waspadalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: