Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Antara Kemenangan Dan Kekalahan

Posted by freddysetiawan on May 24, 2008

Kisah ini bermula beberapa bulan yang lalu, ketika musim panas masih datang padahal sudah saatnya hujan turun.

Udah fred, nunggu apalagi? loe tembak aja dia!

Gak sob, gue gak akan bisa jadian sama dia, gue emang suka sama dia, tapi gue gak akan pernah jadi pacarnya

Kenapa?

Gue takut menyakiti wanita yang gue cintai, lagi!

Ini saatnya memperbaiki diri bos, kesempatan untuk berubah

Lebih baik jangan. Lebih baik dia tidak pernah tahu perasaan gue sama dia

Ngemeng loe!

Itu yang terbaik dan itu komitmen gue sekarang. Liat aja, gue cuma akan jadi teman bagi dia dan akan selalu menjadi teman bagi dia

oke, gue pegang kata-kata loe

Sip, pegang!

Oke. Gue yakin, loe bakal nelan kata-kata loe sendiri, bentar lagi, loe bakal bilang kalo loe suka dia

Jangan sepelekan tekad gue kali ini. Gue gak mau lagi nyakitin wanita yang gue cintai, lebih baik gue sendiri aja sekarang

Aku teringat kata-kata yang sempat aku katakan kala itu, aku yang bertekad untuk cukup mencintai dalam hati saja saat itu, namun seiring waktu, terlalu berat untuk aku lakukan, akupun kalah, kalah oleh tekad baja. Ya, mungkin aku jadi berpikir dan berkilah, katakankah kata cinta sebelum semuanya terlambat. Aku hanya mencoba membela diri dalam kekalahanku. Antara kemenangan dan kekalahan. Kemenangan hati dan kekalahan tekad.

Itu hanya sebuah kisah lama yang telah terukir dalam perjalanan panjang, hanya sebuah kekalahan kecil tanpa makna, sebuah kekalahan tekad yang dipertaruhkan atas dasar perasaan . Namun hari ini, aku akui, aku kalah telak, kalah dalam pertempuran sebenarnya yang aku perjuangkan selama 19,5 tahun. Padahal kemenangan tekad sejati ini hanya menyisakan 5,5 tahun lagi. Aku menamainya Sebuah perjalanan panjang 1/4 abad.

Antara kemenangan dan kekalahan. Begitu aku menyebutnya.
Kemenangan dalam menemukan cahaya yang benar-benar aku cari untuk menghiasi malam-malamku, seterang bintang-bintang, kemenangan dalam memberi sesuatu yang pertama dan spesial kepada sesuatu yang tepat. Sebuah mahkota gelar juara yang tidak kalah dengan gelar scudetto maupun juara Liga Champions, sebuah karier kepelatihanku yang sangat luar biasa.
Kekalahan dalam komitmen, tekad dan niat tulus yang selama ini mengikat dan membatasiku, bahkan sempat aku tahan dalam 2 tahun yang lalu, 4 tahun yang lalu, bahkan tahun lalu dan mungkin juga sejak 19 tahun yang lalu. Namun hidup memang merupakan pilihan dan aku memilih untuk kalah, kalah dan euforia kemenangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: