Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Kemenangan Masa Lalu

Posted by freddysetiawan on May 26, 2008

Sebuah pertempuran besar, memperebutkan mahkota terindah, bahkan sahabat-sahabat menyebutnya terlalu tinggi, kelas atas. Bagiku tidak, biasa saja, standar. Tidaklah beda mahkota indah ataupun mahkota biasa-biasa saja, yang membedakannya hanyalah cara kita meraihnya, menggapainya dan memperjuangkannya .

Anggaplah ia memang sesuatu yang terlalu berharga, sebuah klub papan atas di liga negaranya, yang diincar oleh banyak investor-investor kaya dari berbagai negara, aku dan mereka bersaing dalam pertempuran besar merebut hatinya, bukan perkara mudah tentunya, memilih 1 diantara 1001 pilihan. Dan aku yang terpilih memenangkan gelar juara. Sebuah perjuangan yang luar biasa, meraih dan menggapai keberhasilan dengan mengalahkan saingan-saingan tangguh secara terhormat, merengkuh hati yang indah dan rupa yang menawan. Sungguh suatu kemenangan yang fantastis. Sebuah Kemenangan masa lalu.

Suka cita, kepuasan dan rasa bangga membalut seluruh raga yang sederhana ini, jujur, aku tidak menyangka. Mungkin hati yang berbicara, itulah kenapa sang pengembara penuh dosa ini mampu meraih sesuatu yang selalu dianggap sangat sulit dan berat oleh rekan-rekan seperjuangan.

Aku selalu mencoba menyembunyikan apa yang kuraih ini dari dunia terbuka, takut aku kenapa-kenapa. Terlalu banyak ancaman. Aku tahu, aku meraih permata, terlalu banyak orang-orang yang tertarik dan berniat merebutnya, bahkan dengan cara-cara haram dan memusnahkan aku. Tapi, mereka yang merasa tahu segalanya, padahal yang mereka tahu hanyalah sampah-sampah organik yang memenuhi mulutnya yang banyak bicara, menguak dengan kesoktahuan dan fitnahnya, mengikis dan menggusur dari tahtaku.

Waktu, ketidakpastian, gantung dan jarak memang mengakhiri segalanya. Namun itu adalah akhir dari usaha yang biasa, ketika ia mulai tidak yakin dengan ikatan gantungan yang tidak mengikat dengan pasti, itu sebuah kesalahan dalam komitmenku. Tapi jarak, ketidakyakinan dan mungkin pengkhianatan memang merupakan salah satu akhir dari bagian yang merupakan karma bagi aku yang tidak berdosa, aku yang lugu tanpa tahu apa-apa.

Semua hanya menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi aku untuk menggapai masa depan yang lebih cerah. Setidaknya aku dapat bercerita kepada mereka yang selalu memiliki rasa ingin tahu dan sok tahu, aku pernah meraih sesuatu yang sangat indah dan tinggi dengan mengalahkan saingan-saingan berat dan tangguh. Aku dengan perkasa meriah kemenangan. Sebuah Kemenangan masa lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: