Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

1 semester = 1 malam

Posted by freddysetiawan on May 27, 2008

1 Semester adalah nama lain dari 6 bulan. Namun dalam dunia pendidikan yang sering kita geluti, 1 semester hanya mencapai angka efektif sekitar 4,5 bulan. Angka yang sudah cukup untuk membabat sebuah matakuliah dengan 3 sks ataupun 4 sks. 6 sks bahkan juga pernah kok

Namun apa jadinya kalo 1 matakuliah dengan 4 sks yang seharusnya ditempuh dalam 1 semester, hanya dilalui oleh kerja keras 1 malam? Sebuah angka yang nihil dan sulit dipahami. Orang-orang tentu akan bertanya “Kemana aja loe menghilang sob?

Mungkin itu hanya imajinasi, namun kenyataannya, itu adalah sesuatu yang terjadi.

Sebut saja setengah semester pertama, ketika dosen yang mengajar masih cukup menyenangkan dalam membimbing dan memberi pengetahuan. Para Pendekar masih selalu datang, namun tidak mendengar, tanpa berusaha memahami dan mengisi absen karena dosen yang kritis dalam masalah kehadiran. Tidak ada ilmu yang terserap. Hanya angin lalu.

Setengah semester selanjutnya, ketika dosen berganti, dosen muda yang tidak kalah cerdas, namun minim pengalaman dan tidak mampu menarik semangat belajar, tidak mempermasalahkan kehadiran, dengan prinsip “asal mengerti dan bisa”. Para Pendekar yang malas pun tentu akan semakin malas, tidak pernah datang dan masuk kuliah, namun absensi masih tetap mengalir melalui proses penitipan. Akhirnya, tidak ada apa-apa yang didapat .

Bayangkan pula bila 3 sks yang 1 semester diambil dalam semester pendek.
Jatah 4,5 bulan bisa hanya menjadi 2 bulan. Sebuah waktu yang sempit, mahal dan penuh penyia-nyiaan.

Muncul pertanyaan. Bagaimana dengan ujian?
Besok ujian, malam ini perjuangan. Belajar mati-matian, mencari semua ilmu yang didapat oleh rekan-rekan selama 1 semester. 1 semester = 1 malam. Sebuah kehancuran dan kegagalan . Mungkin kita bisa menjawab soal-soal itu, namun kita tidak mendapat ilmu apa-apa dari hasil kuliah tersebut. Benar-benar sebuah hal yang mengecewakan.

Mungkin itu hanya mimpi dan imajinasi yang berlebihan, mungkin juga itu hanya khayalan dan sebuah ide untuk dituliskan menjadi sebuah cerita fiksi untuk dibukukan dan dijadikan bahan untuk menghasilkan uang atas nama penulis kreatif.

Mungkin saja aku adalah seorang mahasiswa rajin yang selalu mendengar, memahami dan belajar banyak hal.

Mungkin dan mungkin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: