Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah kerinduan

Posted by freddysetiawan on June 10, 2008

Hari itu hari yang cukup cerah, aku datang cukup pagi ke kampus, pergi ke kantin dan sarapan, sebuah hal yang cukup langka aku lakukan semenjak berada di tanah asing ini. Sarapan memang menjadi hal yang cukup sulit aku lakukan, baim dari faktor tidak ada yang memasak, malas pergi keluar dan membeli, telat bangun dan berbagai alasan yang tidak akan pernah habis kalau dibicarakan, apalagi diperdebatkan.

Tiba-tiba seorang sahabat datang dan menegur aku yang sedang duduk termenung dalam kepuasan seorang diri.
Fred, oi

Aku cukup terkejut dan menjawab
Ya

Tumben loe datang pagi?” Ia memulai pembicaraan anehnya

Loe sendiri juga tumben datang pagi-pagi, biasa juga selalu kesiangan…

Hari ini gue lagi banyak pikiran, makanya gue bisa bangun cepat

Emangnya loe udah bisa tidur? kok bisa bangun?

Sahabatku yang satu ini memang terkena sindrome susah tidur, ia tertidur di pagi hari dan berjaga di malam hari, sebuah penyakit menyebalkan yang pernah aku alami di semester dua dulu, untunglah masa-masa suram itu sudah berlalu. Dan aku berharap tidak terulang. Begitu mengganggu .

Yah… gitulah fred, masih aja…
Ia tampak pasrah dengan kondisinya yang masih belum sembuh dengan kondisi salah waktu tidur ini.

Coba aja loe tahan kantuk di pagi, siang, sore sampe maghrib. Gue yakin loe pasti bisa. Ntar kalo malam Insya Allah ngantuk berat dan akhirnya bisa tertidur, nah.. loe tinggal pas-in lagi timing tidur loe supaya kembali normal” Aku mencoba memberi saran layaknya seorang pakar berpengalaman. Dengan penuh wibawa. Padahal dalam hati gue jerit-jerit “Songong banget gaya ngomong loe fred..fred..

Entahlah, entar gue coba. Sekarang gw lagi banyak pikiran

Emang kenapa? ada masalah apa? pasti cewek lagi…..
Dengan gaya khas sok tahu ala diriku, aku mencoba menebak

Iya fred…

Cewe lagi… cewe lagi…Cewe emang racun dunia

Gue lagi kangen sama dia, gue gak tau dia sekarang ada dimana fred” kata-katanya hanya kata-kata biasa namun sangat dalam, secara tidak sengaja aku pun hanyut dalam perasaan yang dia alami, seolah mengerti apa yang sedang ia rasakan, sebuah euforia kerinduan yang menggebu-gebu. “gue berharap ada suatu keajaiban yang bisa mempertemukan gue sama dia lagi fred… hahaha…” Aku benar-benar mencoba memahami dengan serius dan berusaha menjawab dengan maksimal, dengan harapan dapat membantu perasaan dia yang sedang mencurahkan kegundahan hatinya. Namun tiba-tiba dia tertawa, kegilaannya pun muncul .

Aku tak tahu harus berkata apa, tapi aku tahu, rasa rindu yang ia rasakan benar-benar menggebu-gebu, tawa kegilaannya itu hanya ingin menunjukkan bahwa ia cukup tegar dan tidak terpengaruh oleh rasa yang begitu kuat itu. Sayang, ia kurang kuat menyembunyikan rasa itu.
Gak apa kok, kangen tu wajar. Lumrah. ” Aku mencoba memberi kalimat dengan bijaksana layaknya orang yang berpengalaman, padahal aku sendiri tidak mampu memendam rasa yang satu ini, sampai-sampai aku pernah berbuat hal gila selama beberapa hari gara-gara rasa kangen. “Tapi, Emang dia kenapa? kok loe gak tau dia dimana?
Aku menjadi bingung dengan pernyataan dia yang satu ini. Sambil bertanya-tanya dalam hati Apa dia hilang? dia diculik? dia dibawa lari orang? atau dibawa oleh alien dari planet tak dikenal?

Gue gak tau dia ada dimana, gue bahkan gak jadi kasih dia hadiah ultah, padahal gue udah janji kemarin, gue bahkan juga janji mau ke rumah dia januari kemaren, tapi gak aku tepati… hahaha
Ia kembali tertawa, tapi sekali lagi, dari sudut matanya terlihat jelas, ada penyesalan yang begitu besar pada dirinya karena tidak bertemu dengan sang wanita. Hanya kepalsuan dalam tawa.

cinta sejati emang butuh perjalanan panjang dan pengorbanan .” Entah ilham darimana, tiba-tiba aku mengeluarkan kalimat-kalimat aneh. “Tapi dia masih suka sama loe, keliatan dari cara dia balas sms loe dulu, dari cara mata dia memandang loe dan cara dia bicara sama loe” Aku benar-benar membual kali ini, entah kapan aku tahu sms-sms yang pernah dikirimkan, kapan pula aku lihat mata dan cara bicara wanita yang bahkan belum pernah aku temui. Namun setidaknya aku hanya berusaha meyakinkan. Memberikan sebuah rasa percaya diri, optimis.

Hahaha.. udah lama gue gak tau dia, gue gak punya nomor dia lagi, tapi gak mungkin lah dia masih sayang sama gue, gue aja putus sama dia udah sekitar 5 tahun yang lalu. hahaha

Itu dia cinta sejati cuy ” kata-kataku semakin ngawur bak penyair gadungan, tapi itu benar-benar kata-kataku. “cinta sejati membutuhkan perjalanan panjang, hilang bersama waktu karena berbagai keperluan dengan menyimpan perasaan dalam hati, suatu saat nanti akan dipertemukan dalam takdir cinta yang menggelora di dalam dada
Aku ingin tertawa sekencang-kencangnya usai mengeluarkan kata-kata tersebut, kata-kata yang aneh .

haha… udahlah, kayak chairil anwar aja loe fred.” Chairil Anwar? Chairil Anwar darimana? Rasanya cukup beda jauh Aku cukup terkejut mendengar responnya yang aneh. Namun tiba-tiba ia pergi sambil pamit “Gue ke toilet dulu ya, kebelet nih

Yoi
Itulah kata-kata terakhir yang aku ucapkan kala itu. Ya. Aku masih ingat itu. Sebuah kata pendek yang terlalu sering aku ucapkan.

Aku jadi berpikir, rasa rindu adalah salah satu rasa yang paling sulit ditahan, apalagi rasa kerinduan terhadap kampung halaman, homesick, itu yang sedang aku rasakan saat ini. I wanna go home.
Ingin rasanya aku berteriak “Mom, i miss your cooky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: