Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Ketika Aku Mencoba Belajar Banyak Hal

Posted by freddysetiawan on June 15, 2008

Beberapa hari yang lalu, aku dan sahabat-sahabatku merencanakan sedikit perjalanan mengisi weekend kali ini dengan sesuatu yang berbeda. Sebuah perjalanan yang diharapkan dapat menjadi pengalaman baru, berbeda dengan momen-momen biasa. Tidak melihat kota jakarta yang penuh dengan kebisingan dan kemacetan. Namun tak ada satu keputusan yang pasti. Seolah hanyut dalam ketidakpastian. Berbagai kota dan sarana tujuan pilihan, kandas dengan berbagai alasan.

Jumat, kemarin lusa, usai shalat jumat, aku dan sahabatku pergi ke toko buku, mencari sebuah bacaan yang mungkin bisa dihabiskan di akhir pekan ini, cukup di rumah saja, karena aku tampak bosan dengan keramaian akhir pekan, dengan kemacetan, dengan berbagai hal yang cukup menguras waktu dan tenaga. Aku memutuskan untuk berdiam sejenak, karena aku sadar, aku lelah dengan berbagai acara akhir pekan selama ini, yang meski penuh kenangan dan hal-hal yang menarik, namun hanya begitu-begitu saja. Di sisi lain, aku juga sedang ini menyendiri.

Namun hidup memang penuh godaan, aku kalah oleh tawaran sahabat untuk mampir ke bandung saja. Dekat, santai dan belanja murah, merupakan kata-kata yang cukup menggoda dan membuat aku kalah. Aku pun menghubungi beberapa sahabat lain memastikan, kalo besok kita jadinya ke bandung. Yah, setidaknya bukan jakarta. Belakangan aku ketahui, ternyata mereka sedikit ragu dengan informasi yang aku berikan, seolah tidak pasti, serba dadakan, tanpa bukti yang jelas.

Beberapa sahabat di bandung memang sering kali menyuruh aku mampir, mereka tinggal di beberapa tempat berbeda, terlalu sulit untuk bermalam di satu-satu tempat tiap malamnya. Tak jarang kalau aku melakukan hal yang bahkan tidak mereka duga dan mereka tahu. Dan untuk kali ini pun, aku berencana tidak mengabari mereka satu pun, aku tidak ingin kebersamaan perjalanan akhir pekan kali ini menjadi hampa dengan keterpencaran.

Sabtu, kemarin, 14 Juni 2008. Aku datang cukup pagi di tempat pertemuan, tapi belum ada 1 orang pun yang datang. Aku mulai berpikir kalau-kalau aku sedang dipermainkan oleh mereka, seperti sebuah pertarungan kejahilan, namun aku tetap percaya, beberapa jam aku menunggu, bahkan aku telah menghabiskan sepiring santapan, hingga akhirnya semua berkumpul. Dan perjalanan pun dimulai.

Dewi fortuna memang sedang tidak berpihak kepadaku, berbagai ide dan jalan menuju kota bandung menjadi permasalahan dan kendala, perbedaan pendapat tak jelas, lama kelamaan, tujuan menuju bandung pun menciut, hingga akhirnya sukabumi menjadi alternatif, sebuah kota tempat tinggal seorang sahabat, namun perjalanan pun bukan tanpa rintangan dan halangan, malahan penuh dengan cobaan. Hidup memang membutuhkan kesabaran.

Tak banyak yang dapat aku ceritakan, karena tulisan-tulisan ini bukanlah konsumsi publik, hanya sebuah kegundahan jiwa yang kucatat bagaikan buku harian. Dari langkah menuju, ketika berada dan perjalanan kembali, aku belajar banyak hal. Aku menyebutnya ketika aku mencoba belajar banyak hal.

Sebuah kata sederhana tentang pilihan hidup, pengambilan keputusan, tekad dan keberanian mengambil resiko, pengorbanan, usaha dan harapan. Namun hal-hal pembelajaran tersebut tidak dapat aku tuliskan pada kesempatan kali ini, aku terlalu lelah, namun aku berjanji akan menulisnya, sebagai kegundahan jiwaku.

null

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: