Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Unlucky lazyboy

Posted by freddysetiawan on June 22, 2008

sebanyak apapun orang yang menyemangati kita, mendampingi kita, kita tetap harus melewatinya sendiri

—–

Dalam seminar Psikologi tentang menbentuk jati diri beberapa bulan lalu, pembicara mengatakan di masa-masa remaja seperti yang aku alami sekarang ini, wajar jika kadang kita memiliki 1001 nama yang kita ciptakan sendiri, sebut saja Didy Kidz, Master Criminal, Hesdey Van Deursen, Prince of Heaven, Little Leader, dLL. hal tersebut tak lain dan tak bukan adalah bagian dari proses kita untuk mencari jati diri kita dan dalam proses membentuk pribadi kita yang sesungguhnya.

Ada sebuah nama sederhana yang aku rasa cukup menarik, yang pernah aku pakai dalam proses pencarian mencari jati diri yang sampai saat ini belum aku temukan seutuhnya. Namanya adalah unlucky lazyboy. Sekilas kita mendengar, kita sudah tahu maksud namanya. Sangat sederhana, simpel dan mudah terbaca. Namun dalam usaha membentuk pribadi yang kokoh, nama tersebut bukan tanpa makna, justru sangat berkarakter, demikian menurutku. Meski nama tersebut merupakan bagian dari usaha melampiaskan apa yang dirasakan dan dialami, namun nama tersebut juga merupakan tekad yang kuat untuk melepaskan diri dari jeratannya yang kokoh. Sebut saja bila kita mendengar nama tersebut, kita akan termotivasi dan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, demikian kilahku, dan itulah harapan. Namun tak dapat dipungkiri, jika kita adalah orang yang rapuh dan lemah, kita akan terjerat dengan nama yang kita kekang sendiri, kita terikat dengan identitas yang kita buat sendiri. Mungkin itulah kenapa orang sering menyebutkan nama adalah doa. Karena gambaran tersebut akan mengikuti karakter kita, jika kita tidak mampu meraih hal positif dan hanya berpangkutangan menerima nasib. betapa banyak orang yang menyemangati kita, mendampingi kita, kita tetap harus melewatinya sendiri. Itulah hidup.

Lazyboy, tak dapat dipungkiri, ada satu sifat yang saat ini belum mampu dan sedang dalam proses aku hilangkan, sifat malas. Sifat malas merupakan salah satu sifat yang menghambat kemajuan dan sangat harus dimusnahkan secepatnya. Sifat ini memang bukan sifat dasar yang aku miliki, tapi lama-kelamaan seolah mulai merasuki tubuh dan menjadi tabiat resmi. Kehidupan duniawi yang keras dan penuh godaan nan cobaan ini membuat aku yang rapuh ini lalai dan terpengaruh oleh terpaan ombak kemalasan. Aku pun sadar, aku harus berubah. Dan inilah yang sedang aku lakukan saat ini. Aku selalu berharap bantuan saran, semangat dan doa dari seluruh sahabat-sahabat. Dengan harapan dapat menuju kehidupan yang lebih baik.

Unlucky, sifat ketidak beruntungan adalah sifat yang tidak pernah lepas dari diriku, seolah garis tanganku tidak memiliki garis keberuntungan. Mungkin ini memang sebuah sifat sah. sebut saja jika aku terapit oleh 2 pilihan, pilihan yang aku ambil hampir selalu adalah pilihan yang salah. dilain kesempatan jika ikut suatu undian. Jika terdapat 100 peserta dengan 99 hadiah, maka 1 orang yang tidak mendapat hadiah itu dapat dipastikan aku. Tapi moga-moga tidak lagi demikian.

Namun beberapa hari terakhir, aku semakin membuktikan kalo diriku memang tidak memiliki sebuah keberuntungan. Aku teringat sebuah kisah dulu di semester 1, pendekar paling tangguh di awal, harus pupus diseiring perjalanan. Hilang bersama waktu. Hingga menjadi pecundang di akhir perjalanannya. Begitu pula dengan yang aku alami sekarang, aku yang merajai perjalanan diawal, harus patah di pekan terakhir, kehilangan nilai yang seharusnya mampu aku raih. Aku yang tidak beruntung.

Ingin rasanya berteriak menuntut keadilan, sedikit keberuntungan seperti orang-orang yang selalu beruntung…
Namun tampaknya Unlucky Lazyboy, memang masih harus dipakai…

2 Responses to “Unlucky lazyboy”

  1. […] aku memang tidak pernah luput dari kesialan, setelah sempat menulis Unlucky Lazyboy, kali ini aku kembali menulis aku dan kesialanku, seperti sebelum-sebelumnya, malapetaka selalu […]

  2. […] itu menjadi barang langka bagiku. Hal tersebut mengingatkanku lagi pada tulisan terdahulu tentang Unlucky. Hari silih berganti, tapi keberuntungan terasa sangat jarang mendatangiku. Esok, esok dan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: