Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Memberantas Kejahatan Narkoba

Posted by freddysetiawan on June 26, 2008

Narkoba merusak pikiran, perasaan dan kehendak manusia. Tiga hal yang dirusak tersebut merupakan aspek hakiki yang menjadikan manusia adalah ciptaan istimewa yang mengerti budi, nilai, moral, dan budaya.

————————————————-

Hingga kini, peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) semakin menggila . Korban-korban pun berguguran, baik di kalangan generasi muda, seperti mahasiswa dan pelajar, bahkan di kalangan orang tua.

Tidak tanggung-tanggung, tempat-tempat peredarannya pun tersebar ke mana-mana. Tidak saja di lokalisasi kemaksiatan, tetapi juga merembes ke berbagai permukiman, institusi pendidikan, bahkan juga menjalar ke berbagai lembaga pemasyarakatan (penjara).

Akibat peredaran narkoba, kita bisa saksikan bagaimana narkoba memberikan dampak mudarat dalam kehidupan sosial kita. Terlalu banyak untuk menyebutkan dampak tersebut di sini, baik dari aspek moral, kesehatan, sosial, hukum ataupun politik. Bahkan bisa dibilang, narkoba adalah induk dari segala kejahatan, yang bisa menjadikan si pelakunya untuk membunuh, mencuri, memerkosa ataupun merugikan orang lain. Yang pasti, banyak sudah korban dan penderitaan yang harus ditanggung dari prilaku yang menyimpang ini.

Karena itulah, dalam memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI), kita mesti merenungkan kembali berbagai kasus penyalahgunaan narkoba tersebut. Ia tidak lagi dianggap sebagai persoalan domestik (keluarga) semata. Tetapi, sudah menjadi persoalan nasional (bangsa) yang harus ditangani secara tuntas demi mencegah hancurnya sebuah generasi. Artinya, masyarakat dan bangsa kita sudah saatnya melakukan upaya-upaya strategis pemberantasannya guna meminimalisasi dan melokalisasi peredaran barang haram ini di tengah-tengah masyarakat.

Disadari atau tidak, penyalahgunaan narkoba telah berdampak besar bagi tatanan sosial keluarga dan masyarakat, hingga pada tindak kriminal serta gangguan ketertiban dan keamanan. Ia merupakan penyakit endemik dalam masyarakat modern yang belum ditemukan upaya penanggulangannya secara optimal, baik prevensi, terapi ataupun rehabilitasinya. Pada akhirnya, narkoba merusak akhlak bangsa, merobek-robek persatuannya, menggoyang perekonomiannya serta merenggut eksistensi generasi-generasinya. Narkoba merusak pikiran, perasaan dan kehendak manusia. Tiga hal yang dirusak tersebut merupakan aspek hakiki yang menjadikan manusia adalah ciptaan istimewa yang mengerti budi, nilai, moral, dan budaya.

Lebih dari itu, kejahatan narkoba sebenarnya tidak lebih sekadar hasil dari rentetan kejadian yang dialami oleh bangsa kita. Ini adalah imbas dari seni budaya murahan yang mencabut akar prinsip-prinsip fundamental masyarakat selama ini. Budaya seperti inilah yang menenggelamkan generasi muda kita selama bertahun-tahun belakangan ini, yang berujung pada penggunaan narkoba. Ini pula yang kemudian menyebabkan norma-norma masyarakat bergeser, dan nilai-nilai serta prilaku sosialnya terurai.

Kita pun tak berdaya menerima kenyataan bahwa narkoba adalah budaya yang merusak, yang bisa menghantarkan pemakainya pada kehancuran diri, orang lain dan tatanan masyarakat sekitarnya.

Karena itulah, kebijakan yang tegas dalam memberantas penyalahgunaan narkoba harus dijalankan secara konsisten. Penegakkan hukum tidak boleh memberi peluang bagi para bandar narkoba, memetik keuntungan dari bisnis ilegal ini.

Hukuman bagi mereka pun harus berat untuk mengimbangi kerusakan yang mengancam bangsa. Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan dan peningkatan bagi penanggulangan kejahatan narkoba, terutama perangkat hukum yang memadai. Hal ini, mengingat aturan-aturan hukum yang sudah ditetapkan terkesan jauh dari gambaran ideal dalam mengikis secara tuntas kasus-kasus narkoba saat ini.

Tak heran, jika banyak kasus (kejahatan) narkoba yang lolos dan merebak ke dalam masyarakat. Jadi, perlu penerapan sanksi hukum yang berat bagi pengguna dan pengedar narkoba, sebagaimana yang diterapkan di negara-negara lain.

Dalam hal ini, hukuman mati, sebagai hukuman maksimal, sebagaimana tertuang dalam UU No.22/1997 tentang Narkotika, harus segera disosialisasikan secara menyeluruh. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa si pelaku, pengedar dan pengguna, bertanggung jawab secara hukum atas kerusakan yang timbul di masyarakat akibat narkoba, semisal pembunuhan, perkosaan serta pencurian. Dan kerusakan jangka panjangnya, yaitu hancurnya mentalitas dan moralitas sebuah generasi bangsa.

Hukuman mati tersebut tidak hanya diberlakukan jika pelaku terbukti mengedarkan narkoba secara terorganisasi, atau yang diawali dengan permufakatan jahat. Tetapi, harus diperluas lagi bagi setiap tersangka yang terbukti terlibat dalam pengedaran narkoba, baik terorganisasi ataupun tidak. Hal ini sebagaimana yang diberlakukan di Malaysia dan Singapura, di mana hukuman mati merupakan keniscayaan bagi siapa saja yang terbukti membawa narkoba.

Yang pasti, masalah narkoba ataupun penyalahgunaan obatan-obatan harus dihadapi secara realistis. Di satu sisi, harus ada keputusan politik hukum yang secara tegas memberantas penyebarannya lewat penegakan hukum secara konsisten. Di sisi lain, ratusan ribu bahkan jutaan orang, khususnya generasi muda, yang sudah terjebak dalam barang haram ini, juga harus ditangani secara memadai, baik secara medis ataupun psikologis.

Kampanye antinarkoba hendaknya juga jangan menjadi slogan semata. Harus ada pengawasan dan pemeriksaan melekat yang dilakukan secara menyeluruh.

Dengan kata lain, kampanye atau penyebaran informasi yang tepat dan benar tentang akibat pemakaian narkoba ini harus dikembangkan di semua lapisan, baik di lingkungan pemerintah maupun di masyarakat. Jadi, keseriusan pemerintah untuk menangani narkoba, dengan perencanaan yang hati-hati dan matang, baik upaya pencegahan, rehabilitasi, ataupun penegakan hukum itu sendiri, sangatlah dibutuhkan agar di kemudian hari penanganan narkoba tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat luas.

Di atas semua itu, gerakan masyarakat untuk mengantisipasi peredaran narkoba merupakan cara yang paling efektif dan harus terus digiatkan. Masyarakat kita harus secara sadar terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya, khususnya dari dalam keluarga itu sendiri.

Masyarakat kita juga perlu secara bersama-sama menanamkan kesadaran moral di kalangan masyarakat luas. Yaitu kesadaran akan akibat-akibat yang ditimbulkan dari adanya praktek penyalahgunaan narkoba, sekaligus menempatkannya sebagai budaya yang tidak sehat dan merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama.

Sebenarnya, bangsa ini belum punya kejahatan terorganisisasi ala mafia di Italia, triad di Hongkong atau cartel narkoba di Kolumbia. Tapi, apa kita harus menunggu hancurnya sebuah generasi hanya untuk meneguhkan komitmen dan bersama-sama mengikis penyalahgunaan narkoba? Dan berapa banyak lagi korban yang mesti berjatuhan, sekadar untuk menggugah tekad memerangi (kejahatan) narkoba?

Yang pasti, sejarah negeri ini telah dibangun dengan darah para pejuang, dengan pemikiran para cendekiawan, dan dengan semangat para pahlawan kita. Maka, segala yang merusak tatanan dan sendi-sendi bangunan bangsa adalah musuh yang harus diberantas dan dimusnahkan.

Tentunya semua itu bisa berjalan efektif manakala masyarakat bisa memahami dan menentukan pilihan-pilihan untuk menjalani perjalanan hidupnya dengan perilaku yang produktif atau bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Mari jadikan momentum Hari Anti Narkotika Internasional ini sebagai salah satu momentum kita untuk memberanta kejahatan narkoba. Mari kita membuat pilihan-pilihan yang bijaksana dalam hidup ini. Pilihan yang mencerminkan bahwa kita memang layak disebut makhluk mulia. Pilihan itu ialah menjadikan kebijakan abstinence sebagai kebijakan ideal bagi bangsa ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: