Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah Ungkapan Tentang Pilihan

Posted by freddysetiawan on July 7, 2008

Sebuah ungkapan tentang pilihan
akankah aku berhenti bertempur dan hanya menjaga istana tercintaku?

Hidup ini adalah pilihan, terkadang dalam tiap pilihan harus ada yang dikorbankan
——————————–

Waktu mengajariku cara untuk menghargai setiap pribadi sebagai orang yang unik dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena kita semua tidak ada yang sempurna, begitu pula dalam berteman dan memilih teman, memilih orang yang menjadi pendamping hidup kita, mungkin ada orang yang berpikir “apa yang bisa gue dapatkan dari orang ini“, bisa saja ada yang orang yang ingin menumpang sukses atau tenar, atau ada juga dengan faktor kenyamanan dan ikatan yang memang mengalir begitu saja.

Setiap individu tentu punya pandangan masing-masing, dan aku juga punya, bagiku seorang teman ataupun bahkan seorang kekasih tidaklah harus mengikuti setiap apa yang kupikirkan, tidak juga harus mengiyakan apapun yang kuanggap benar, justru sebuah perbedaan itu yang akan membuat kelebihan tersendiri dengan saling mengisi dan memahami, cukup dengan membuatku nyaman berada di dekatnya, tidak ada tuntutan untuk selalu ke kantin bersama, ke mana-mana harus bersama, duduk selalu berdampingan di kelas atau harus memberitahu seriap langkah kita. Tapi lebih kepada sejauh mana ia memahami dan menerimaku apa adanya.

Mungkin, baik secara implisit ataupun eksplisit, aku telah pernah mengungkapkan, tapi kali ini aku ingin mengungkapkan kembali. Aku sudah menemukan seseorang, seseorang yang bisa membuatku yakin dengan perasaanku ini, seseorang yang membuatku tidak perlu menjadi siapapun disampingnya, cukup diriku, seseorang yang tulus, seseorang yang membuatku mempercayainya, seseorang yang kusayangi karena Allah juga menyayanginya, seseorang yang mungkin akan tetap ada di hatiku hingga suatu hari aku menutup mata.

Menurutku “We are what we choose, bukan We are what we eat atau We are what we think
Dan dalam kesempatan ini, aku akan menuliskan sebuah ungkapan tentang pilihan. Akankah aku berhenti bertempur dan hanya menjaga istana tercintaku? Aku hanya menjawab “Aku telah memilihnya“.
I had chosen my life with her, whatever will happens, i will go on her, walk along with her, beside her everytime i can.

Setiap langkah kehidupan kita, pasti diwarnai dengan pilihan. Mulai bangun pagi sampai tidur lagi di malamnya. Mulai dari hal-hal yang besar yang menyangkut masa depan ataupun hidup matinya kita, seperti keputusan besar yang selalu dan sering kita buat dan mungkin kita tidak pernah menyadari. Sampai hal-hal kecil yang mungkin terlewatkan dalam bayangan kita. Banyak dari kita mungkin tidak sadar dengan beberapa hal kecil yang kita pilih, namun memberi sebuah perbedaan besar dalam hidup. Lihatlah sebuah contoh kecil yang aku tuliskan ini, sebuah perumpamaan ketika kita bangun di subuh hari tatkala mendengar adzan, apa kita memilih untuk terus terlelap sampai pagi, tidur lagi walau hanya sejenak atau memilih untuk langsung bangun, shalat dan memulai aktivitas hari itu sesegera mungkin. Kita mungkin berpikir itu hanya hal sederhana yang hanya berbeda di masalah waktu. Namun kenyataannya itu merupakan sebuah hal besar yang sering kita anggap sepele. Hikmahnya yang terlalu banyak tidak akan mampu aku tuliskan disini dan itu bukan sebuah tulisan yang ingin aku angkat kali ini.

Hidup ini adalah pilihan, terkadang dalam tiap pilihan harus ada yang dikorbankan. Begitupula dengan pilihanku kali ini. Ada yang kupilih dan ada yang kulepaskan, aku korbankan. Karena meskipun manusia adalah makhluk yang tak pernah puas, manusia tidak mungkin dapat mengambil semuanya, begitupula dengan aku yang hanyalah seorang manusia biasa. Tapi aku sama sekali tidak ingin lagi ada penyesalan di hari nanti. Salah satu kesalahan yang pernah aku perbuat adalah menyakiti orang yang menyakitiku, meski aku masih mengaguminya. Itulah ungkapan kejujuranku. Padahal aku masih bisa melakukan hal-hal yang tidak bodoh seperti itu, namun itulah emosi sesaat manusia. Sebuah pilihan yang buruk. Dan ketika aku sadar, semua itu sudah terlambat dan sia-sia, aku turut menjadi sampah yang akhirnya setara dengan sampah. Sebuah penyesalan akan pilihan yang salah, kenapa harus balas menyakiti ketika disakiti.
Maybe God wants me to meet many wrong people before i meet the right one,so when this happens,i will be thanksful.

Bagaimanapun hidup adalah pilihan kita sendiri. Terserah kita memilih mau makan apa hari ini, memilih apa yang akan kita lakukan hari ini, memilih bagaimana penampilan kita, memilih kita mau pikirin apa, mau menulis apa, mau jadi
apa. Ask your heart, think it with your mind. Mungkin ada yang bilang selagi masih muda, tidak apa-apa sedikit mengambil resiko yang besar dalam hidup. Mungkin tidak salah kata tersebut, kita selalau tertantang untuk meraih berbagai pertualangan, asalkan tetap berada dalam syariat Islam. Dan tentunya, setiap pilihan kita membawa kita ke kondisi yang berbeda2 pula. makanya kita harus bertanggung jawab atas pilihan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: