Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Archive for August, 2008

Selamat Datang Ramadhan

Posted by freddysetiawan on August 31, 2008

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Mari kita melakukan kebajikan pada bulan Ramadhan, sehingga Allah Swt. akan membalasnya dengan sejumlah ganjaran dengan pahalanya jadi berkali lipat.

—————————————————

Alhamdulillah. Ramadhan kini datang menjelang. Kaum muslimin semuanya senang. Suasana pun menjadi tenang. Karena memang bulan ini adalah bulan kemenangan. Bulan kemenenangan bagi kita kaum muslimin. Tampaknya kita juga udah tahu benar kalau bulan Ramadhan adalah suatu bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah Swt. Itu sebabnya, kita semua gembira menyambut Ramadhan.

Semangat kaum muslimin dalam menyambut bulan mulia ini juga terlihat dengan maraknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Ramadhan. Stasiun televisi, seperti setiap tahunnya, dengan rajin menayangkan program unggulan mereka. Mulai dari acara kuis, acara ceramah pengantar sahur, ceramah menjelang berbuka puasa, iklan berbagai produk pun banyak muncul selalu disisipi pesan “selamat menunaikan ibadah puasa“, dan tidak ketinggalan tayangan favorit untuk menemani “ngabuburit“, yakni sinetron Ramadhan.

Di lingkungan sekitar pun. Masjid-masjid mulai direhab dan diperindah agar kita semakin merasa nyaman melaksanakan ibadah, berbagai agenda kegiatan pun sudah disusun rapi oleh pengurus mesjid, termasuk kegiatan remaja masjid, ada ceramah ba’da shubuh dan setelah isya, ada juga acara pengajian menjelang berbuka puasa, serta shalat tarawih berjamaah. Sungguh indah suasana Ramadhan ini. Andaikan kondisi ini ada sepanjang hari selama hidup kita. Subhanallah.

Di lain sisi, tampaknya kita semua sudah tahu kalau puasa Ramadhan itu wajib hukumnya. Sebagaimana Allah Swt. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah [2]: 183)

Kita semua juga tentu udah tahu kalau yang namanya puasa itu salah satunya adalah melatih aktivitas fisik kita. Salah satunya tentu harus kuat menahan lapar dan haus, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari (maghrib). Selama kurang lebih 12 jam organ tubuh tertentu kita di-off-kan dari aktivitas mengolah makanan. Kalau di hari biasa, mulut kita seolah tidak pernah berhenti menyantap makanan, di bulan Ramadhan break dulu di siang hari. Sekaligus memberi kesempatan kepada lambung kita untuk istirahat.

Kalau aktivitas nahan lapar dan haus, mungkin hampir bisa dilakukan oleh setiap orang, termasuk anak kecil sekalipun. Malah hari biasa saja mereka bisa tahan untuk tidak makan kalau sedang asyik-asyik bermain. Apalagi kalo udah lengket dengan video game, dijamin bisa lupa segalanya.

Tapi sebetulnya puasa juga merupakan sarana untuk menambah kuantitas amal kita, sekaligus memperbaiki kualitas amal kita. Disini sebenarnya kita bukan hanya ditantang untuk menahan lapar dan haus, tapi juga dari godaan hawa nafsu, mulai dari ngomongin orang, bebohong, ngejahilin orang dan untuk berbuat maksiat lainnya.

Rasulullah saw. bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” (HR Ahmad)

Jadi sungguh disayangkan kalau puasa fisik nggak dibarengi juga dengan puasa dari perbuatan yang maksiat. Sungguh rugi pula kalau berlalu begitu saja tanpa ada aktivitas amal shaleh yang kita lakukan. Sebab saat Ramadhan Allah memberikan bonus yang besar dalam ibadah kita. Jadi, jangan sia-siakan deh puasa kita. Sayang banget. Apalagi belum tentu tahun depan kita ketemu lagi Ramadhan.

Mari kita manfaatkan kesempatan ini. Jangan sampe lepas begitu saja. Puasa fisik wajib, tapi menjaga agar puasa ini nggak sia-sia juga wajib. Mulai sekarang, kita isi Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai pahala di sisi Allah.

Seperti penjelasan di awal tulisan ini, bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Mari kita melakukan kebajikan pada bulan Ramadhan, sehingga Allah Swt. akan membalasnya dengan sejumlah ganjaran dengan pahalanya jadi berkali lipat. Bayangkan jika itu kita lakukan setiap hari selama sebulan penuh di bulan mulia tersebut.

Dalam sebuah hadis qudsiy Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagi-Ku. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)

Kalau puasa tidak menjadikan kita mawas diri, tidak menjadikan kita malu, bahkan tidak menjadikan kita jadi anak shaleh, itu berarti kita sia-sia. Sebab, seharusnya puasa bisa menjadi perisai kita dari berbuat yang tidak benar. Puasa adalah tameng kita. Sabda Rasulullah saw.: “Puasa adalah perisai (dari api neraka). Jika seseorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertengkar. Jika dimaki-maki orang lain, katakanlah: Saya sedang berpuasa” (HR Bukhari)

Diriwayatkan pula dari Abu Hurayrah r.a.: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada bulan Ramadhan, Allah tidak butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum.” (HR Bukhari)

Hadis ini memberikan sinyal buat kita, bahwa kalau kita masih tetap kuat bermaksiat meski sedang puasa, maka jangan harap kalau puasa kita mendapat berkah dari Allah Swt. Ih, naudzubillahi min dzalik.

Jadi, kita sambut gembira Ramadhan ini, perbanyak amal sholeh, tingkatkan kualitasnya, dan tentu, tinggalkan maksiat. Jangan lupa, tetep giat mengkaji Islam. Perdalam ilmu agama kita

Sumber: Kumpulan kisah islami

Advertisements

Posted in Kajian Islam, Sebuah Perjalanan | Tagged: | 2 Comments »

Beri Aku Waktu

Posted by freddysetiawan on August 30, 2008

Beri aku waktu,
agar aku dapat mengerti
bahwa hidup adalah suatu anugerah
yang layak diperjuangkan.

Beri aku waktu,
agar aku dapat menyadari
bahwa perjuangan menuntut keikhlasan tumpahnya keringat, air mata dan darah
tanpa keterpaksaan, tanpa imbalan.

Beri aku waktu,
agar aku dapat memahami
bahwa kegagalan pun sebenarnya adalah pembelajaran menuju lebih baik
menyingkirkan keputusasaan, menepikan kesia-siaan.

Beri aku waktu,
agar aku dapat mengamini
bahwa kesetian tanpa dalih, tanpa pamrih
adalah jiwa dari sebuah keberhasilan.

Beri aku waktu,
agar aku dapat membuktikan
bahwa pada akhirnya cintalah yang akan jadi pemenang
dalam drama kehidupan.

Dan sekali lagi…
Beri aku waktu,
meski tertatih kucoba berdiri
pun perlahan namun pasti
Waktu akan memberikan…aku utuh kepadamu !!

Posted in Hanya Sebatas Coretan | Tagged: | Leave a Comment »

Ketika Bulan Ramadhan Segera Tiba

Posted by freddysetiawan on August 29, 2008

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.”

————————————————

Sebentar lagi, lusa, bulan Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih oleh kita semua, kali ini aku menyebutnya ketika bulan Ramadhan segera tiba. Alangkah baiknya kalo kita memilki ilmu tentang Ramadhan yang dipahami dengan baik.

Coba, kita semua renungkan dan membayangkan, semua umat Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Bahkan kebanyakan diantaranya selalu berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, dengan sungguh-sungguh dapat meraih kebaikan dan keutamaan Ramadhan. Dan ketika berpisah dengan Ramadhan, kebanyakan diantaranya tidak pernah berhenti berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhan dan amalan-amalannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri kita semua umat islam, karena kita semua tentu sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Ada sedikit trik dan tips tentang bagaimana menyambut bulan Ramadhan.

1. Berdoalah agar Allah swt. senantiasa memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat walafiat.

Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda “apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita.

Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat walafiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur. Alhamdulillah.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan.

Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan.

Waktu berjalan sangat cepat, tanpa terasa Ramadhan pun akan terasa sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan.

Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan.

Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” (Al-Anbiyaa’ : 7).

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk.

Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs.

Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan

Banyak cara untuk berdakwah, dan alangkah besar pahala di bulan ramadhan, ada beberapa cara yang cukup efektif, antara lain dengan:
a. Menulis catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
b. Membagikan buku saku, selebaran ataupun tulisan sederhana di blog, email ataupun milis yang berisi nasihat dan keutamaan puasa dan ajakan untuk memperbanyak ibadah.

c. Membagikan link blog dan mengajak membaca sedikit tulisan tentang kajian islami ini kepada saudara-saudara lain.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih.

Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.”

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.

Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jumat. Lakukanlah sekarang juga, bulan ramadhan akan segera datang, bulan ramadhan sudah di depan mata. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan yang datang 1 tahun sekali ini. Siapa yang dapat menjamin kita dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun depan.

Sumber: Kumpulan kisah islami

Posted in Kajian Islam | Tagged: | Leave a Comment »

Gobloknya Aku

Posted by freddysetiawan on August 28, 2008

Yang pasti lakukanlah hal-hal baik dengan baik, dengan berlandaskan niat yang baik agar menghasilkan sesuatu yang baik bagi semua orang, sehingga menghasilkan dunia yang lebih baik dari sekarang. Tidak ada salahnya mencoba, meskipun kita tidak bisa, tidak akan bisa dan mustahil tidak pernah bisa. Meski terkadang akan terlihat seperti orang goblok, orang nekad, memalukan. Yang paling penting adalah, apa niat kita untuk melakukan hal tersebut. Nilai baik dan tingkatan bagus tidak selalu yang indah dilihat orang. Semua tergantung dari niat dan diri kita sendiri.

———————————————————–

Ketika sedang duduk santai tanpa beban, tiba-tiba aku teringat tentang kejadian beberapa hari yang lalu, aku melakukan hal yang sangat tolol. Gobloknya aku. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan kejadian tersebut untuk menjadi sebuah judul sebuah tulisan tak bermakna ini. Haaaaah…………….. Perasaan ini benar-benar menjadi tidak menentu. Jadi stress , kesal , menyesal dan malu sendiri kalo mengingat hal tersebut. Dunia terasa suram dan gelap . Rasanya seolah pengen mati saja. . Shit!!!

Yah, setiap orang mungkin pernah melakukan sesuatu hal yang bodoh? Rasanya sangat menyesal telah melakukan hal tersebut. Apalagi tanpa melakukan sebuah pertimbangan yang matang sebelumnya. Lalu kita merasa bodoh, salah dan menyesal. Ingin rasanya kembali ke masa lalu dengan mesin waktu, dan mencegah diriku kala itu untuk melakukan hal bodoh tersebut. Tapi. Itu mustahil . Huh!

Begitu kesalnya aku, hingga sepanjang waktu, tak ada hal yang bisa ditemukan dari wajahku selain kegusaran, asem banget dah pokoknya.

Tapi, kalo dipikir-pikir secara akal sehat, emang sich, aku suka melakukan hal-hal bodoh, tapi aku menganggapnya sebagai angin lalu dan berdalih melakukannya di alam bawah sadar. Coba saja bayangin kalau hidup kita berjalan datar-datar saja, begitu garing dan membosankannya, beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian ketika kita sedang mengenang masa lalu, kita pasti akan merasa sangat-sangat menyesal, karena tidak ada hal manis yang bisa untuk dikenang. Tidak ada momen-momen berharga yang bisa diceritakan kepada orang-orang disekitar kita dengan diselingi tawa.

null

Perhatikan baik-baik gambar monyet ini. Ada sesuatu di dalam gambar tersebut.
Perhatikan dengan seksama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya!

Dibalik gambar tersebut (entah darimana?). Kegoblokan ini seolah memberikan penegasan, bahwa jika kita sudah berada di jalan yang salah, jangan sekali-kali nekad untuk kembali ke jalan yang benar. Jika kita tidak mampu, jangan pernah sok-sokan mencoba. Jadilah seperti apa kita sekarang. Jika tidak ingin melakukan hal goblok seperti yang aku lakukannull.
Oh… Teori apaan itu?

Yang pasti lakukanlah hal-hal baik dengan baik, dengan berlandaskan niat yang baik agar menghasilkan sesuatu yang baik bagi semua orang, sehingga menghasilkan dunia yang lebih baik dari sekarang. Tidak ada salahnya mencoba, meskipun kita tidak bisa, tidak akan bisa dan mustahil tidak pernah bisa. Meski terkadang akan terlihat seperti orang goblok, orang nekad, memalukan. Yang paling penting adalah, apa niat kita untuk melakukan hal tersebut. Nilai baik dan tingkatan bagus tidak selalu yang indah dilihat orang. Semua tergantung dari niat dan diri kita sendiri. Dan setiap orang akan menilai tergantung dari sudut pandang mana dia melihatnya.

Mungkin saja, saat ini diri kita akan penuh dengan rasa penyesalan atas hal goblok yang kita lakukan itu, tapi dalam beberapa waktu ke depan, ketika kita kembali mengingatnya, semua itu akan terasa biasa-biasa saja, itu hanya akan menjadi sebuah kenangan lama, dan yang paling penting jadikan itu sebuah pembelajaran sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama dan bisa berbuat yang terbaik.

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: | 1 Comment »

Menulis (Lagi) Sedikit Tentang Kepemimpinan

Posted by freddysetiawan on August 27, 2008

Ibarat memasukkan benang ke dalam lubang jarum, harus memilih dan memasukkan kepada sasaran yang tepat. Kepemimpinan yang berpengaruh itu bukan karena jabatan, melainkan karena hatinya yang menembus hati orang-orang yang dipimpinnya, dan yang memimpin mereka kepada kemaksimalan (Stephanus Herry)

——————————————————-

Sebelumnya, kita sudah sedikit membahas tentang karakter kepemimpinan sejati, topik kali ini pun sengaja dipilih untuk merenungkan kembali makna kepemimpinan yang sejati. Kepemimpinan sering diartikan dengan jabatan formal, yang justru menuntut untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah, namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.

Ada sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan yang melayani (servant leadership) ditulis oleh Dr. Kenneth Blanchard dan kawan kawan, berjudul Leadership by The Book (LTB). Ia juga seorang co-author dari buku-buku manajemen yang sangat laris, seperti The One Minute Manager, Raving Fans, Gung Ho, dan Everyone’s Coach. Buku LTB mengisahkan tentang tiga orang karakter yang mewakili tiga aspek kepemimpinan yang melayani, yaitu seorang tokoh agama, seorang professor, dan seorang profesional yang sangat berhasil di dunia bisnis. Tiga aspek kepemimpinan tersebut adalah HATI yang melayani (servant HEART), KEPALA atau pikiran yang melayani (servant HEAD), dan TANGAN yang melayani (servant HANDS).

Hati Yang Melayani (Karakter Kepemimpinan)
Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Kembali betapa banyak kita saksikan para pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam Pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya.

Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan-kawan, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani, yaitu:
Tujuan paling utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongannya tetapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Entah hal ini sebuah impian yang muluk atau memang kita tidak memiliki pemimpin seperti ini, yang jelas pemimpin yang mengutamakan kepentingan publik amat jarang kita temui sekarang ini.

Seorang pemimpin sejati justru memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya. Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang-orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat.

Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.

Ciri keempat seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas (accountable). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap anggota organisasinya.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikan ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi.

Kepala Yang Melayani (Metoda Kepemimpinan)
Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tetapi juga harus memiliki serangkaian metoda kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metoda kepemimpinan yang baik. Contoh adalah para pemimpin karismatik ataupun pemimpin yang menjadi simbol perjuangan rakyat, seperti Corazon Aquino, Nelson Mandela bahkan mungkin Mahatma Gandhi, dan masih banyak lagi menjadi pemimpin yang tidak efektif ketika menjabat secara formal menjadi presiden. Hal ini karena mereka tidak memiliki metoda kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya.

Tidak banyak pemimpin yang memiliki kemampuan metoda kepemimpinan ini. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah formal. Kini saatnya kita lebih memperhatikan ketrampilan seperti ini yang sering disebut dengan softskill atau personal skill. Ada sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught. Jelas dalam artikel tersebut dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metoda kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan.

Ada tiga hal penting dalam metoda kepemimpinan, yaitu:
Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut.

Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. Kepemimpinan secara sederhana adalah proses untuk membawa orang-orang atau organisasi yang dipimpinnya menuju suatu tujuan (goal) yang jelas. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar, serta berkembang dalam mempertahankan survivalnya sehingga bisa bertahan sampai beberapa generasi.

Ada dua aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role. Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tetapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tersebut ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu.

Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang sangat responsive. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian dari mereka yang dipimpinnya. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya.

Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dan sebagainya), melakukan kegiatan sehari-hari (monitoring dan pengendalian), dan mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.

Tangan Yang Melayani (Perilaku Kepemimpinan)
Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metoda kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin.

Dalam buku Ken Blanchard tersebut disebutkan ada empat perilaku seorang pemimpin, yaitu:
Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpinnya, tetapi sungguh-sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan Firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuatnya.

Pemimpin sejati fokus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tetapi untuk melayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata.

Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dan sebagainya.

Setiap hari senantiasi menselaraskan (recalibrating) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesama. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa) dan scripture (membaca Firman Tuhan).
Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang menurut kebanyakan orang sangat relevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh kita. Bahkan menurut Danah Zohar, penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence, salah satu tolok ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servant leadership).

Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Luderman, menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yang tinggi. Mereka biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, terinspirasi oleh visi, mengenal dirinya sendiri dengan baik, memiliki spiritualitas yang tinggi, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

Ibarat memasukkan benang ke dalam lubang jarum, harus memilih dan memasukkan kepada sasaran yang tepat. Kepemimpinan yang berpengaruh itu bukan karena jabatan, melainkan karena hatinya yang menembus hati orang-orang yang dipimpinnya, dan yang memimpin mereka kepada kemaksimalan (Stephanus Herry)

Sumber: Kumpulan catatan sifat seorang pemimpin

Posted in Motivasi dan Inspirasi | Tagged: | Leave a Comment »

Perilaku dan Ketamakan Pemain Bola

Posted by freddysetiawan on August 26, 2008

Kebanyakan para pemain bola tamak oleh harta dan uang, tidak ada kesetiaan, rasa hormat bahkan tidak ada kebanggaan bermain untuk klub yang mengontraknya.

—————————————————

Kompetisi sepakbola Liga Inggris sudah menyelesaikan pekan kedua . Tetapi ternyata sambutan publik saat ini seperti mati suri? Stadion-stadion yang biasa dipenuhi suporter masih tampak belum maksimal, perbincangan menuju tempat kerja ataupun tempat minum (pub) tidak didominasi oleh A to Z-nya pertandingan bola, acara di radio maupun televisi juga masih tampak sepi, belum terlihat menggelora. Inggris dengan EPL (English Premier League)-nya yang mendunia seperti seolah bukan satu negara gila bola .

Salah satu penyebabnya tentu saja adanya Olimpiade Beijing yang baru ditutup hari Minggu kemarin. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya media massa masih ringan memberitakan hiruk pikuk sepakbola. Kalah sangat jauh dengan liputan Olimpiade. Apalagi Inggris Raya mencatat prestasi perolehan terbaiknya sepanjang sejarah 19 Emas, 13 Perak dan 15 Perunggu.

Yang lebih telak lagi karenanya dengan prestasi bagus atlit-atlit Inggris Raya di Olimpiade adalah terbangkitkannya kebanggaan patriotik yang lama tidak mampu dijunjung oleh sepakbola. Kebanggaan menjadi orang Inggris Raya – Great Britain -, satu negara, satu bangsa. Terasa lebih penting, lebih berarti, lebih memuaskan, lebih luas dari sekadar sektarianisme klub sepakbola .

Secara tidak langsung dan tidak sadar, orang juga membandingkan atlet Olimpiade yang berlaga (relatif) bukan karena dorongan raupan uang. Dalam pengertian yang utama adalah mengharumkan negara dan bangsa, uang akan datang sendirinya dengan prestasi. Bandingkan dengan sepakbola (liga utama Inggris) yang nilai industrinya sekental olahraganya sendiri.

Bukan sekadar kalangan umum yang menilai persoalan ini tetapi juga para penggemar bola dan pendukung klub liga utama Inggris sendiri. Selama libur musim panas yang menjadi musim transfer pemain, mereka dipertontonkan dengan ketamakan para bintang sepakbola di Inggris. Ini membangkitkan kemuakan dan dis-ilusi para penggemar sepakbola Inggris.

Sebagai contoh, tarik menarik antara Cristiano Ronaldo dengan Manchester United misalnya, terlepas dari godaan yang ditawarkan Real Madrid dan tunduknya pemain itu pada akhirnya terhadap ikatan kontrak yang sejak awal ia tandatangani dengan senang hati, dianggap para penggemar bola cerminan puncak akan ketamakan seorang pemain bola. Upaya untuk meraup sebanyak mungkin uang, bahkan dengan mengatakan dirinya korban perbudakan modern.

Para penggemar bola Inggris menganggap semua klub sepakbola mempunyai Cristiano Ronaldonya sendiri-sendiri. Bahkan menurut penggemar sepakbola Inggris, begitulah cara berfikir semua pemain sepakbola. Kebanyakan para pemain bola tamak oleh harta dan uang, tidak ada kesetiaan, rasa hormat bahkan tidak ada kebanggaan bermain untuk klub yang mengontraknya.

Pengaruh Olimpiade dan kemuakan para penggemar bola terhadap perilaku para pemain bola ini belum pudar di pekan kedua putaran kompetisi liga utama Inggris. Tentu pada waktunya antusiasme publik bola di Inggris ini akan kembali. Bahkan bisa saja mencapai titik klimaks. Mungkin saja waktu itu akan datang esok, pekan depan, bulan depan, atau entah kapan…

detik

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , , | Leave a Comment »

Inter Boyong Piala Super Italia

Posted by freddysetiawan on August 25, 2008

Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho meraih debut manis dengan menyabet gelar besar pertamanya setelah timnya mengalahkan AS Roma dalam perebutan Piala Super Italia di San Siro. Melalui pertandingan alot, Nerazzurri akhirnya menang 2-2 (6-5) melalui drama adu penalti.

Dengan hasil ini, Inter pun mengoleksi gelar Piala Super Italia keempat mereka. Titel tersebut juga menjadi yang ketiga dalam empat tahun terakhir ini (1989, 2005, 2006, 2008). Jika dilihat secara kuantitas, Inter telah menyamai Juventus dalam jumlah peraihan gelar juara Piala Super Italia yang juga baru 4 kali meraihnya (1995, 1997, 2002, 2003), dan hanya masih kalah oleh tim sekotanya AC Milan yang telah 5 kali menyabetnya (1988, 1992, 1993, 1994, 2004).

Duel kedua tim di Giuseppe Meazza ini diawali dengan aksi mengheningkan cipta selama satu menit, sebagai bentuk penghormatan kepada presiden Roma Franco Sensi yang meninggal beberapa waktu lalu.

Setelah kick off dimulai, kedua tim langsung bergantian melakukan serangan. Peluang pertama didapat Roma lewat tendangan Mirko Vucinic di menit keempat yang masih menyamping dari gawang Julio Cesar. Zlatan Ibrahimovic juga ganti mengancam gawang Cristian Doni dua menit kemudian lewat sepakannya, yang juga masih jauh dari sasaran.

Usaha Inter baru menuai hasil memasuki menit ke-18. Sulley Ali Muntari menjadi pencetak gol bagi Nerazzurri dengan tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti, memanfaatkan bola liar di depan gawang Doni.

Satu gol itu semakin melecut semangat tim besutan Jose Mourinho untuk memperbesar keunggulan. Kesempatan pun muncul di menit 37, via crossing Maicon. Akan tetapi Luis Figo, pemain yang menyambut bola tersebut dengan kepalanya, gagal mengarahkan bola ke gawang Roma.

Memasuki babak kedua, Inter masih menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang pun kembali tercipta, antara lain tendangan Ibrahimovic dari luar kotak penalti di menit 51 dan drive keras Javier Zanetti di menit 56. Keduanya belum menemui hasil sesuai harapan.

Sementara Roma, meski kerap dipaksa bertahan, namun tetap bisa membuka peluang untuk mencetak gol. Bahkan salah satu di antaranya menghasilkan. Tepat satu jam pertandingan berjalan, Daniel De Rossi sukses menggetarkan jala Julio Cesar lewat tendangan jarak jauh yang sedikit berbau spekulasi. Skor pun kembali berimbang 1-1.

Namun Inter kembali dalam posisi memimpin sesaat sebelum pertandingan rampung. Mario Balotelli yang masuk menggantikan Luis Figo di paruh babak kedua berhasil melesakkan bola ke gawang Doni di menit 83 setelah sebelumnya lolos dari jebakan offside lini belakang AS Roma.

Malang bagi Inter, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Mirko Vucinic berhasil mencuri gol lewat sundulan kepalanya, memaksimalkan umpan David Pizzaro di menit-menit akhir pertandingan. Alhasil, kedua tim pun harus bertarung di babak tambahan waktu.

Di sini, Inter lebih banyak membuka peluang. Balotelli setidaknya dua kali memberikan ancaman, satu lewat tandukan, dan satunya lagi via tendangan keras. Akan tetapi Doni tampil solid di bawah mistar gawang AS Roma dengan mementahkan semua kesempatan itu.

Siapa yang jadi juara pun akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti. Dari tujuh penendang AS Roma yang ambil bagian, dua di antaranya gagal menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu Francesco Totti dan Juan. Sementara di kubu Inter, hanya Dejan Stankovic yang sedikit alpa. Sukses Javier Zanetti melesakkan bola ke gawang Doni dalam adu tendangan 12 pas itupun menjadi penentu sukses Inter meraih tropi juara Piala Super Italia ini.

Rangkuman Pertandingan
Gol:
Inter 2 (Sulley Ali Muntari 19, Mario Balotelli 83)
Roma 2 (Danielle de Rossi 60, Mirko Vucinic 90)

Adu Penalti
1-0 Vucinic (gol)
1-1 Ibrahimovic (gol)
2-1 Baptista (gol)
2-2 Balotelli (gol)
3-2 Cassetti (gol)
3-2 Stankovic (tidak gol, kena mistar gawang)
4-2 De Rossi (gol)
4-3 Maxwell (gol)
4-3 Totti (tidak gol, kena mistar gawang)
4-4 Cambiasso (gol)
5-4 Pizarro (gol)
5-5 Jimenez (gol)
5-5 Juan (tidak gol, ditepis)
5-6 Zanetti (gol)

Susunan Pemain:
Inter: Julio Cesar, Maicon, Burdisso (Rivas 89), Cambiasso, Maxwell, Zanetti, Stankovic, Muntari, Figo (Balotelli 66), Mancini (Jimenez 71), Ibrahimovic

Roma: Doni, Casetti, Mexes, Juan, Riise (Tonetto 78), Aquilani (Okaka 88), De Rossi, Pizzaro, Baptista, Perrotta (Totti 84), Vucinic

Posted in Sebuah Perjalanan, Sekilas Info | Tagged: , | Leave a Comment »

Closing Ceremony Olimpiade Beijing 2008

Posted by freddysetiawan on August 24, 2008

kekuatan olahraga yang mempersatukan. Semangat Olimpiade hidup di dalam pelukan hangat dari persaingan yang kompetitif di antara negara yang sedang berkonflik.

—————————————————-

Setelah hari yang sarat persaingan mendebarkan, dari mulai tanggal 8 sampai 24 Agustus 2008 (16 hari) dengan 302 event. Olimpiade Beijing ditutup dengan atraksi spektakuler di Stadion Bird Nest. Berbagai atraksi oleh seniman Cina memunculkan suasana memukau di stadion yang penuh tamu di Beijing, Minggu malam

Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC), Jacques Rogge menyatakan Olimpiade Beijing yang sangat luar biasa telah ditutup dengan para atlet yang telah menunjukkan kepada seluruh dunia kekuatan olahraga yang mempersatukan. Semangat Olimpiade hidup di dalam pelukan hangat dari persaingan yang kompetitif di antara negara yang sedang berkonflik.

Mari kita pertahankan semangat itu!

Perolehan Medali

1. China 51-21-28
2. USA 36-38-36
3. Russia 23-21-28
4. Great Britain 19-13-15
5. Germany 16-10-15
6. Australia 14-15-17
7 South Korea 13-10-8
8 Japan 9-6-10
9 Italia 8-10-10
10 France 7-16-17

42 Indonesia 1-1-3

(Hasil Versi Lengkap, Klik disini)

Sampai Jumpa di London 2012 !!!

Posted in Sebuah Perjalanan, Sekilas Info, Sekilas Tentang Dunia | Tagged: , | Leave a Comment »

Pekan Yang Melelahkan

Posted by freddysetiawan on August 23, 2008

Hari Selasa sampai jumat semarin (19-22/8/08), aktivitas yang terjadi kampus Universitas Indonesia (UI) Depok sedikit berbeda. Jika pada hari biasa jam 5 pagi baru petugas kebersihan dan satpam yang baru datang, maka pada hari spesial itu, lebih kurang 5000 mahasiswa baru (kayaknya gak nyampe deh) berkumpul di perempatan pocin di UI Depok. Mulai dari panitia, sampai dengan maba-maba. Ada yang berjalan santai , ada yang panik mencari dimana tempat yang dimaksud agar tidak terlambat , ada juga yang kesasar dan hanya mengikuti maba-maba yang lain .

Ya, mereka semua datang untuk mengikuti Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) UI 2008. Dengan dress code maba kemeja putih dan bawahan putih (rok panjang putih untuk wanita dan celana panjang putih untuk pria, semua bahan bukan jeans). Panitia dengan batik dan jaket kuning serta bawahan hitam (boleh jeans ataupun bahan). Pagi itu menjadi sangat ramai.

Kenapa bisa sampai 4 hari, jika dilihat baik-baik, sebenarnya hanya 2 hari, hari selasa dan rabu adalah acara untuk S1 Reguler, dimana hari pertama untuk acara OKK dan hari kedua untuk acara perkenalan UKM. sedangkan untuk kamis dan jumat untuk S1 nonreguler dan D3 (Vokasi)

Walaupun sudah diberitahu berulang kali untuk datang jam 05.30, tetap saja ada mahasiswa baru yang baru datang pukul 06.00, bahkan ada pula yang jam 08.00 baru tiba. Untung saja ada komisi disiplin yang mengatur hukuman apa yang pantas untuk mahasiswa baru yang telat .

Setelah diberi pengarahan selama hampir 2 jam, pada pukul 07.30 para mahasiswa baru pun serentak bergerak ke Balairung untuk mengikuti pengarahan akademis dari rektorat dan beberapa motivasi dari BEM UI.

Selama di Balairung, mahasiswa baru terlihat sangat antusias dalam mengikuti pengarahan dari rektorat . Setelah kurang lebih 3 jam duduk di lantai, mahasiswa baru diajak untuk sedikit menggerakkan tubuh mereka dalam sesi dinamika kelompok. Memang acara dinamika kelompok ini seolah merupakan puncak acara OKK UI. Mahasiswa baru dibagi menjadi 2 kelompok, pria dan wanita. Masing-masing diwajibkan untuk menarik tali yang menggantung di atap balairung. Kekompakan, kerjasama, dan tekad yang kuat dibutuhkan untuk dapat menarik tali yang akhirnya menampakkan spanduk yang diharapkan bisa menyemangati mahasiswa baru dalam menghadapi dunia perkuliahan UI yang berat.

Di hari kedua acara jauh lebih santai, Semacam expo ekskul-nya ketika masih sekolah, ini adalah hari pameran Unit Kegiatan Mahasiswa. Ada UKM-UKM dari berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, karate, tae kwon do, dll, cabang seni fotografi, orkestra, dancesport, marchingband, dll, dan juga UKM rohis dari berbagai agama di Indoesia

OKK UI 2008 dengan tema bangkit Indonesia mempunyai konsep yang berbeda dibanding dengan OKK pada tahun sebelumnya. Pada tahun ini tidak ada kekerasan fisik maupun psikologis pada pelaksanaannya. Selain itu, OKK UI 2008 merupakan salah satu peryaratan bagi Mahasiswa Baru (MaBa) untuk resmi menjadi anggota IKM UI dan mendapatkan sertifikasi dari DPM UI. Sebagai buktinya, MaBa akan diberikan kartu anggota IKM UI. Selanjutnya, silakan menuju Akses Cepat yang terdapat di bagian kanan atas dari halaman ini, terutama bagian PENGUMUMAN untuk informasi terbaru. Selamat mengerjakan hal-hal yang menyenangkan persembahan kami kepada kalian, angkatan 2008.

Ikrar Bangkit Indonesia

“Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar.”

”Tiada sesuatu yang membuat kami seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini, sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.”

”Kami berjanji dengan sepenuh hati akan berjuang sekuat-kuatnya, sehormat-hormatnya sebagai mahasiswa Universitas Indonesia, Bangsa Indonesia, makhluk Allah Yang Maha Kuasa, untuk membantu kondisi tanah air ini, bangsa ini menjadi lebih baik.”

Bangkit Indonesia!!!

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , , | 3 Comments »

Sudahkah Anda Shalat?

Posted by freddysetiawan on August 22, 2008

Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama
———————————————————————

Sibuk dan keasikan ngerjain tugas-tugas kuliah, kerjaan dan proyek-proyek yang menumpuk, maen game, browsing, nulis, jalan-jalan atau berbagai kegiatan lainnya sering kali membuat kita lupa waktu. Tanpa sadar, kita sudah menghabiskan waktu sekian jam. Tanpa kita sadari, sering kali terjadi, kita hampir melupakan shalat kita. Sudahkah Anda Shalat?

Orang Yang Tidak Melakukan Solat:

Subuh: Dijauhkan cahaya muka yang bersinar.

Dzuhur: Tidak diberikan berkah dalam rezekinya.

Ashar: Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan.

Maghrib: Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.

Isha: Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya..

Rasullulah Saw bersabda “Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama” (HR. Baihaqqi)

Shalat merupakan penghubung antara hamba dengan Tuhannya. Ia merupakan sebesar-besarnya tanda iman dan seagung-agungnya syiar agama. Shalat merupakan tanda syukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada hambanya. Ia merupakan ibadah yang membuktikan keislaman seseorang. Shalat adalah ibadah yang sangat mendekatkan hamba kepada Khaliqnya.

Yang pasti, dimanapun kita berada, shalat adalah tetap yang utama.

Di dalam air

Di dalam pesawat

Di stasiun kereta

Di atas bus

Di salju

Di gurun pasir

Di atas gunung

Di bawah tekanan

Dimana anda sempat

Di tempat paling di cintai seluruh umat Islam

shalat yuk !

Posted in Kajian Islam, Sebuah Perjalanan | Tagged: | Leave a Comment »