Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah Tulisan Tentang Cerewet

Posted by freddysetiawan on August 14, 2008

i’m what i choose. i do what i love, i love what i do. i determine my destiny, i compose my melodies of life.

————————————————

Lagu ini tampak pas benar, rasanya, tapi entahlah…

Pacarku Cerewet (By: Supersonic)

Marah, kesel, aku hari ini
Pagi-pagi handphoneku berbunyi
Pacarku bilang, “ayo cepet mandi”
Ku tak peduli, aku tidur lagi

Siang hari, aku mau pergi
Tiba-tiba handphone bunyi lagi
Pacarku tanya, “pergi sama siapa, mau kemana, jangan lama-lama”

Chorus:
Pacarku kamu kok cerewet
Bikin aku kesel serba salah jadinya
Malam hari ku cari hiburan
Jalan-jalan dengan teman-teman
Seperti biasa handphoneku berbunyi
Pacarku bilang, “ayo cepet pulang”

(Aku bingung pacarku cerewet)
(Aku kesel pacarku cerewet)
(Aku pusing pacarku cerewet)
(Serba salah pacarku cerewet)

Bicara tentang kata cerewet, cerewet memang identik dengan kaum Hawa. Tapi secara psikologi tidak ada patokan bahwa cerewet lebih akrab disanding oleh wanita. Kebiasaan wanita bila ada masalah lebih senang dibicarakan atau sekadar untuk didengarkan. Sementara pria, kalau ada masalah cenderung memilih lari untuk merenung ke dirinya sendiri untuk mencari jalan terhadap permasalahannya. Sehingga seringkali wanita identik disebut cerewet.

Berangkat dari kekhasan wanita ketika ada masalah selalu berbagi (sharing), sehingga bisa mengungkapkan pendapat dengan segala alasannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi dominan untuk menyampaikan kehendaknya masing-masing.

Ya… Tapi sungguh cerewet itu begitu menyebalkan, capek bener harus menghadapi orang cerewet, mulut tiada pernah berhenti. Dasar cerewet…. Menulis ini mengingatkanku saat sedang menggelinding dan menggelandang antara hal yang penting sampai yang tidak jelas diperdebatkan. Selain, tentu saja, keramaian-keramaian kecil kami yang terkadang mengesalkan, ada juga yang mengesankan dan indah, tapi tak sedikit pula yang menggetarkan. Tapi semuanya begitu indah. Semuanya hadir begitu saja. Sebuah keindahan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Tapi sungguh perdebatan kecil itu terbukti mampu membentuk karakter-karakter positif muncul. Beberapa sifat yang mungkin bawaan dari kecil dan sulit diubah akan muncul dalam wujudnya yang positif. Menghasilkan sebuah pemikiran maju, saling melengkapi dan mengisi kekosongan yang ada.

Tapi yang pasti dan layak untuk selalu diingat. Setiap yang cerewet akan selalu cerewet, tak mungkin berubah. Meskipun memang, sifat ini seringkali didominasi ”gender tertentu” saja dan kebanyakan dari merekalah banyak lahir orang-orang cerewet. Dasar cerewet!

Dasar kamu cerewet…. tapi biar cerewetnya nyebelin, aku tetap selalu pengen dengar cerewet kamu. hehe

i’m what i choose. i do what i love, i love what i do. i determine my destiny, i compose my melodies of life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: