Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Perilaku dan Ketamakan Pemain Bola

Posted by freddysetiawan on August 26, 2008

Kebanyakan para pemain bola tamak oleh harta dan uang, tidak ada kesetiaan, rasa hormat bahkan tidak ada kebanggaan bermain untuk klub yang mengontraknya.

—————————————————

Kompetisi sepakbola Liga Inggris sudah menyelesaikan pekan kedua . Tetapi ternyata sambutan publik saat ini seperti mati suri? Stadion-stadion yang biasa dipenuhi suporter masih tampak belum maksimal, perbincangan menuju tempat kerja ataupun tempat minum (pub) tidak didominasi oleh A to Z-nya pertandingan bola, acara di radio maupun televisi juga masih tampak sepi, belum terlihat menggelora. Inggris dengan EPL (English Premier League)-nya yang mendunia seperti seolah bukan satu negara gila bola .

Salah satu penyebabnya tentu saja adanya Olimpiade Beijing yang baru ditutup hari Minggu kemarin. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya media massa masih ringan memberitakan hiruk pikuk sepakbola. Kalah sangat jauh dengan liputan Olimpiade. Apalagi Inggris Raya mencatat prestasi perolehan terbaiknya sepanjang sejarah 19 Emas, 13 Perak dan 15 Perunggu.

Yang lebih telak lagi karenanya dengan prestasi bagus atlit-atlit Inggris Raya di Olimpiade adalah terbangkitkannya kebanggaan patriotik yang lama tidak mampu dijunjung oleh sepakbola. Kebanggaan menjadi orang Inggris Raya – Great Britain -, satu negara, satu bangsa. Terasa lebih penting, lebih berarti, lebih memuaskan, lebih luas dari sekadar sektarianisme klub sepakbola .

Secara tidak langsung dan tidak sadar, orang juga membandingkan atlet Olimpiade yang berlaga (relatif) bukan karena dorongan raupan uang. Dalam pengertian yang utama adalah mengharumkan negara dan bangsa, uang akan datang sendirinya dengan prestasi. Bandingkan dengan sepakbola (liga utama Inggris) yang nilai industrinya sekental olahraganya sendiri.

Bukan sekadar kalangan umum yang menilai persoalan ini tetapi juga para penggemar bola dan pendukung klub liga utama Inggris sendiri. Selama libur musim panas yang menjadi musim transfer pemain, mereka dipertontonkan dengan ketamakan para bintang sepakbola di Inggris. Ini membangkitkan kemuakan dan dis-ilusi para penggemar sepakbola Inggris.

Sebagai contoh, tarik menarik antara Cristiano Ronaldo dengan Manchester United misalnya, terlepas dari godaan yang ditawarkan Real Madrid dan tunduknya pemain itu pada akhirnya terhadap ikatan kontrak yang sejak awal ia tandatangani dengan senang hati, dianggap para penggemar bola cerminan puncak akan ketamakan seorang pemain bola. Upaya untuk meraup sebanyak mungkin uang, bahkan dengan mengatakan dirinya korban perbudakan modern.

Para penggemar bola Inggris menganggap semua klub sepakbola mempunyai Cristiano Ronaldonya sendiri-sendiri. Bahkan menurut penggemar sepakbola Inggris, begitulah cara berfikir semua pemain sepakbola. Kebanyakan para pemain bola tamak oleh harta dan uang, tidak ada kesetiaan, rasa hormat bahkan tidak ada kebanggaan bermain untuk klub yang mengontraknya.

Pengaruh Olimpiade dan kemuakan para penggemar bola terhadap perilaku para pemain bola ini belum pudar di pekan kedua putaran kompetisi liga utama Inggris. Tentu pada waktunya antusiasme publik bola di Inggris ini akan kembali. Bahkan bisa saja mencapai titik klimaks. Mungkin saja waktu itu akan datang esok, pekan depan, bulan depan, atau entah kapan…

detik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: