Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Ketika Bulan Ramadhan Segera Tiba

Posted by freddysetiawan on August 29, 2008

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.”

————————————————

Sebentar lagi, lusa, bulan Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih oleh kita semua, kali ini aku menyebutnya ketika bulan Ramadhan segera tiba. Alangkah baiknya kalo kita memilki ilmu tentang Ramadhan yang dipahami dengan baik.

Coba, kita semua renungkan dan membayangkan, semua umat Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Bahkan kebanyakan diantaranya selalu berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, dengan sungguh-sungguh dapat meraih kebaikan dan keutamaan Ramadhan. Dan ketika berpisah dengan Ramadhan, kebanyakan diantaranya tidak pernah berhenti berdo’a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhan dan amalan-amalannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri kita semua umat islam, karena kita semua tentu sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Ada sedikit trik dan tips tentang bagaimana menyambut bulan Ramadhan.

1. Berdoalah agar Allah swt. senantiasa memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat walafiat.

Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda “apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita.

Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat walafiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur. Alhamdulillah.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan.

Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan.

Waktu berjalan sangat cepat, tanpa terasa Ramadhan pun akan terasa sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan.

Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan.

Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” (Al-Anbiyaa’ : 7).

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk.

Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs.

Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan

Banyak cara untuk berdakwah, dan alangkah besar pahala di bulan ramadhan, ada beberapa cara yang cukup efektif, antara lain dengan:
a. Menulis catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
b. Membagikan buku saku, selebaran ataupun tulisan sederhana di blog, email ataupun milis yang berisi nasihat dan keutamaan puasa dan ajakan untuk memperbanyak ibadah.

c. Membagikan link blog dan mengajak membaca sedikit tulisan tentang kajian islami ini kepada saudara-saudara lain.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih.

Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.”

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.

Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jumat. Lakukanlah sekarang juga, bulan ramadhan akan segera datang, bulan ramadhan sudah di depan mata. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan yang datang 1 tahun sekali ini. Siapa yang dapat menjamin kita dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun depan.

Sumber: Kumpulan kisah islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: