Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Selamat Datang Ramadhan

Posted by freddysetiawan on August 31, 2008

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Mari kita melakukan kebajikan pada bulan Ramadhan, sehingga Allah Swt. akan membalasnya dengan sejumlah ganjaran dengan pahalanya jadi berkali lipat.

—————————————————

Alhamdulillah. Ramadhan kini datang menjelang. Kaum muslimin semuanya senang. Suasana pun menjadi tenang. Karena memang bulan ini adalah bulan kemenangan. Bulan kemenenangan bagi kita kaum muslimin. Tampaknya kita juga udah tahu benar kalau bulan Ramadhan adalah suatu bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah Swt. Itu sebabnya, kita semua gembira menyambut Ramadhan.

Semangat kaum muslimin dalam menyambut bulan mulia ini juga terlihat dengan maraknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Ramadhan. Stasiun televisi, seperti setiap tahunnya, dengan rajin menayangkan program unggulan mereka. Mulai dari acara kuis, acara ceramah pengantar sahur, ceramah menjelang berbuka puasa, iklan berbagai produk pun banyak muncul selalu disisipi pesan “selamat menunaikan ibadah puasa“, dan tidak ketinggalan tayangan favorit untuk menemani “ngabuburit“, yakni sinetron Ramadhan.

Di lingkungan sekitar pun. Masjid-masjid mulai direhab dan diperindah agar kita semakin merasa nyaman melaksanakan ibadah, berbagai agenda kegiatan pun sudah disusun rapi oleh pengurus mesjid, termasuk kegiatan remaja masjid, ada ceramah ba’da shubuh dan setelah isya, ada juga acara pengajian menjelang berbuka puasa, serta shalat tarawih berjamaah. Sungguh indah suasana Ramadhan ini. Andaikan kondisi ini ada sepanjang hari selama hidup kita. Subhanallah.

Di lain sisi, tampaknya kita semua sudah tahu kalau puasa Ramadhan itu wajib hukumnya. Sebagaimana Allah Swt. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS al-Baqarah [2]: 183)

Kita semua juga tentu udah tahu kalau yang namanya puasa itu salah satunya adalah melatih aktivitas fisik kita. Salah satunya tentu harus kuat menahan lapar dan haus, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari (maghrib). Selama kurang lebih 12 jam organ tubuh tertentu kita di-off-kan dari aktivitas mengolah makanan. Kalau di hari biasa, mulut kita seolah tidak pernah berhenti menyantap makanan, di bulan Ramadhan break dulu di siang hari. Sekaligus memberi kesempatan kepada lambung kita untuk istirahat.

Kalau aktivitas nahan lapar dan haus, mungkin hampir bisa dilakukan oleh setiap orang, termasuk anak kecil sekalipun. Malah hari biasa saja mereka bisa tahan untuk tidak makan kalau sedang asyik-asyik bermain. Apalagi kalo udah lengket dengan video game, dijamin bisa lupa segalanya.

Tapi sebetulnya puasa juga merupakan sarana untuk menambah kuantitas amal kita, sekaligus memperbaiki kualitas amal kita. Disini sebenarnya kita bukan hanya ditantang untuk menahan lapar dan haus, tapi juga dari godaan hawa nafsu, mulai dari ngomongin orang, bebohong, ngejahilin orang dan untuk berbuat maksiat lainnya.

Rasulullah saw. bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” (HR Ahmad)

Jadi sungguh disayangkan kalau puasa fisik nggak dibarengi juga dengan puasa dari perbuatan yang maksiat. Sungguh rugi pula kalau berlalu begitu saja tanpa ada aktivitas amal shaleh yang kita lakukan. Sebab saat Ramadhan Allah memberikan bonus yang besar dalam ibadah kita. Jadi, jangan sia-siakan deh puasa kita. Sayang banget. Apalagi belum tentu tahun depan kita ketemu lagi Ramadhan.

Mari kita manfaatkan kesempatan ini. Jangan sampe lepas begitu saja. Puasa fisik wajib, tapi menjaga agar puasa ini nggak sia-sia juga wajib. Mulai sekarang, kita isi Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai pahala di sisi Allah.

Seperti penjelasan di awal tulisan ini, bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Mari kita melakukan kebajikan pada bulan Ramadhan, sehingga Allah Swt. akan membalasnya dengan sejumlah ganjaran dengan pahalanya jadi berkali lipat. Bayangkan jika itu kita lakukan setiap hari selama sebulan penuh di bulan mulia tersebut.

Dalam sebuah hadis qudsiy Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagi-Ku. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)

Kalau puasa tidak menjadikan kita mawas diri, tidak menjadikan kita malu, bahkan tidak menjadikan kita jadi anak shaleh, itu berarti kita sia-sia. Sebab, seharusnya puasa bisa menjadi perisai kita dari berbuat yang tidak benar. Puasa adalah tameng kita. Sabda Rasulullah saw.: “Puasa adalah perisai (dari api neraka). Jika seseorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertengkar. Jika dimaki-maki orang lain, katakanlah: Saya sedang berpuasa” (HR Bukhari)

Diriwayatkan pula dari Abu Hurayrah r.a.: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada bulan Ramadhan, Allah tidak butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum.” (HR Bukhari)

Hadis ini memberikan sinyal buat kita, bahwa kalau kita masih tetap kuat bermaksiat meski sedang puasa, maka jangan harap kalau puasa kita mendapat berkah dari Allah Swt. Ih, naudzubillahi min dzalik.

Jadi, kita sambut gembira Ramadhan ini, perbanyak amal sholeh, tingkatkan kualitasnya, dan tentu, tinggalkan maksiat. Jangan lupa, tetep giat mengkaji Islam. Perdalam ilmu agama kita

Sumber: Kumpulan kisah islami

2 Responses to “Selamat Datang Ramadhan”

  1. Indahnya jika televisi menayangkan acara yang dapat menunjang peningkatan iman di bulan suci ini. Mudah-mudahan di masa depan acara-acara yang ditayangkan mampu menjawab keinginan ini. Amin.

  2. faisol said

    terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: