Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Apa Kata Mereka ?

Posted by freddysetiawan on September 13, 2008

Setelah hampir 2 minggu tidak menuliskan berbagai isi kegundahan hati yang menyelimuti jiwa ini, aku yang selama ini hanya menuliskan kembali beberapa hal bertemakan ramadhan dari beberapa sumber, secara resmi kembali menuliskan hal-hal aneh penuh makna. Hore… senangnya… .

Beberapa waktu belakangan ini, aku mencoba untuk sedikit berbenah diri. Meski selama ini aku tahu dan sadar, namun aku tidak pernah bisa melakukan sebuah senyuman. Senyum dengan ikhlas lepas dan tanpa beban.

Aku jadi teringat ejekan beberapa sahabatku,”fred, senyum dikit donk! gak usah sok cool dech“. Kata-kata mereka memang cukup beralasan, baik di kala disapa junior, ngumpul bareng, nyantai, foto rame-rame, foto angkatan ataupun di berbagai event, terkadang aku memang sedikit sulit untuk tersenyum. Tak ada alasan untuk berkelit ataupun berkilah. Karena tidak ada alasan untuk membela diri. Tapi sungguh, bukannya aku berusaha sok cool ataupun bermahal senyum. Hanya saja, senyuman itu tidak dapat muncul.

Namun, setelah beberapa hari penuh mengikuti “kursus senyuman”, kali ini aku mencoba untuk mengimplementasikan ilmu senyumanku ke dunia nyata.

Momen untuk mengimplentasikan ilmu ini memang relatif tepat, yaitu ketika masa bimbingan (mabim) mahasiswa baru, dimana mahasiswa-mahasiswa angkatan 2008 diwajibkan memburu tanda tangan-tanda tangan para angkatan diatasnya (senior). Dan apa kata mereka?

Murah senyum” (baru belajar senyum ni )

Senyum mulu, bisa ketawa gak ya?” (ya bisalah….. )

Suka senyum. Awet muda” (hehe… namanya juga didy kid, jiwa muda, awet muda… )

Sama-sama punya lesung pipi” (hahaha…. )

dll… gak ingat lagi ni…

Puncak kegundahan hatiku adalah jawaban polos sekumpulan anak-anak, ketika aku suka tersenyum kepada anak-anak kecil, sebut saja anak-anak yang sering bermain bola di dekat rumahku dengan polosnya bertanya “kak, kakak slank ya?” ( Hah… emangnya gue mirip anggota slank ya? siapa? Rasanya jauh deh…). Beberapa hari kemudian, ketika aku lewat, mereka pun masih saja berkata “slank…slank…” (hehe… ada-ada aja ni anak-anak. Tapi, moga-moga bisa sukses kayak slank, banyak penggemarnya. slankers). Yang anehnya, bahkan diantara mereka ada yang masih ragu-ragu dan saling bertanya “emangnya beneran anggota slank ya?” (ya gaklah nak…nak…!!!)

Di kesempatan lain, ada 3 bocah wanita yang sedang berjalan ke arahku, berlawanan dengan arah yang kulalui. Dari kejauhan, mereka tampak saling berbicara tentang diriku sambil menunjuk-nunjuk ke arahku, masih dalam rangka mencoba mengimplementasikan ilmu, aku pun hanya tersenyum. Ketika sudah dekat, aku mendengar sepatah kata dari salah seorang dari mereka “coba liat deh baek-baek, mirip kan?“. Merasa geer dibicarain (sadar fred… anak-anak tu! ), aku pun tersenyum sambil berkata “siapa tu?“. Mereka semua pun tertawa. Lalu tiba-tiba berbalik dan memanggil “kak… kakak artis ya?” hahaha…. tampaknya wajahku pasaran ya? atau cocok jadi artis. . Entahlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: