Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Meningkatkan Kecintaan Kepada Al Qur’an

Posted by freddysetiawan on September 16, 2008

Kebahagiaan sedang menyelimuti umat muslim di seluruh dunia. Kehadiran bulan Ramadan yang selalu dinanti-nanti oleh sebagian besar umat Muslim. 30 hari dalam bulan Ramadan bagaikan hari-hari keemasan.

Satu hari di antara 30 hari tersebutlah merupakan hari pertama turunnya kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur’an. Al-Qur’an pertama kali diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW di gua Hira tepat pada tanggal 17 di bulan Ramadan yang sering disebut dengan malam Nuzulul Qur’an.

Menyadari akan momen yang dianggap sangat berharga tersebut, umat Islam bak tak ingin kalah dalam perlombaan mendulang pahala demi mengharap ridho Allah SWT. Tidak sedikit dari umat Islam saat detik itu menjelang mengisi hari-hari serta malamnya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Sedikit melirik tradisi yang sering dilewati oleh umat Muslim sejak dulu pada malam ke-17 bulan Ramadan selalu diisi dengan tadarus atau membaca Al-Qur’an. Bahkan di tempat-tempat ibadah umat Islam (masjid), akan tampak lebih ramai pada malam tersebut. Meskipun pada malam-malam sesudahnya masjid juga selalu ramai, akan tetapi pada malam tersebut akan lebih ramai dibanding hari-hari biasanya.

Semangat ruhaniah yang terdapat dalam diri umat Islam saat bulan Ramadan tiba, khususnya pada malam Nuzulul Qur’an harus senantiasa dijaga. Karena semangat tersebut menandakan bahwa umat Islam senantiasa berusaha untuk memuliakan Al-Qur’an.

Selain itu masih banyak nilai lain yang terkandung pada malam 17 Ramadan jika dilihat dari cara umat muslim itu sendiri dalam memperingatinya. Dengan meramaikan masjid dan memperbanyak membaca Al-Qur’an, artinya umat Islam senantiasa berusaha untuk selalu menumbuhkan kecintaan pada kitab sucinya. Kecintaan suatu umat terhadap kitab suci yang dimilikinya terkadang bisa pudar seiring dengan perkembangan zaman. Kecintaan umat muslim terhadap Al-Qur’an juga demikian, contoh kecil adalah kecintaan generasi muda Islam terhadap kitabnya. Tidak sedikit kalangan muda yang rela menggunakan kaca mata lantaran terlalu banyak membaca buku dan mendapat julukan kutu buku. Tapi langka, jika pada zaman modern ini kita jumpai generasi muda yang merelakan matanya lelah lantaran membaca Al-Qur’an. Atau sederhanya, betapa sulitnya menjumpai pemuda Islam yang begitu mencintai, mengandrungi Al-Qur’an seperti ia mencintai cerpen, novel atau buku bacaan lainnya.

Jika umat Islam mengalami masa krisis cinta terhadap Al-Qur’an, bagaimana mungkin ia bisa menjadikan Al-Qur’an tersebut sebagai pegangan atau pedoman hidup. Padahal Allah yang menyebutkan bahwa salah satu fungsi dari Al-Qur’an adalah sebagai hudallinnas atau petunjuk bagi manusia.

Jika kehidupan ini diibaratkan sebagai perjalanan yang cukup panjang, Al-Qu’ran memegang peran yang sangat penting karena isi dari Al-Qur’an menjelaskan sendi-sendi kehidupan bahkan hingga pada bagian yang sanggat kecil. Al-Qur’an bahkan bisa mengalahkan fungsi kompas si penunjuk arah. Jika kompas hanya menunjukkan 4 arah pada umumnya, Utara, Selatan, Barat dan Timur, Al-Qur’an mampu memberikan kepada kita petunjuk lebih dari itu. Bahkan jika ingin menghitung secara matematis kalkulator tak akan sanggup untuk menghitungnya. Hal ini disebabkan karena begitu banyak bagian dari kehidupan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Di dalam Al-Qur’an terdapat segalanya, sebut saja beberapa, misalnya bagaimana cara kita bersosialisasi dengan sesama atau bagaimana cara menjalin ukhuwah hingga bagaimana proses penciptaan alam semesta ini pun terdapat dalam Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an memegang peran yang begitu penting, entah apa yang akan terjadi jika rasa cinta terhadap Al-Qur’an tidak hadir pada diri kita sebagai umat muslim. Menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an tidak hanya bisa dengan membaca ayat demi ayatnya saja. Tapi dengan memperbanyak membaca ayat serta maknanya, adalah salah satu cara yang sangat efektif. Dengan mengetahui arti serta maknanya akan mempermudah kita memahami apa kandungan Al-Qur’an. Dari situlah kecintaan kita akan bertambah seiring dengan bertambahnya pemahaman kita sebagai umat Islam terhadap koridor-koridor yang telah Allah tentukan dalam Al-Qur’an.

Dengan hadirnya bulan Ramadan dan momen Nuzulul Qur’an bisa kita jadikan saat untuk menumbuhkan rasa cinta kita pada kitab suci Al-Qur’an.

borneo-tribune.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: