Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Selamat Bermudik

Posted by freddysetiawan on September 27, 2008

Prosesi mudik juga sarat akan pengakuan “ada” dan “tidak ada”-nya tekad seorang pemudik setelah sekian lama merantau di daerah orang untuk kembali kepada tanah kelahiran

———————————————

Idul fitri sudah di depan mata, masa-masa mudik pun telah tiba. Selamat mudik bagi yang menjalankannya, semoga para pemudik diberi kelancaran dan keselamatan dalam mudiknya dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa setelah aktivitas mudiknya berakhir.

Mudik pun kini menjadi berita utama di berbagai media. Di surat kabar, televisi ada info mudik, tips bermudik dan berbagai iklan dan layanan tentang mudik. Kelompok-kelompok atau klub kendaraan bermotorpun tidak ketinggalan menyelenggarakan mudik bersama anggota-anggotanya. Perusahaan-perusahaan swasta pun ada yang mengakomodir karyawannya atau kelompok tertentu untuk dapat mudik gratis.

Sedikit melirik definisi ke wikipedia, disana dijelaskan, mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Ya… Mudik bener-bener suatu acara di waktu lebaran yang fenomenal.

Sejak hari kamis kemarin, temen-temen di kampus mulai banyak yang mudik. Sedangkan aku baru besok melakukan perjalanan mudik menuju ibukota provinsi yang paling barat dari negara Indonesia ini. Hmm, senangnya bertemu kembali dengan keluarga setelah mengalami perpisahan selama beberapa waktu. Hehe

Mudik merupakan salah satu pengalaman religi bangsa Indonesia yang mengandung muatan sosial. Bagi orang yang mengadu nasib di perantauan, baik sekolah, kuliah, mengadu nasib ataupun aktivitas pencarian modal ekonomi, ini merupakan kesempatan untuk dapat merayakan hari lebaran sebaik-baiknya bersama keluarga di kampung halaman. Saking besar daya gugah hari raya umat Islam ini, mereka (pemudik) rela berdesakan dan mengeluarkan ongkos kendati naik puluhan persen agar sampai ke kampung halaman.

Dalam prosesi mudik juga sarat akan pengakuan “ada” dan “tidak ada”-nya tekad seorang pemudik setelah sekian lama merantau di daerah orang untuk kembali kepada tanah kelahiran. Jangan sampai kita lupa pada negeri yang telah menghidupi dan membesarkan kita. Dalam tradisi mudik tercermin sebuah usaha seseorang yang mencoba peruntungan di negeri lain untuk menampakkan eksistensi kemanusiaannya ketika kembali ke tanah kelahiran. Jadi, prosesi mudik sebagai sebuah tradisi memiliki akar genealogis yang bersifat kolektif sehingga ikatan persaudaran (brotherhood) antara warga dengan pemudik terjalin kuat.

Tak kalah unik, bahkan sahabatku yang bukan muslim pun, ikut-ikutan mudik pada idul fitri ini. Tentunya ia bukan untuk merayakan idul fitri, tapi memanfaatkan waktu liburan yang sempit di antara kepadatan aktifitas untuk dapat berkumpul bersama keluarga.

Di dalam al-Quran memang tidak tercantum secara tekstual perintah melaksanakan mudik untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Akan tetapi, selain bermakna sebagai simbol silaturahmi, secara praktis kegiatan pulang kampung ini telah menjadi kebudayaan yang berdampak pada segala sektor kehidupan masyarakat Indonesia. Kendati hanya dirasakan beberapa hari saja. Jadi, tidak terkategori bid’ah saya pikir kalau masyarakat Islam di negeri ini bermudik ria ke kampung halaman karena Islam kita adalah Islam Indonesia. Bukan Islam Arabisme!

Selamat bermudik semuanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: