Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Aku dan Sudoku

Posted by freddysetiawan on October 4, 2008

Kita semua memiliki peran penting yang berbeda dalam hidup ini, tapi tak menjadi soal dimana posisi kita, semua akan memiliki arti walau sekecil apapun peran itu

————————————————————

Beberapa waktu ini, aku sedang gemar-gemarnya bermain sudoku , sebuah game yang cocok untuk mengisi waktu luang dikala harus menunggu, dalam perjalanan ataupun dalam kelas yang kadang begitu membosankan . Permainannya relatif sederhana, bukanlah sebuah game berat, namun mengasah otak, itulah tipe-tipe game favoritku.

Yang lebih unik, ternyata buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Bokapku juga sedang menggemari game tersebut, padahal kami terpisahkan oleh selat dan gunung, berada di pulau dan kota yang berbeda. Unik dan lucu saja ketika lebaran ini berjumpa, ketika diwaktu senggang aku melihat kami sama-sama sedang bermain sudoku.

Sedikit mengulas tentang sudoku, dari wikipedia aku dapatkan:
Sudoku (数独 sūdoku), juga dikenal sebagai Number Place atau Nanpure, adalah sejenis teka-teki logika. Tujuannya adalah untuk mengisikan angka-angka dari 1 sampai 9 ke dalam jaring-jaring 9×9 yang terdiri dari 9 kotak 3×3 tanpa ada angka yang berulang di satu baris, kolom atau kotak. Pertama kali diterbitkan di sebuah surat kabar Perancis pada 1895 dan mungkin dipengaruhi oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler, yang membuat terkenal Latin Square.

Versi modern permainan ini dimulai di Indianapolis pada 1979. Kemudian menjadi terkenal kembali di Jepang pada 1986, ketika penerbit Nikoli menemukan teka-teki ini yang diciptakan Howard Garns.

Nama “Sudoku” adalah singkatan bahasa Jepang dari “Suuji wa dokushin ni kagiru(数字は独身に限る), artinya “angka-angkanya harus tetap tunggal”.

null

Jika kita melihat lebih dalam. Sesungguhnya sudoku bukan hanya susunan angka-angka yang memenuhi persyaratan permainan, namun ia juga merupakan contoh dari sebuah tatanan kehidupan kita. Dimana setiap angka adalah kita, orang-orang yang berada pada kehidupan ini. Andaikata, jikalau, seandainya direpresentasikan semakin tinggi suatu nilai atau angka (misalnya 9 merupakan nilai maksimal pada sudoku 3×3) maka menunjukkan tingginya posisi seseorang. Apakah angka 9 yang besar itu dapat berdiri sendiri untuk menyelesaikan permainan? Tentu kita semua akan menjawab tidak. Begitu pula dengan kita ini, manusia, adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, saling melengkapi dan saling mengisi. Seperti sudoku, tidaklah penting di posisi mana kita berada, yang paling penting adalah bagaimana kita berada di posisi yang benar, tidak mengganggu yang lain dan melakukan yang terbaik hingga dapat menyelesaikan permainan dengan kebersamaan angka-angka. Begitu pula dalam kehidupan, kita semua memiliki peran penting yang berbeda dalam hidup ini, tapi tak menjadi soal dimana posisi kita, semua akan memiliki arti walau sekecil apapun peran itu.

One Response to “Aku dan Sudoku”

  1. NiaR said

    Misi,,,numpang kOmen…

    Tu cuma teori kan,,kenyataannya peran penting cuma dimiliki orang penting..

    Org ptg kmn pun perg ttp penting…

    Gk jln Organisasi klo gk da org ptg, Gk jd rapat klo gk ada Org Ptg…

    Huffh..Enak ya jd Org Ptg…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: