Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Mrs. Double Degree

Posted by freddysetiawan on October 6, 2008

Talk Less, Do More
————————————————–

Kalo lebaran identik dengan bermaaf-maafan, disaat-saat seperti ini aku malahan nekad berbuat dosa , namun aku harap, orangnya tidak marah dan memaklumi tulisanku kali ini.

Jalan-jalan bersama para sahabat yang sudah lama tidak berjumpa memang menjadi salah satu agenda utamaku pulang kali ini, tentunya setelah bertemu keluarga dan orang-orang yang sangat berarti dalam hidup ini. Aku dan mereka para sahabat yang lebih cocok aku sebut kami, berjalan dari satu tempat ke tempat lain, singgah dari rumah sahabat yang satu ke rumah sahabat yang lain, mencari sebuah peruntungan dan melakukan sebuah perjuangan menemukan jalur-jalur dan jalan-jalan untuk meraih kemenangan dalam pertempuran .

Dalam sebuah bagian dari perjalanan panjang, kami bertemu dengan beberapa kenalan baru, teman salah seorang sahabat, karena bukan berasal dari Banda Aceh, kami pun mencoba menemani untuk menikmati indahnya pemandangan ibukota provinsi yang terletak di ujung barat negara Indonesia ini, jalan-jalan, kuliner dan akhirnya mengantarkan mereka pulang.

Dan disitulah malapetaka itu akhirnya datang, ketika kami hendak pulang setelah duduk sejenak menikmati minuman dingin pelepas dahaga dan shalat ashar yang tidak mungkin untuk kami tinggalkan, kami bertemu dengan seorang wanita, wanita yang keperkasaannya melebihi istri seorang pejabat, ibu dari mereka yang baru kami kenal, kali ini aku menyebutnya Mrs.Double Degree. Tragedi itu bermula dari kami yang hendak berpamitan untuk meneruskan perjalanan panjang yang singkat ini, sekedar berbasa-basi sebelum pulang, ia pun menanyakan sekilas tentang asal dan kuliah kami, entah ada angin dan badai apa, ia pun dengan semangatnya mulai berbicara, bercerita dan tidak berhenti menggoyang lidahnya, segalanya dibabat tanpa henti, mulai dari sebuah hal yang berguna, spam yang memenuhi inbox memory-ku hingga segala hoax yang membuat telinga menjadi jengah mendengarnya. Pergerakan yang dimulai dari sebuah kehidupan kota luar, pertualangannya yang konon katanya seru nan menantang, ketangguhan dan keperkasaannya, hingga puncaknya yang “Double Degree“. peace…. .

Sssttt… Gak baek ngomongin orang.

Sedikit mengulas tentang omongan, aku paling malas mendengarkan orang banyak omong, apalagi jika omongan yang hanya dimulut tanpa realisasi, bukti dan kebenaran yang hakiki. Toh kita sendiri juga tahu, semakin berisi padi akan semakin merunduk, sedangkan tong kosong nyaring bunyinya.

Orang-orang yang berbicara seolah dapat menggapai dunia, dengan gayanya yang selangit ia berkata seolah semua dapat diraih semudah membalikkan telapak tangan. Sedangkan kenyataan di lapangan, ia terseok-seok dan tidak memiliki keberanian untuk bergerak, terlena dan banyak pertimbangan dari omongan orang lain. Tidak percaya diri. Jangankan untuk menguasai, mendekati dunia saja ia masih kewalahan.

Aku jadi teringat sebuah kalimat sahabatku baru-baru ini

Gue benar-benar gak nyangka, talk less do more, tiba-tiba aja, eh…

Apaan? Cuma gue yang masih jalan di tempat nich

Alah, belagu.. siapa namanya cewek tu? gue agak lupa, hahaha…

Gue jomblo cuy… hehehe, ntar gue terakhir-terakhir aja, abis-abis kalian semua :p. Tapi bro, ni beneran, gue paling salut sama loe. You are the best

Hahaha… parah-parah, gue aj ampe gk nyangka berbuat gitu..

Makanya gue salut sama loe, talk less, do more. Perlahan tapi pasti

Hahaha, gue lagi hilang akal sehat tu

Tapi justru itu merupakan langkah positif

Gak tau lah, kita lihat aja ntar gimana kelanjutannya

kalo loe, gue gak ragu deh bro

Sama, ko jg aq gk ragu..

Hahaha, aku sich masih cupu

Cupu2 kladi, makin hari makin jadi..

Namun ia salah, tak sepenuhnya yang dikatakannya benar, mungkin ia hanya ingin menyemangati aku untuk bisa berbuat lebih, toh aku hanyalah seorang petarung amatir, masih perlu banyak belajar dari sesepuh-sesepuh handal yang menguasai segala ilmu dan trik.

Sedikit melanggar tanda syukur, Andai aku diberikan sedikit saja nyali lagi dan keberuntungan dalam hidup, maka nasibku akan lebih baik, setidaknya lebih baik dari orang-orang yang bernyali dan beruntung tapi tidak memiliki semangat dan cita rasa seorang petarung sejati untuk meraih kemenangan yang sebenarnya.

Aku juga cukup benci dengan orang-orang yang sibuk ngomongin orang lain, mencampuri urusan orang lain. Orang-orang yang seperti itu adalah oramg-orang yang tidak mampu menggapai urusan seperti yang kita miliki, sehingga sibuk mengomentari, mengamati perkembangan urusan kita, tertawa, sok-sok senang bercampur puas dengan melihat dan menjadi saksi dengan apa yang terjadi.

Orang-orang yang seolah menilai aneh dan berkomentar miring terhadap apa yang kita perbuat, padahal pada kenyataannya ia tidak mampu berbuat apa yang kita buat. Orang-orang yang berkata tidak berniat untuk meraih bintang, padahal ia tidak mampu untuk menggapai bintang, toh semangatnya hanya pada kesibukan mencampuri berbagai urusan orang lain.

Lebih baik buat apa yang bisa kita buat dan kita sumbangkan kepada orang banyak. Jangan banyak di omong aja. Niat dan impian boleh saja, tapi jangan sombong seolah-olah bisa meraih segalanya. Talk Less Do More

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: