Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Memilih Yang Paling Ringan

Posted by freddysetiawan on October 15, 2008

Kita akan mengetahui kemampuan kita apabila kita telah mencoba apa yang menurut kita berat pada awalnya

————————————–

Dapatkah kita mengukur kemampuan kita? Sebuah modal yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita harus kita format dengan baik, jangan asal-asalan. Namun, yang sering terjadi adalah sebaliknya. Saat kita ditawari sebuah pilihan tanggung jawab, tak jarang di antara kita memilih yang paling ringan.

Jika terlibat dalam sebuah kepanitiaan misalnya, kita menolak untuk menjadi seorang ketua. Masing-masing berebut untuk menjadi seksi konsumsi, dokumentasi dan yang lain, yang dipandang tidak berat daripada menjadi seorang ketua atau seksi acara. Mengapa?

Ada sebuah kisah yang cukup menarik untuk menjadi contoh kasus. Dalam sebuah kerja bakti, seorang sahabat menolak untuk membawa batako ke suatu jarak dalam jumlah yang sama dengan orang lain. Ia mengatakan hanya bisa membawa batako sebanyak 4 buah dengan alasan keterbatasan tenaga dan kemampuan. Dan disetiap giliran, ia memang hanya membawa 4 buah. Tidak lebih.

Iseng-iseng, aku coba menambahkan satu batako lagi menjadi lima buah untuk dibawa oleh sang sahabat. Ia tidak tahu kalau bawaannya sudah ditambah satu. Setelah sampai di tempat tujuan, meletakkan dan menatanya, ia baru sadar, kalau batako yang dibawanya melebihi daripada apa yang diperkirakan. You see, ternyata ia bisa membawa beban yang lebih banyak.

Tak sedikit pula orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah beban hanya akan tampak lebih berat di kepala daripada di pundak. Karenanya, kenyataan banyak orang yang tidak memaksimalkan kemampuannya disebabkan oleh pikiran mereka sendiri. Apa yang menyebabkan kita tidak mau melakukannya adalah karena sebuah ketakutan di dalam pikiran. Takut tak sanggup, takut tak berhasil, takut tak memuaskan. Justifikasi terhadap diri sendiri ini kita keluarkan tanpa kita mencoba untuk melakukannya terlebih dahulu. Apakah kita sadar, bahwa ini sesungguhnya tengah mengkerdilkan kita?

Jika kita ingin menjadi seorang yang kompeten, maka kita harus berani. Kita akan mengetahui kemampuan kita apabila kita telah mencoba apa yang menurut kita berat pada awalnya. So, jika kita ingin tersenyum lebih lebar untuk diri kita, jangan batasi kemampuan kita, jangan pilih yang paling ringan.

Sumber: Kumpulan kisah motivasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: