Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Archive for November, 2008

Malam Keakraban

Posted by freddysetiawan on November 30, 2008

Bicara soal MK atau yang kali ini disebut dengan Malam Keakraban bukan Mata Kuliah, adalah sebuah momen pengakhiran mabim (masa bimbingan) yang merupakan rangkaian kegiatan dari penyambutan mahasiswa baru. Dan ending dari Mabim angkatan 2008 kali ini di adakan di Cibubur Junction.

Mabim kali ini terasa lama banget, dimulai sejak ketika briefing maba di pertengahan agustus sampai akhir november sekarang. Lelah banget karena sebagai seorang mentor, setiap minggu harus mentoring, mentoring dan mentoring. Mungkin dan pastinya terasa sangat seru dan menarik ketika pertama-tama mentoring, begitu juga kedua, ketiga dan beberapa di awal, namun lama kelamaan, mulai terasa jenuh, bosan, sibuk oleh berbagai aktifitas. Lho…lho.. kok  malah curhat disini .

Jadi malam keakraban Fasilkom UI yang akan mengakhiri rentetan acara mabim kali ini diadakan tanggal 29-30 november 2008. Dan hari sabtu itu aku berencana datang ke cibubur bersama salah seorang teman dengan mobilnya. Namun karena keasyikan bergadang semalaman, aku pun masih sangat mengantuk dan menjadi malas untuk pergi terlalu cepat, aku hubungi dia dan membatalkan untuk pergi bersamanya.

Menjelang siang, aku baru berangkat ke cibubur dengan beberapa orang sahabat yang lain. Dan memang, kali ini pilihannya lebih tepat. Keberuntungan tampaknya sedang memihak kepadaku.

Disana, di tempat MK, aku tidak tahu harus berbuat apa, mentor memang ada bersama kelompoknya, kali ini kelompok baru, bukan kelompok mentoring biasa, tapi karena Maba yang pergi tidak maksimal, banyak kelompok yang digabung dan memiliki beberapa mentor. Dan aku tidak terlalu mendapat feel jika kekuasaan terbagi. Hoho .

Akhirnya aku dan para sahabat memutuskan untuk makan dan ngebanyol tak jelas. Foto-foto sampe gila. Melihat, melirik dan mengamati rentetan acara MK. Ikut menjahili dan lain-lain.

Tak terasa malam pun tiba, sungguh waktu terasa begitu cepat berlalu, untuk memperindah suasana perjalanan, kami pergi mencari sesuap nasi ke bogor. Kurang kerjaan amat .  Selanjutnya untuk menunggu dan mengisi kekosongan jurit malam yang baru dimulai jam 2 dini hari, kami pun bermain aneka permainan, melakukan berbagai hal gila, dan sejenak bersemedi dalam mobil, yang tanpa sengaja menceritakan sesuatu hal tolol di dalam mobil, sehingga didengar oleh seseorang yang tidak harus mendengar. Dan malapetaka itu pun terjadi . Maafkan aku Tuhan…

Secara keseluruhan, meski dengan berbagai kekurangan, kejayusan, kekesalan dan keanehan, aku senang dapat mengikuti MK kali ini, selain mengganti ketidakhadiran tahun lalu, juga merasakan sesuatu yang tidak ada pada 2006 meski dalam posisi yang berbeda dan meningkatkan rute tempuh bersama para sahabat. Yah.. setidaknya dalam sejarah, pernah ada hal gokil ini.

Tetapi, di sisi lain, aku sedikit kecewa dengan banyaknya anak-anak 2008 yang tidak mengikuti MK dengan alasan yang dibuat-buat dan keliatan banget bohongnya. Terlepas dari itu mentee-ku atau bukan. Tetap saja, keseriusan semua panitia mensukseskan acara ini terasa kurang dihargai.

Dan yang sedikit lebih mengecewakan, diantara 6 mentee-ku, tidak ada satu orang pun yang mendapat tanda “1” yang hanya diraih oleh sekitar 30-an orang saja. Padahal 2 diantaranya cukup berpotensi, namun karena tidak sempat mengikuti MK, mereka pun harus gagal, padahal tinggal selangkah lagi.

Perjalanan kali ini memang terasa aneh. Tapi ada sesuatu nilai yang diraih yang terkadang tidak mampu dan tidak bisa untuk diungkapkan. Hanya menjadi sebuah bagian dari kepingan hati dalam malam keakraban.

Advertisements

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Sebuah Pesan Dari Peri Kecilku

Posted by freddysetiawan on November 29, 2008

Perjalananku dengan Peri Kecilku tidaklah panjang, hanya sebuah perjalanan singkat penuh cerita dan makna. Kisah singkat itu belum mampu berlari, hanya berjalan lambat, ia baru melewati tahapan merangkak. Jika kita menghitung dan melihat baik-baik, ia bahkan tidaklah mencapai satuan tahun, disebut berbulan-bulan pun masih terlalu besar. Aku menyebutnya hanya beberapa saat.

Tidak banyak yang ingin aku bagi dalam Perjalananku dengan Peri Kecilku. Cukup sebuah saja. Hanya sebuah pesan dari peri kecilku. Karena ia adalah kisah klasik sederhana yang memberiku banyak pandangan kepada dunia. Bukan cerita milik bersama. Sebuah pesan dari bagian perjalanan singkat yang menjadi salah satu bagian terpenting yang membuat ia tak terlupakan.

Sejak tadi malam sebelum tidur, pagi ini setelah sarapan dan sekarang aku hanya berkutat di dalam garasi. Aku sibuk mengutak atik motor yang akan kupakai untuk balapan yang lusa aku ikuti. Mataku terus terpaku, tanganku tak berhenti bergerak dengan cekatan. Aku berusaha menghasilkan motor yang performanya maksimal.

Tiba-tiba aku terusik oleh ketukan pintu garasi yang kudengar beberapa kali.

Siapa?” tanyaku pada si pengetuk pintu.

Aku” jawab seseorang dari balik pintu. Dia adalah peri kecilku.

Masuk saja” jawabku.

Tak lama pintu terbuka perlahan dan kulihat seorang wanita begitu indah dan mempesona, ia terbang dengan sayapnya yang mungil, mengangkat tubuhnya yang hanya sebesar telapak tanganku. Terbang ke arahku.

Kamu belum makan siang kan? Yuk makan dulu

Aku tersenyum.

Lusa perlombaan itu dimulai. Pusing

Tapi jangan sampe lupa makan juga” Jawabnya sambil tersenyum. “Kalau kamu sakit, nanti malah gak bisa ikutan

Kali ini aku harus juara, aku harus meraih kemenangan” gumamku. Aku sudah bergerak cukup jauh, mulai dari penyisihan, babak kualifikasi dan kali ini aku sudah berada di partai final. Aku tidak mau perjuanganku sejauh ini menjadi sia-sia. Apalagi hadiah hanya diberikan kepada 5 besar. Sedangkan jika gagal memasuki 5 besar, sama saja tersingkir dari awal.

Insya Allah” jawabnya sambil tersenyum.

***

Aku sedang bersiap-siap di atas motor andalanku. Menyalakan mesin yang kini mulai terdengar deruannya meraung-raung. Tatapannya tertuju ke depan. Tampak beberapa dari pembalap saling bertatapan, penuh benci dan sinis, optimis untuk menang. Ada pula yang tidak mempedulikan lawan-lawannya, hanya fokus sambil membacakan doa.

Dalam hitungan ketiga, diikuti bunyi dentuman pistol dan panitia yang mengayunkan bendera menandakan balapan dimulai. Motor-motor langsung melesat cepat dengan suara mesin yang menderu-deru. Ban-ban motor bergesekkan dengan jalan, menimbulkan bunyi decitan saat berbelok.

Beberapa motor tampak saling susul-menyusul. Mereka menggunakan kecepatan penuh. Jarak yang terpaut hanya sedikit. Aku tak tahu berada di posisi berapa, aku berada di tengah, di depanku ada beberapa orang, begitu juga di belakangku. Suara deru mesin makin meraung kencang, tampak beberapa motor saling mendahului.

Aku mulai mendapatkan feel dan merasa panas, semakin kupacu gas untuk mengejar para pembalap yang didepanku. Saling salib-menyalib terjadi, namun akhirnya berhasil kulalui. Tak terasa, hanya tersisa 1 orang didepanku. Kami cukup dekat, situasi cukup tegang, beberapa kali kami bergantian posisi dalam memimpin, meski hanya terpaut sedikit.

Namun pada sebuah tikungan, aku berhasil mengambil celah sempit dan melaluinya, kini aku memimpin di depan. Rasa optimis untuk menjadi pemenang mulai mendatangiku. Rasa sombong pun mulai menghampiriku. Ia tampak mendengus kesal, ia tidak terima. Belum bisa menyusul, ia mencoba terus menempelku. Pada trek lurus ia tampak mendempetku dari samping, membuat motorku oleng sesaat, tapi kemudian berhasil kembali stabil dan tetap memimpin.

Pohon-pohon di pinggir jalan melesat bagai kilatan cahaya. Kabut mulai menipis dengan semakin beranjaknya hari. Untunglah tidak turun hujan, kalau saja itu terjadi, akan semakin sulit medan yang mereka lalui, licin.

Sebuah tikungan tajam berjarak beberapa meter lagi, berada di depan. Mungkin ini tikungan paling tajam dari balapan ini. Jalanan pun makin menyempit. Sementara di kedua sisi terdapat dinding tebing yang tinggi dan kokoh.

Saatnya berbelok. Motor sainganku menjajari tepat di sisiku, membuat motorku sulit untuk mendahului. Jalan yang sangat sempit. Lalu, tiba-tiba ia menyalip cepat dan sempat menyenggolku, aku sempat kehilangan keseimbangan,aku mengendurkan injakan gasnya agar motorku melambat, untung tidak jatuh. Sungguh skill yang luar biasa diperlihatkan olehnya.

Perlahan, aku langsung menginjak gas dalam-dalam, sampai jarum di speedometer menunjukkan kecepatan maksimum. Namun, sesuatu terjadi! Ban motorku tampak menggilas sesuatu yang tajam dan membuat ban kempes. Aku tidak dapat mengendalikan motorku, ia bergerak liar tak tentu arah, ke kiri dan ke kanan jalanan licin dengan tidak terkendali. Aku coba melepas gas dan mengerem, namun motor sedang melaju cukup kencang. Aku pun terhempas dan terjatuh.

Aku jatuh dari motor, reflek tanganku melindungi tubuhku, aku terseret beberapa meter dan terguling, pandanganku mulai gelap, ku dengar suara motor melaju, tampaknya mereka mendahuluiku, semangatku untuk melanjutkan balapan telah sirna, aku kalah, badanku pun sakit semua. Aku masih sanggup berdiri, meskipun agak kelimpungan, kulepas helm dan duduk. Tak lama kemudian ambulance datang. Tim medis pun melakukan pemeriksaan dan mengobati luka-lukaku.

***

Aku terdiam sendiri. Ingin berteriak. Aku gagal. Aku malu. Aku merasa menjadi manusia yang gagal.

Fred…

Suara itu. Aku mengenalnya. Aku sangat mengenalnya. Kudongakkan kepalaku yang sejak tadi kubiarkan tertunduk kaku.

Peri Kecilku…” jawabku lemas.

Suara itu milik peri kecilku, kini ia berdiri di atas pahaku.

Maaf…” aku berusaha mengeluarkan kata pahit itu. “Aku gagal…” kukatakan juga walaupun terasa getir lidah ini mengucapkannya.

Fred, kamu sudah melakukan yang terbaik. Percuma kamu menang kalau yang kamu dapatkan hanya kesombongan dan keujuban diri. Percuma menjadi juara tapi nilai kamu merah di kehidupan nyata, kamu akan angkuh dan takabur. Lebih baik kamu gagal tapi kamu menjadi yang terbaik diantara mereka daripada kamu menjadi yang terbaik tapi dangkal diantara mereka. Toh Tuhan bukan menilai semuanya dari hasil yang kita dapatkan melainkan dari usaha yang telah kita lakukan untuk meraihnya” nasehat peri kecilku.

Ya… Mungkin” jawabku yang masih belum menerima kenyataan

Kenapa kamu sedih?

Aku terdiam.

Kamu sedih karena kamu malu. Takut menerima ‘apa kata orang nanti’, bukan karena kegagalan usahamu. Fred, satu pintu belum terbuka untukmu tapi pintu yang lain telah siap menyambutmu

Entahlah…Aku sedikit kecewa, jauh-jauh sampai ke final, malah kandas tanpa mendapat apapun

Lebih baik pernah berada di final tapi gagal daripada tidak pernah mencicipinya sama sekali.Kamu juga harusnya bersyukur masih diberikan umur panjang, tidak cacat, bahkan tidak luka serius. Kamu juga cukup tangguh dan mampu memimpin kok. Kamu hanya kurang beruntung. Kekalahan hari ini adalah cambuk untuk menang lain kali. Aku yakin kamu pasti bisa“.

Aku tersenyum mendengar kata-katanya.Tuhan memang tidak pernah melihat hasilnya tapi Tuhan selalu melihat dari usaha yang telah kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Itulah salah satu dari perjalananku dengan peri kecilku. Aku menyebutnya sebuah pesan dari peri kecilku.

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , | Leave a Comment »

Peringatan Bagi Wanita

Posted by freddysetiawan on November 28, 2008

Sayyidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah SAW menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah menangis.

Baginda menjawab, “Pada malam aku diisra’kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya
mengapa aku menangis. Karena aku menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Puteri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
2. Aku lihat perempuan digantung susunya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.
4. Aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
5. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
6. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.
7. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka.
” Kata baginda Rasulullah SAW.

Fatimah Az-zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu ?

Rasulullah menjawab,
1. Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
2. Perempuan yang digantung lidahnya adalah isteri yang ‘mengotori’ tempat tidurnya.
3. Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
4. Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
5. Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang bukan muhrimnya dan bersolek serta berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang
bukan muhrimnya.
6. Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya lalu dihulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia selalu shalat tetapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.
7. Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.
8. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

Mendengar itu, Sayyidina Ali dan Fatimah Az-zahra pun turut menangis. Adakah kita masih mampu senyum dalam kealpaan

Sumber: Kumpulan kisah islami

Posted in Kajian Islam | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Top 10 Editorial Cartoons of 2008

Posted by freddysetiawan on November 27, 2008

10. Memo For a New President/Superman

(Chris Jurek)

9. Super Tuesday Shuffle

(Rogers / Pittsburgh Post-Gazette)

8. ‘The Rocket’s’ Reaction

(Walt Handelsman / Newsday)

7. Oil Pricing in Oz

(Gary Varvel / The Indianapolis Star / Creators Syndicate)

6. Thawing Out the Cold War

(Heng / Lianhe Zaobao / CWS)

5. She Does a Better Palin Than Palin

(Beeler / The Washington Examiner / Cagle Cartoons)

4. A High Stickin’ Hockey Mom

(Matson / The New York Observer / Cagle Cartoons)

3. Daily Affirmation, With Hillary Clinton

(Bok / Akron Beacon-Journal)

2. Dante’s Terminal

(Gorrell Art / Creators Syndicate Inc.)

1. ‘Please Take Care of My…Bailout’

(Gary Varvel / The Indianapolis Star / Creators Syndicate)

time

Posted in Hanya Sebatas Coretan, Sekilas Info, Sekilas Tentang Dunia | Tagged: , , , | 4 Comments »

Never Perfect In The World

Posted by freddysetiawan on November 26, 2008

Tak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dengan calon isteriku. Yang penting, aku mencintainya dan hatinya baik.

————————————————

Suatu ketika, terdapat sebuah kerajaan yang diperintah seorang raja yang bijaksana. Namanya Raja Henry. Raja Henry yang telah tua itu ingin segera turun takhta. Raja Henry memiliki seorang anak bernama Pangeran Arthur.

Putra mahkota itu baik hati, bertanggung jawab, serta bijaksana. Ia juga dekat dengan rakyat. Itu sebabnya ia sangat cocok untuk memerintah kerajaan itu. Tetapi sayangnya ia belum beristeri.Padahal salah satu
syarat untuk menjadi raja di kerajaan itu, pangeran harus memiliki isteri. Kesibukan di istana pun dimulai. Seluruh anggota kerajaan sibuk mencarikan wanita yang cocok untuk Pangeran.

Tapi, tak satu pun wanita yang dapat membuat Pangeran Arthur jatuh cinta. Selalu saja ada kekurangannya di mata Pangeran Arthur. Pada suatu hari, datanglah seorang pemuda pengembara. Ia datang ke kerajaan dan menemui Pangeran yang sedang melamun di taman istana.
Selamat pagi Pangeran Arthur!” sapa sang pengembara.
Selamat pagi. Siapakah kau?” tanya Pangeran Arthur.
Aku pengembara biasa. Namaku Theo. Kudengar, Pangeran sedang bingung memilih calon isteri?
Ya, aku bingung sekali. Semua wanita yang dikenalkan padaku, tidak ada yang menarik hati. Ada yang cantik, tapi berkulit hitam. Ada yang putih, tetapi bertubuh pendek. Ada yang bertubuh semampai, berwajah cantik, tetapi tidak bisa membaca. Aduuh!” keluh Pangeran dengan wajah bingung.
Hmm, bagaimana kalau kuajak Pangeran berjalan-jalan sebentar. Siapa tahu di perjalanan nanti Pangeran bisa menemukan jalan keluar,” ajak Theo sambil memandang wajah Pangeran yang tampak letih.
Ooh, baiklah,” jawab Pangeran sambil melangkah.

Mereka berdua lalu berjalan-jalan ke luar istana. Theo mengajak Pangeran ke daerah pantai. Disana mereka berbincang-bincang dengan seorang nelayan. Tak lama kemudian nelayan itu mengajak pangeran dan Theo ke rumahnya.
Isteriku sedang memasak ikan bakar yang lezat. Pasti Pangeran menyukainya,” ujar si nelayan.

Setibanya di rumah nelayan, terciumlah aroma ikan bakar yang sangat lezat. Mereka duduk di teras rumah nelayan itu. Tak lama kemudian keluarlah istri nelayan menghidangkan ikan bakar. Istri nelayan itu
bertubuh pendek.

Ketika sang istri masuk ke dalam, Theo bertanya, “Wahai Nelayan! Mengapa engkau memilih istri yang bertubuh pendek?
Nelayan itu tersenyum lalu menjawab, “Aku mencintainya. Lagipula, walau tubuhnya pendek, hatinya sangat baik. Ia pun pandai memasak.

Theo dan Pangeran Arthur mengangguk-angguk mengerti. Selesai makan, mereka berterima kasih dan melanjutkan perjalanan.

Kini Theo dan Pangeran Arthur sampai di rumah seorang petani. Disana mereka menumpang istirahat. Rumah Pak Tani sangat bersih. Tak ada sedikit pun debu. Mereka beberapa saat bercakap dengan Pak Tani. Lalu keluarlah isteri Pak Tani menyuguhkan minuman dan kue-kue kecil. Bu Tani bertubuh sangat gemuk.
Pipinya tembam dan dagunya berlipat-lipat.

Setelah Bu Tani pergi ke sawah, Theo pun bertanya, “Pak Tani yang baik hati. Mengapa kau memilih isteri yang gemuk?
Pak Tani tersenyum dan menjawab dengan suara bangga, “Ia adalah wanita yang rajin. Lihatlah, rumahku bersih sekali bukan? Setiap hari ia membersihkannya dengan teliti. Lagipula, aku sangat mencintainya.” Pangeran dan Theo mengangguk-angguk mengerti. Mereka lalu pamit, dan berjalan pulang ke Istana.

Setibanya di Istana, mereka bertemu seorang pelayan dan isterinya. Pelayan itu amat pendiam, sedangkan isterinya cerewet sekali. Theo Kembali bertanya, “Pelayan, mengapa kau mau beristerikan wanita secerewet dia?
Pelayan menjawab sambil merangkul isterinya, “Walau cerewet, dia sangat memperhatikanku. Dan aku sangat mencintainya“.

Theo dan Pangeran mengangguk-angguk mengerti. Lalu berjalan dan duduk di tepi kolam istana.

Pangeran berkata pada Theo,”Kini aku mengerti. Tak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dengan calon isteriku. Yang penting, aku mencintainya dan hatinya baik.

Theo menarik nafas lega. Ia lalu membuka rambutnya yang ternyata palsu. Rambut aslinya ternyata panjang dan keemasan. Ia juga membuka kumis dan jenggot palsunya.

Kini di hadapan Pangeran ada seorang puteri yang cantik jelita. Puteri itu berkata, “Pangeran, sebenarnya aku Puteri Rosa dari negeri tetangga. Ibunda Pangeran mengundangku ke sini. Dan menyuruhku melakukan semua hal tadi. Mungkin ibundamu ingin menyadarkanmu…

Pangeran sangat terkejut tetapi kemudian berkata,”Akhirnya aku dapat menemukan wanita yang cocok untuk menjadi isteriku“.

Mereka berdua akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.

Sumber: Kumpulan kisah cinta tanpa batas

Posted in Cinta Adalah Misteri, Motivasi dan Inspirasi, Sebuah Perjalanan | Tagged: | 1 Comment »

Look Inside The Digg Office

Posted by freddysetiawan on November 25, 2008

Digg is a website made for people to discover and share content from anywhere on the Internet, by submitting links and stories, and voting and commenting on submitted links and stories. Voting stories up and down is the site’s cornerstone function, respectively called digging and burying. Many stories get submitted every day, but only the most Dugg stories appear on the front page.

Digg’s popularity has prompted the creation of other social networking sites with story submission and voting systems.

Digg started out as an experiment in November 2004 by Kevin Rose, Owen Byrne, Ron Gorodetzky, and Jay Adelson. All except Owen Byrne currently play an active role in the management of the site.

“We started working on developing the site back in October 2004,” Kevin Rose told ZDNet. “We started toying around with the idea a couple of months prior to that, but it was early October when we actually started creating what would become the beta version of Digg. The site launched to the world on December 5, 2004.”

Kevin Rose’s friend David Prager (The Screen Savers, This Week in Tech) originally wanted to call the site “Diggnation”, but Kevin wanted a simpler name. He chose the name “Digg”, because users are able to “dig” stories, out of those submitted, up to the front page. The site was called “Digg” instead of “Dig” because the domain name “dig.com” was previously registered, by Walt Disney Internet Group. “Diggnation” would eventually be used as the title of Kevin Rose and Alex Albrecht’s weekly podcast discussing popular stories from Digg.

The original design was free of advertisements, and was designed by Dan Ries. As Digg became more popular, Google AdSense was added to the website. In July 2005, the site was updated to “Version 2.0”. The new “version” featured a friends list, the ability to “digg” a story without being redirected to a “success” page, and a new interface designed by web design company Silverorange. The site developers have stated that in future versions a more minimalist design will likely be employed. On Monday June 26, 2006 version 3 of Digg was released with specific categories for Technology, Science, World & Business, Videos, Entertainment and Gaming as well as a View All section where all categories are merged.

Digg has grown large enough that submissions sometimes create a sudden increase of traffic to the “dugg” website. This is referred to by some Digg users as the “Digg effect” and by some others as the site being “dugg to death”. However, in many cases stories are linked simultaneously on several popular bookmarking sites. In such cases, the impact of the “digg effect” is difficult to isolate and assess. WordPress is especially known for its tendency to crash under the increased traffic.

On August 27, 2007, Digg altered its main interface, mostly in the profile area. The domain digg.com attracted at least 236 million visitors annually by 2008 according to a Compete.com survey. (wiki)

Digg’s headquarters are also located in the Potrero Hill neighborhood of San Francisco.

Let’s look inside the Digg Office











thebizzare

Posted in English Day | Tagged: | Leave a Comment »

Suhu Tertinggi Tercatat di Arktik

Posted by freddysetiawan on November 24, 2008

Hasil penelitian terbaru Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) Amerika Serikat menyebutkan, suhu musim gugur di kawasan Arktik, dekat Kutub Utara, tercatat lebih tinggi 5 derajat Celsius dari kondisi normal.

Pada laporan berjudul “The Arctic Report Card 2008” disebutkan, perubahan di kawasan itu merupakan efek domino paling jelas di antara kawasan lain di dunia. Sulit untuk tidak mengaitkannya dengan pemanasan global.

Laporan hasil inisiatif penelitian tahun 2006 itu memonitor kondisi Arktik, termasuk atmosfer, lautan es, air laut, serta kehidupan flora dan fauna. Hasilnya, atmosfer, lautan es, dan Greenland diberi kode merah yang diartikan perubahan yang terjadi terkait erat dengan pemanasan.

Melelehnya bongkahan es hingga berkilo-kilometer kubik di kawasan Arktik diyakini sebagai salah satu penyebab utama kenaikan permukaan laut saat ini.

kompas

Posted in Sekilas Info, Sekilas Tentang Dunia | Tagged: , | Leave a Comment »

The Beatles – A Hard Day’s Night

Posted by freddysetiawan on November 23, 2008

The Beatles – A Hard Day’s Night
Album of A Hard Day’s Night

——————————————–

It’s been a hard day’s night, and I’ve been working like a dog
It’s been a hard day’s night, I should be sleeping like a log
But when I get home to you I find the things that you do
Will make me feel alright

You know I work all day to get you money to buy you things
And it’s worth it just to hear you say you’re gonna give me everything
So why on earth should I moan, ’cause when I get you alone
You know I feel okay
When I’m home everything seems to be right
When I’m home feeling you holding me tight, tight, yeah
It’s been a hard day’s night, and I’ve been working like a dog
It’s been a hard day’s night, I should be sleeping like a log
But when I get home to you I find the things that you do
Will make me feel alright

Owwww

So why on earth should I moan, ’cause when I get you alone
You know I feel okay
When I’m home everything seems to be right
When I’m home feeling your holding me tight, tight, yeah

It’s been a hard day’s night, and I’ve been working like a dog
It’s been a hard day’s night, I should be sleeping like a log
But when I get home to you I find the things that you do
Will make me feel alright
You know I feel alright
You know I feel alright…

Posted in Hanya Sebatas Coretan | Tagged: , | Leave a Comment »

Pertemuanku dengan Peri Kecilku

Posted by freddysetiawan on November 22, 2008

Hari itu, suatu hari yang cerah, matahari bersinar dengan gagahnya, aku masih mengingatnya dengan baik, hari dimana aku menemukan seseorang yang bakal menemani setiap langkahku. Meski tidak lagi sekarang.

Semua bermula di pagi itu, ketika aku berjalan di sebuah taman antara rumahku dan rumah salah seorang sahabatku. Aku hendak menyampaikan sebuah kabar gembira kepadanya, sebuah kabar yang telah lama kami nanti-nantikan, sebuah berita kemenangan untuk dapat melangkah lebih jauh dan menggapai impian.

Tiba-tiba aku melihat perkelahian, sebuah pertempuran yang tidak berimbang. Sebuah makhluk kecil tak berdaya, hanya seukuran telapak tangan, tampak dipukuli bertubi-tubi oleh dua orang pemuda, badan mereka begitu besar dan kekar, rambutnya botak, tato menempel di tubuh mereka. Mereka terlihat seperti preman jalanan. Tiada henti-hentinya mereka memukul sambil sekali-kali berteriak memaki.

Bukannya aku berlagak sok pahlawan, aku hanya merasa iba melihat kejadian tersebut. Aku berlari cepat mendekati perkelahian. Dan mencoba melerai perkelahian tak berguna itu.

Apa-apaan nich? Pagi-pagi kok buat rusuh?

Heh, diam aja loe anak muda, gak usah ikut campur” jawab salah satu dari mereka.

Oke..oke.. Tapi dia udah gak bisa ngelawan lagi, dia udah KO. Lebih baek kalian akhiri aja

Namun mereka tetap tak bergeming dan terus memukul makhluk kecil tak berdaya itu. Tak tahan lagi melihat keadaan yang menyedihkan itu, aku pun masuk ke dalam perkelahian dan mencoba melawan dan membela.

Oi…. Beraninya main keroyok aja. Berani cuma sama yang lebih kecil. Sini lawan gue” Ujarku lantang.

Perkelahian pun berubah menjadi antara mereka dan aku. Namun aku tidak mampu berbuat banyak. Mereka lebih besar dan tangguh. Aku hanya mampu memukul beberapa kali, selanjutnya aku terus menjadi bulan-bulanan mereka.

Tak lama, mereka tampaknya sudah cukup puas melampiaskan kekesalan dan amarahnya. Tak lama kemudian mereka pun mengakhiri pengeroyokan dan pergi meninggalkan kami, sambil berteriak “Kalau masih mau hidup, jangan coba-coba ngelawan bos. Dan kau bocah, gak usah ikut campur kalau gak mau mati

Aku tidak mempedulikan mereka yang mulai hilang dari pandangan mata, aku mencoba bangkit, berdiri, agak tertatih, lalu kembali ke rumah sambil membawa makhluk kecil itu dalam saku celanaku.

Sesampai di rumah, orang di rumah yang saat itu sedang duduk-duduk santai di teras, terlihat kaget dan khawatir ketika aku pulang dengan memar diwajah.

Ada apa Fred? Kok bisa gini?

Aku pun dibaringkan di ruang tamu, lalu lukaku dikompreskan dengan handuk kecil yang dibahasi air dingin.

Kenapa sih kok bisa luka begini? kamu berkelahi?” tanya mereka.

Gak ada apa-apa kok” jawabku mencoba menghindar.

Selanjutnya aku hanya diam sedangkan mereka tiada berhenti menceramahi. “Berkelahi itu tidak ada gunanya… Jangan kamu ulangi lagi… Jangan cari musuh… Kalau sampai dibunuh gimana…

Iya…iya…tenang aja” jawabku singkat setelah semua luka-luka sudah dibersihkan dan diobati.

Aku masuk ke dalam kamarku, dan kini giliranku untuk mengkompres luka makhluk kecil yang pingsan itu. Aku melihat dia baik-baik, ia sama seperti aku, ia memiliki 2 tangan dan 2 kaki, tampak seperti manusia biasa. Hanya ukurannya yang begitu kecil, sebesar telapak tangan saja, ia memiliki sepasang sayap, mungkin untuk ia terbang, dan ia adalah sesosok wanita. Aku menyebutnya Peri Kecil.

Beberapa jam kemudian, ia terbangun. Ia tak sadar ada dimana, namun ia masih ingat aku, yang mencoba menyelamatkannya dari para “preman jalanan”.

Terima kasih” jawabnya pelan.

Aku menyuruhnya untuk tetap beristirahat, kubawakan makanan, aku pun menyuapkan makanan kepadanya yang masih tampak tak berdaya, sambil sedikit berbasa-basi menanyakan sedikit kronologi kejadian.

Sejak saat itu, dia menjadi temanku, pendampingku, ia menemani setiap langkahku. Kemana aku pergi, ia selalu ikut, kami seperti pasangan yang tidak terpisahkan. Ia dan aku adalah satu. Aku dan Peri Kecilku adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Kami saling melengkapi.

Begitulah awal pertemuanku dengan peri kecilku. Sebuah pertemuan sederhana yang memberikan luka namun melahirkan kebersamaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Posted in Sebuah Perjalanan | Tagged: , | Leave a Comment »

7 Golongan Dapat Perlindungan Di Akhirat

Posted by freddysetiawan on November 21, 2008

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Sebilangan manusia yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari kiamat yaitu hari yang tidak ada sebarang naungan padanya selain naungan Allah, di antaranya ialah:
1. Pemerintah yang adil,
2. Pemuda yang hidupnya sentiasa mengerjakan ibadah kepada Allah,
3. Orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid,
4. Dua orang yang berkasih sayang karena Allah yang kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keridhaan Allah,
5. Orang yang dibujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata: “Aku takut kepada Allah!”,
6. Orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya,
7. Orang yang menyebut atau mengingat Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah.

(Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah)

Hadis ini menerangkan tujuh golongan yang bakal mendapat naungan di hari akhirat kelak  yaitu:

1. Pemerintah yang adil karena tanggungjawab yang dipikul oleh pemerintah dalam melaksanakan keadilan adalah perkara yang berat. Bukan mudah bagi seorang pemimpin untuk melaksanakan keadilan terhadap semua rakyat.

2. Pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada Allah.
Sebaik-baik masa dan semahal-mahal harganya di dalam hidup seseorang manusia adalah ketika di alam remaja. Ketika muda juga berbagai ujian dan godaan ditempuhi. Beruntunglah pemuda yang berjaya melepasi rintangan itu jika usia muda dengan amal ibadah serta memberikan khidmat kepada agama, masyarakat dan negara.

3. Orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid. Menurut hadis, dua ayunan kaki yang melangkah ke masjid ganjarannya amat besar di sisi Allah SWT dan dikira sedekah.

4. Dua orang yang berkasih sayang karena Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keridhaan Allah. Hubungan terjalin di atas dasar syariat sehingga melanggar batas agama dan adab kesopanan adalah hubungan yang menjurus ke arah maksiat. Ikatan kasih sayang dijalinkan sesama manusia mestilah ikhlas supaya perhubungan itu
mendapat pahala, restu dan keberkatan daripada-Nya.

5. Orang yang dibujuk oleh perempuan kaya lagi rupawan untuk berzina dengannya lalu dia menolak dengan berkata: “Aku takut kepada Allah!
Ini menunjukkan keimanan dan ketaqwaan yang sebenarnya dalam menangkis segala godaan. Ini bukan mudah karena tanpa kekuatan iman seseorang itu pasti akan mudah terpengaruh dengan bisikan nafsu dan akhirnya terjebak dalam perbuatan zina tanpa takut akan dosanya.

6. Orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya, menggambarkan keikhlasan hati.

7. Orang yang menyebut atau mengingati Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya karena mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah.

Sumber: Kumpulan kisah islami

Posted in Kajian Islam | Tagged: , , | Leave a Comment »