Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Kegundahan Tentang Capek

Posted by freddysetiawan on November 1, 2008

Ikhlas, menerima ketentuan yang tidak kuasa kita ubah, akan juga mengurangi beban “rasa capek” yang tidak perlu, karena energi yang kita miliki dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mengejar impian-impian kita.

———————————————————-

Kali ini, aku akan sedikit berbagi kegundahanku tentang capek. Sebuah kegundahan yang sering terdengar beberapa waktu terakhir ini, bermula dari seringnya aku mendengar keluhan-keluhan para sahabat tentang kelelahan mereka.

Gue capek banget nich! Tugas banyak banget, tugas ini tugas itu…Aduh gak habis-habis rasanya

Gue capek banget, gak tidur nyenyak 1 minggu terakhir ini, ujian gak berhenti-henti, belum lagi bab-nya banyak banget

Gue capek banget, nyesel banget ngambil terlalu banyak sks, jadi gak ada waktu buat santai

Gue capek banget sama kepanitiaan ini, anak buah gue pada gak kerja, semuanya gue yang handle

Gue capek sama cewek gue, manja, minta ditemenin inilah..itulah.. belum juga istri, udah nyusahin

Gue capek, di kantor kerjaan begini begitu, belum lagi atasan gue begini begitu, apalagi bawahan gue bla bla bla

Capek Dech…

Seringkali kita mendengar para sahabat curhat, baik secara langsung, sekedar mendengar keluhannya ataupun tanpa sengaja mendengar keluhan seseorang mengenai berbagai permasalahan sehari-hari yang mereka alami. Ingin rasanya untuk bisa mengembangkan kembali senyum di wajah mereka atau menghilangnya kerutan di kening mereka, walau hanya sedikit.

“Aku capek”

Sebuah kalimat yang sangat lazim kita dengar dalam keseharian. Sehingga sepertinya, kita hidup memang harus merasakan capek. Namun benarkah demikian?

Kita semua memiliki talenta untuk memilih. Itu sebabnya kita memilih untuk menjadi pribadi impian kita. Dengan memilih untuk menjadi kuat, kita telah menjadi kuat, kita telah menjauhi sikap-sikap yang bisa menjadikan kita lemah.

Dengan menghindari sikap-sikap lemah, kita mendekatkan diri kita kepada pribadi impian kita. Kita berhak memilih untuk menjadi pribadi yang prima. (Here I Am)

Merasa capek, adalah pilihan. Capek memang keadaan kondisi tubuh bila telah melakukan kegiatan yang melebihi kapasitas enduransi, tetapi dalam keadaan tubuh benar-benar lelah pun, kita bisa memilih untuk tidak “merasa capek”.

kita memiliki talenta untuk menerima. Katakanlah: Doaku selalu adalah semoga aku diberikan kekuatan untuk mengubah hal-hal yang dapat aku ubah, dan diberikan kebijakan untuk membedakan apa yang dapat aku ubah dari apa yang aku tidak berkuasa mengubah.

Dan dengan damai, katakanlah: Bila aku tidak mampu mendatangkan perubahan, akan aku gunakan talentaku untuk menerima, dan berserah kepada Beliau, yang pilihanNya selalu yang terbaik bagiku.

Ikhlas, menerima ketentuan yang tidak kuasa kita ubah, akan juga mengurangi beban “rasa capek” yang tidak perlu, karena energi yang kita miliki dapat digunakan sebaik baiknya untuk mengejar impian-impian kita.

Talenta kita untuk menerima, adalah kekuatan kita yang pertama, kedua dan kekuatan terakhir kita. Dibutuhkan sebuah kekuatan yang besar untuk menerima keharusan untuk menjadi pribadi yang benar. Dan itu adalah kekuatan pertama kita.

Kemudian dibutuhkan kekuatan yang lebih besar lagi untuk menerima disiplin untuk betul-betul menjadi orang yang benar. Dan itu adalah kekuatan kedua kita.

Dan bila semua upaya kita tidak menghasilkan yang kita harapkan, dibutuhkan kekuatan yang jauh lebih besar lagi untuk menerima bahwa Allah sedang merencanakan kebaikan yang lain bagi kita, dan kita menerima bahwa kita harus menemukan alasan pada diri kita, agar Allah berkenan mewujudkan rencana itu bagi kita. Dan itu adalah kekuatan terakhir kita.

Dan semua talenta kita yang lain adalah pembangun dan penghubung antara penerimaan pertama, penerimaan kedua, dan penerimaan terakhir kita

Ketiga kekuatan penerimaan yang akan membuat rasa capek kita menguap dan menyisakan rasa syukur yang mendalam, bahwa kita masih diijinkan untuk melakukan segala sesuatu yang seharusnya kita lakukan dan mencegah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kita lakukan.

Rasa capek itu pun akan tak terasa.

Semoga sangat menyemangati dan “melepaskan semua rasa capek”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: