Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sebuah Kontroversi

Posted by freddysetiawan on November 10, 2008

Orang yang kita lihat tangguh bisa saja hanya menyembunyikan identitas diri dengan menjadi sok terlihat tegar, padahal ia begitu rapuh dan tidak memiliki semangat tempur. Kita tidak dapat menilai sesuatu dari satu sisi.

————————————————-

Beberapa waktu yang lalu, terjadilah sebuah kontroversi, sempat membawa kemelut di depan gawang , shoot yang sudah terarah , sayang kurang mampu dimaksimalkan untuk menghasilkan sebuah gol untuk membawa tim meraih kemenangan. Hasil akhir pun berakhir imbang, sama kuat, tanpa ada pemenang. Hal tersebut bermula akibat sebuah tulisan yang pernah aku dapat dari sebuah negeri antah berantah yang tak jelas rimbanya, tulisan yang begitu menarik dan indah, karena begitu tertarik pada tulisan ini dan begitu menggambarkan kegundahan hati, tak ada salahnya untuk dibagi. Karena tidak tahu punya siapa, bingung juga harus menulisnya bagaimana, takut malah dibilang mencuri hak cipta. Hehe. Akhirnya seperti biasa, aku menulis “*dari mana-mana“. Sebuah kalimat sederhana yang aku maksudkan untuk menuliskan sumber yang tidak aku ketahui.

Ternyata keren juga, sebuah kontroversi dapat membuat jumlah pengunjung menjadi meningkat, lumayanlah , tapi aku tak tahu kenapa dan mengapa, entah penasaran ingin mengikuti perkembangan, entah karena ingin tahu siapa dan dimana dan entah-entah yang lain.

Bicara soal sebuah kontroversi, ada beberapa hal kontroversi aneh-aneh yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, sebut saja ketika aku nekad mencoba peruntungan dengan berlayar pada negeri dimana seorang wanita yang sudah memiliki pasangan tinggal dan menetap seorang diri, meski hanya sebatas bertanya beberapa hal yang aku perlukan dalam urusan bisnis dan proyek-proyek kecilku, tentunya dengan caraku, sedikit cara-cara ‘halus’ untuk mempermudah jalan menuju kemenangan. Ternyata, sang cowok yang menjadi pasangannya ketakutan kalau pujaan hatinya akan lepas, saking ketakutan dan kesalnya padaku, ia pun menebarkan benih-benih pencemaran pada diriku. Sebut saja frase ‘haus —-‘ Sebuah cara tidak jantan dan menghilangkan nila-nilai sportifitas. Ketakutan pada ketangguhan seorang pendekar biasa-biasa saja. Sayang, metodenya kurang efektif pada orang seperti aku. Seorang pendekar yang kurang peka, cuek.

Masih ada lagi sebuah kontroversi yang cukup unik, sebut saja pengumuman petarung-petarung fasilkom di ajang asteroid 2008 yang diumumkan di Scele, entah ada salah dan musibah apa, nama Freddy Setiawan di tulis dengan huruf yang sangat besar, berbeda dengan petarung-petarung lain. Beberapa sahabat sempat bertanya-tanya penuh keraguan bahwa apakah aku benar-benar akan bertarung untuk sebuah kemenangan, atau hanya perbuatan segelintir orang yang ingin berbuat jahil. Apalagi pertarungan yang akan aku tempuh termasuk pertempuran paling sulit . Di tambah keanehan tersebut, maka seolah-olah itu hanya permainan belaka. Mereka sempat diliputi keraguan. Namun tak ada salahnya mencoba. Kita tidak akan tahu kemampuan kita kalo tidak mencoba. Setidaknya kita berani melakukan. Siapa tahu keajaiban akan datang.

Hidup memang selalu dipenuhi berbagai kontroversi dan polemik yang terkadang meragukan. Ada permasalahan kecil yang dibesar-besarkan, seperti sebuah goresan pena yang terpampang di sebuah majalah dinding kelas yang sederhana, biarlah ia ada disana tanpa perlu tahu siapa yang menulisnya, ia tetaplah sebuah karya yang bisa dinikmati oleh semua pembaca, selama ia tidak mencuri hak cipta dan pengakuan yang menipu. Hanya saja kadang ada orang-orang yang selalu dan minta dihargai, menggunting dalam lipatan dan ingin menjadi bangga atas namanya yang biasa-biasa saja. Ia tidak sadar, jika yang paling penting dari sebuah karya adalah kenikmatan bagi penikmatnya.

Ada pula ketakutan yang membuat penghalalan segala cara, sebuah ketakutan yang tidak yakin pada kemampuan diri dan kebesaran tekad. Sebuah mental dan sikap pengecut. Ia takut pada petarung yang bahkan tidak berniat bertarung, seperti membunuh petarung tanpa senjata yang datang sebagai utusan untuk membawa pesan perdamaian, ia dibunuh tanpa membawa senjata dan memberi perlawanan yang berarti.

Dan ada pula ketidakyakinan pada kemampuan yang hanya terlihat dari pandangan sempit. Tidak semua orang yang terlihat tegar, memiliki jiwa dan hati yang teguh. Orang yang kita lihat tangguh bisa saja hanya menyembunyikan identitas diri dengan menjadi sok terlihat tegar, padahal ia begitu rapuh dan tidak memiliki semangat tempur. Kita tidak dapat menilai sesuatu dari satu sisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: