Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Hari HAM Sedunia

Posted by freddysetiawan on December 10, 2008

Hari Hak Asasi Manusia dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme.

Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, sebuah pernyataan global tentang hak asasi manusia, pada 10 Desember 1948. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan.

Hak asasi manusia memang sejak dulu adalah hal yang selalu menjadi pokok pembicaraan utama dan krusial. Kalau tidak salah semuanya berawal dari revolusi Perancis dimana rakyat mengkudeta raja Prancis pada waktu itu dan memancungnya di alun-alun kota.

Bicara soal peringatan hari HAM, aku yang lugu lagi-lagi berpikir dan melirik hari penuh makna, kenapa sich demonya harus pada hari yang bersangkutan? kenapa mesti nunggu 1 tahun sekali?

Apa mungkin supaya kompak? Bareng-bareng seluruh di seluruh dunia? Agar aspirasi kita lebih mudah ditampung karena semua dalam 1 tema? Kenapa mesti tersiksa 1 tahun kalau kita merasa menderita. Sampaikanlah. Karena suara kita wajib untuk didengar, tidak mesti pada tanggal yang bersangkutan, cukup jadikan tanggal tersebut sebagai satu patokan agar di tanggal yang sama di tahun depan kita dapat melihat ke belakang, membandingkannya dan kita menyadari bahwa tahun ini kita lebih baik daripada tahun kemarin.

Entahlah… Mungkin aku salah…
Tapi itulah yang aku rasa.
Itulah yang aku pikir.
Itulah yang aku amati.
Kalo kita tidak mendapat keadilan, haruskah kita menunggu hari keadilan?

Di hari HAM ini diharapkan sebagai hari refleksi atas pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di dunia. Kita diharapkan sama-sama menjaga hak-hak setiap manusia, hak untuk hidup, hak untuk bebas berpendapat, mendapatkan penghidupan yang layak, pendidikan, berserikat dan berkumpul serta semua hak-hak dasar manusia sejak lahir yang telah di atur dalam undang-undang internasional.

Di indonesia negeri yang menjujunjung tinggi kebebasan serta kemanusiaan dan selau melindungi hak-hak rakyatnya yang telah jelas-jelas tertulis dalam undang-undang dasar dan terpampang jelas dalam pancasila, ternyata masih terkenal dengan seribu satu pelanggaran HAM yang sampai saat ini masih belum terungkap bahkan cenderung semakin bertambah kasus-kasusnya, pelaku-pelakunya pun masih bebas dan belum terjamah sedikitpun oleh hukum, kasus-kasus pelanggaran HAM berat lambat laun di peti es kan seperti hilang di telan waktu.

Akankah negara indonesia dan bahkan dunia ini harus terus diwarnai dengan tetesan air mata dan tumpahan darah yang selalu mengiringi dalam setiap perjalanannya. Kita tentu sudah lelah dengan setiap kekerasan yang berujung pada pertumpahan darah dan air mata, penindasan dan pelanggaran HAM  saat ini bukan hanya pelanggaran berupa fisik saja. Tetapi  pelanggaran HAM dan penindasan sekarang sudah beragam cara dan tipu muslihat.

Melalui refleksi hari HAM yang jatuh pada tanggal 10 Desember ini mari kita senantiasa berpikir kritis dan peka terhadap persoalan-persoalan yang telah merampas dan menindas hak-hak rakyat, untuk bangkit dan bersatu melawan setiap kekerasan dan penindasn serta praktek-praktek pelanggaran HAM  yang telah ditindas oleh rezim pemerintahan yang fasis dan militeristik yang selalu bertindak represif .

Selamat Hari HAM sedunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: