Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Siapa Bilang Boikot Produk AS Pro Zionis Tak Berguna!

Posted by freddysetiawan on January 10, 2009

Kita sudah terlalu sering menulis, membaca dan mendengar tentang boikot produk Israel-AS  sebagai bentuk solidaritas kita terhadap perjuangan bangsa Palestina. Dan seruan boikot itu kembali menguat seiring dengan serangan brutal dan pembantaian Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Bersamaan dengan itu, di Indonesia marak pembukaan pendaftaran untuk berjihad ke Palestina.

Jihad untuk membantu rakyat Palestina tidak melulu harus berangkat ke Palestina untuk ikut berjuang bersama para mujahidin di sana. Di sini pun kita bisa berjihad, salah satunya adalah dengan melakukan boikot semua produk Israel-AS yang banyak bertebaran di negeri ini. Sekali kita memutuskan untuk ikut gerakan boikot ini, kita akan merasakan nikmat jihad itu.

Awal Mula Boikot Produk Israel-AS

Seruan boikot produk Israel-AS pertama kali dilontarkan oleh ulama terkenal DR. Yusuf al-Qaradhawi yang sekarang menjadi ketua Persatuan Ulama Islam Internasional dari tempat pengasingannya di negara Qatar, menyusul Intifadah kedua di Palestina, Intifadah al-Aqsa. Sekedar informasi, intifadah al-Aqsa ini pecah saat Perdana Menteri Israel yang ketika itu dijabat oleh Ariel Sharon dan sekitar 1.000 rombongannya yang bersenjata, memasuki kompleks Masjid al-Aqsa. Intifadah kedua ini berlangsung cukup panjang mulai 29 September 2000 sampai 8 Februari 2005, setelah pihak Palestina dan Israel setuju berdamai.

Ketika situasi di Palestina masih panas-panasnya oleh perlawanan intifadah kedua, pada tanggal 8 Oktober 2000, stasiun televisi Aljazeera menayangkan acara wawancara dengan Syeikh Yusuf al-Qaradhawi tentang situasi di Palestina. Syaikh al-Qaradhawi adalah seorang ulama dan tokoh Muslim yang dikenal moderat dan sangat dihormati di dunia internasional karena kedalaman ilmunya. Dalam acara itulah, Syaikh al-Qaradhawi mengemukakan bahwa memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajiban bagi umat Islam di seluruh dunia. Ia mengatakan, uang yang kita bayarkan untuk sebotol Coca Cola misalnya, akan menjadi sebuah peluru dalam persenjataan perang Amerika dan Israel yang akan dibidikkan langsung ke arah kita.

Kita telah menyumbangkan uang kita setiap harinya ke McDonalds, KFC, Burger King dan sebagainya tanpa memikirikan akan kemana uang itu pergi. Menurut saya, setiap Muslim harus bertanggung jawab dalam hal ini, atas keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah orang-orang Amerika yang telah mem-veto resolusi PBB untuk mengutuk aksi serangan tentara Israel di Palestina” kata Syaikh al-Qaradhawi dalam wawancara tersebut.

Syaikh al-Qaradhawi akhirnya mengeluarkan fatwa haram membelanjakan uang yang dimiliki kaum Muslimin untuk membeli produk-produk pro-Zionis Israel pada November 2000 yang berbunyi:

Tiap-tiap riyal, dirham dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuh pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam di belahan dunia lainnya

Syaikh al-Qaradhawi bahkan dengan tegas menyatakan, siapapun yang membeli produk yang terbukti menyalurkan sebagian keuntungan perusahaannya kepada Zionis Israel dan tidak mengindahkan gerakan boikot ini, sama dengan sekutu Zionis Israel sekaligus aktif membunuh rakyat Palestina yang tak berdosa.

Gerakan boikot produk Israel-AS yang berawal dari Qatar ini akhirnya meluas ke seluruh dunia, mulai dari negara-negara Arab sampai ke Afrika, Eropa, Amerika, Asia. Dan dalam dalam jangka waktu kurang dari dua tahun, gerakan boikot ini berhasil memukul perekonomian Zionis Israel.

Dampak Gerakan Boikot di Israel

Tahun 2002, wartawati Totally Jewish, Daniella Peled menulis tentang runtuhnya bisnis restoran Eucalyptus milik pengusaha Yahudi Israel Moshe Bason setelah seruan boikot dari dunia Islam. Restoran yang berlokasi di Yerusalem dan paling tersohor di Israel itu akhirnya kolaps setelah 15 tahun berdiri. Selama dua tahun itu, tingkat penjualannya turun drastis hingga 90 persen karena pengunjungnya makin berkurang.

Tanggal 3 Juli 2002 mantan perdana menteri Israel yang kini menjadi menteri pertahanan Israel, Ehud Barak menyatakan bahwa perekonomian Israel sedang dalam masa kritis. Hal tersebut juga diakui oleh Ariel Sharon -PM Israel saat itu- dan Menteri Keuangan Israel Silvan Shalom. “Investor luar negeri kehilangan kepercayaannya untuk menanamkan modal di wilayah Israel” kata Shalom ketika itu.

Sejak seruan boikot Israel, data statistik resmi menunjukkan jumlah turis yang datang ke Israel menurun cukup signifikan. Dalam satu musim kunjungan di tahun 2002, jumlah turis hanya 33.000 orang, padahal pada kurun waktu sama pada tahun 2001, jumlah turis ke Israel mencapai 116.000 orang. Turunnya jumlah turis, menimbulkan efek berantai dengan menurunnya tingkat hunian hotel di Israel dan penerbangan ke Israel.

Di harian Jerusalem Post, penulis Haim Saphiro mengutip laporan Asosiasi Perhotelan Israel yang menyebutkan bahwa menurunnya tingkat hunian hotel setelah seruan aksi boikot merupakan periode terburuk sepanjang sejarah Israel. Dari laporan itu misalnya diketahui, tingkat hunian hotel di Eilat cuma 10 persen, di Laut Mati cuma 4 persen, di Herzliya cuma 5 persen dan di Haifa cuma 4 persen. Perusahaan penerbangan Israel El Al, menurut CEO-nya Yitzchak Amitai juga terpaksa mengurangi jumlah penerbangan ke Eropa dan AS hingga 10-30 persen.

Karena makin menurunnya jumlah turis, biro-biro wisata Israel sampai menggelar kampanye “Solidarity Tour” untuk mengajak para turis datang ke Israel dan tidak takut akan ancaman boikot itu.

Kerugian juga dialami industri militer Israel akibat intifadah dan gerakan boikot. Akhirnya, pimpinan  Israel Military Industries  (IMI) Arieh Mizrahi dalam rapat resmi dengan Federasi Pekerja Histadrust mengumumkan PHK sekitar 800 hingga 1.000 pekerjanya, menutup sekitar lima unit pabrik senjatanya dan melakukan merger sebagai upaya efisiensi.

Itu cuma beberapa contoh dampak gerakan boikot produk AS-Israel terhadap perekonomian Israel, belum lagi perusahaan-perusaha an Israel yang terpaksa tutup. Sejak gerakan boikot itu dilakukan secara serempak hampir di seluruh belahan dunia, bukan hanya dunia Arab saja, Israel harus menelan pil pahit atas kekejian yang dilakukannya terhadap bangsa Palestina.

Ketika hampir kolaps, AS langsung memberikan bantuan dana jutaan dollar pada Israel. Tahun 2004 dibawah pemerintahan Presiden George W. Bush, AS menjalankan program bantuan dana setiap tahunnya untuk sektor keuangan dan militer Israel,  yang jumlahnya mencapai 20 persen dari total bantuan AS ke luar negeri. Bantuan itu masih disalurkan sampai sekarang. Selain Bush, ada Paul Wolfowitz mantan Presiden Bank Dunia dan pernah menjadi dubes AS di Indonesia, seorang Yahudi garis keras di AS yang memelopori seruan untuk memberikan bantuan pada Israel lewat kampanyenya “Stand With Israel” sehingga hingga saat ini, Israel masih tegak berdiri dan terus menerus membantai rakyat Palestina.

Melihat dampaknya yang cukup besar bagi Israel, gerakan boikot ini terus meluas bukan hanya bidang ekonomi tapi juga pendidikan dan olahraga.
Informasi lebih lengkap tentang gerakan boikot ini bisa dilihat di situs www.inminds.co.uk atau www.boycottisraelnow.com di situs ini terdapat daftar lengkap apa saja produk-produk AS pendukung Israel yang harus diboikot dan informasi gerakan boikot antara lain boikot Israel yang dilakukan para akademisi di Inggris dan seorang atlet Iran.

Boikot Merugikan Indonesia?

Dalam beberapa wawancara di televisi, ada beberapa pengamat di Indonesia yang menyarankan agar masyarakat Indonesia tidak melakukan aksi boikot terhadap produk AS pro Zionis yang ada di Indonesia, dengan alasan akan menyebabkan pengangguran karena yang bekerja disana adalah orang Indonesia juga.

Sungguh amat menyayangkan pendapat yang dangkal dan hanya berpikir pendek. Kalau para pengamat itu cerdas dan melihatnya untuk kepentingan jangka panjang, aksi boikot produk AS pro Zionis ini justru akan menguntungkan Indonesia sendiri. Kalau produk-produk AS pro Zionis itu
tidak laku, akan membuka kesempatan bagi para pengusaha di negeri kita untuk menciptakan produk sendiri dan klop dengan gerakan Cintailah Produk Indonesia, dan itu akan membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas. Kalau menciptakan produk sendiri, pengusaha kita juga akan mendapatkan keuntungan penuh, beda dengan kalau mereka membuka perusahaan franchise asing yang harus membayar iuran franchise-nya
ke perusahaan induknya. Jadi siapa bilang boikot produk AS pro Zionis
akan merugikan Indonesia?

Kembali mengutip pernyataan Syaikh al-Qaradhawi dalam wawancaranya dengan al-Jazeera:

Wahai manusia, tidakkan kalian berpikir? Tidakkan kalian memiliki perasaan lagi?  Persenjataan perang mereka didanai oleh uang kita dan gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan pada kita. Saya bertanya pada kalian semua dengan nama Allah, atas nama ribuan orang yang mati di tangan teroris-teroris itu pada tahun 1948 (saat berdirinya negara ilegal Israel), pada tahun 1967 (perang Arab-Israel) , pada tahun 1973 di Qana, di Dir Yassin, di Bahr al-Bakar, di Jalur Gaza dan di Al-Quds. Mereka telah menjadikan kita sebagai konsumen-konsumen yang buta, yang rela membayarkan uangnya untuk mendanai persenjataan mereka. Boikot mereka sekarang atau takkan pernah selamanya. Dunia Arab dan Islam harus bersatu. Kembalilah dan siapkan persenjataan kita, bangunlah ekonomi agar dapat menghancurkan mereka!

Teman-teman dan saudara-saudara sekalian, sudah saatnya kita membuka mata hati . Boikot produk AS pro Zionis, bukan hanya untuk menunjukkan solidaritas kita terhadap bangsa Palestina, tapi untuk kepentingan dan kemajuan negara kita sendiri. Untuk menjadi negara yang mandiri dan tidak selalu bergantung dan bangga pada produk-produk asing. Semoga Allah meridhoi setiap langkah dan tindakan yang kita lakukan. Amiin.

7 Responses to “Siapa Bilang Boikot Produk AS Pro Zionis Tak Berguna!”

  1. dir88gun said

    Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

  2. Ya
    Kita harus boikot produk AS.
    Jika 1,2 milyar ummat Islam memboikot produk AS, niscaya akan ada banyak PHK di AS.

    Beli alternatif produk yang bukan dari AS, sebagai contoh ketimbang beli HP Motorola, lebih baik beli Samsung.

    Daripada beli mobil GMC atau Chrysler, lebih baik beli Toyota, Honda, dsb.

  3. Zahra Najlaa' said

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Bagaimana dengan masyarakat luas yang tidak mengetahui tentang produk apa saja yang diboikot?Bukankah itu kewajiban bagi Qta smua untuk memyebarluaskan produk Israel apa saja yang diboikot…soalnya masih banyak sich yang menggunakan produk AS tersebut dan belum ada produk pengganti,jadi bagaimana dong??!!
    Keep Spirit Fii Sabilillah….!!!!

  4. […] 5 milyar US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel? Maka, mari kita boikot produk AS pro zionis […]

  5. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Wahai saudara Freddy Setiawan, kita memang diwajibkan memboikot produk mereka!!! Tetapi tadi itu hanya produk AS-Israel pada dunia nyata!!! Bagaimana dengan produk mereka pada dunia maya??? Kaum zionis itu sangatlah pintar menipu dan bersembunyi pada bayangan-bayangan untuk mengambil keuntungan dari kaum lainnya.
    Yang sekarang sedang marak bertebaran luas adalah produk mereka dalam dunia maya yang mengedepankan bayangan situs jaringan sosial yang disebut “facebook”!!! Produk dunia maya ini mempengaruhi banyak sekali manusia di Dunia,baqik itu kaum muslim ataupun nonmuslim, khususnya di Indonesia saat ini. Saat saya pergi ke kampus untuk menimba ilmu saya melalui banyak mahasiswa-mahasiswi yang membuka laptop untuk ber-facebook ria…, saat saya tiba di fakutas teknik tempat saya menimba ilmu, ada sebagian dari mereka yang bertanya “Eh, kamu ada facebook???” Saya menjawabnya dengan satu kata “Enggak!!!” Ada dari mereka yang membalas “Gimana sih kamu, temen-temen yang lain udah banyak yang punya, kok kamu enggak sih???.
    Padahal mereka berAgama sama dengan saya, dan tidakkah mereka sadar bahwa mereka saat ini sedang dihasut oleh kaum zionis yang meminta uang untuk menembak hati,mata,kepala,jantung kaum muslimin yang tidak berdosa dan bersalah??? Naudzubillaahi Mindzalik!!!
    Wahai saudara Freddy Setiawan marilah kita bersama, memboikot produk yang sangat hebat ini, walaupun itu sangat menusuk hati kita, mari kita beri nasihat kepada saudara kita yang sedang dipengaruhi oleh facebook.
    Walaupun kita mendapat cercaan yang menyakitkan di dunia, kita akan mendapatkan balasan yang setimpal di hari pembalasan nanti.
    Terimakasih banyak
    Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

  6. andi said

    sukses bos, ini banyak buktinya kampanye anti zionis dimana2 dan lumayan berhasil salahsatunya di forum terbesar kaskus.us

  7. anaktungga said

    bang gmn klu qt pk prodk bajakan mereka?(klu ada)klu qt terpaksa makai prodk mrk gmn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: