Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Introspeksi Diri

Posted by freddysetiawan on January 19, 2009

Melalui introspeksi kita akan mampu menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan, apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya sudah terarah atau belum

Maka yang paling penting saat ini adalah, seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk melakukan yang terbaik menurut Alloh sebagaimana ter-record dalam Al-Qur’an dan Tauladan Rosul-Nya SAW

————————————————————–

Hari-hari terakhir ini aku merasa sangat buruk, berbagai peringatan, teguran, musibah, azab dan hukuman datang menghampiri. Aku coba merenung dan melihat ke belakang. Terlalu banyak dan tak berhingga salah dan khilafku.

Mungkin aku lupa kepada Allah dan terlena dengan urusan dunia
Mungkin aku lupa untuk membaca dan mengamalkan firmanNya
Mungkin aku lupa berzikir dan memohon ampunanNya
Mungkin aku lupa memohon petunjuk dan karuniaNya
Mungkin aku lupa bahwa diriku hanyalah hamba yang lemah
Mungkin aku lupa bershalawat kepada Rasulullah
Mungkin aku lupa kepada keluarga yang selalu ada bagiku
Mungkin aku lupa kepada saudara-saudara yang berjuang bersama

Tuhan…
Tak terhingga ku mencoba
Menempuh berbagai cara
Pegang teguh ku bersimpuh
Akan iman begitu rapuh

Gejolak hati terus bertempur
Nista diri tak ubah lumpur
Dari dosa yang ku tata
Kupelihara ibarat harta

Takut ajal datang merenggut
Dari akhlak yang tak patut
Ku bersujud harap ampunanMu
Ku bertaubat takut akan azabMu

Terlalu banyak dosa-dosaku
Tak berhingga khilaf dan salahku
Hanya diriMu yang Maha pengasih dan Maha pengampun
Amin…Amin…Amin…

Saudara-saudara, mari kita semua introspeksi diri dan memotivasi diri kita untuk mau dan bersemangat melakukan kerja-kerja positif (amal saleh). Bertekad untuk melakukan sebanyak mungkin kebajikan dan menjauhi kemungkaran.

Mari kita mempersiapkan diri agar dapat memanfaatkan masa hidup ini dengan kesiapan prima lahir batin. Kesiapan tersebut akan maksimal jika kita awali dengan melakukan muhasabah al-nafs atau melakukan koreksi dan introspeksi diri. Sebab, penjemputan tamu “masa depan” akan kurang sempurna jika kita sendiri belum memahami kondisi riil kita sehari-hari.

Instrospeksi paling awal yang mesti kita lakukan adalah dengan melihat prilaku kita yang terkait dengan pelaksanaan kewajiban kita sebagai Muslim di hadapan Allah Swt. Apakah kita sering meninggalkan kewajiban shalat atau berapa kali kita meninggalkan puasa Ramadhan pada tahun lalu. Apakah kita mempunyai hutang “ibadah” karena sakit, bepergian atau karena haidz (menstruasi) bagi perempuan Muslimah. Kalau kita mempunyai hutang puasa Ramadlan tahun lalu kita wajib secepatnya untuk mengqadla’ sebelum waktu puasa yang akan datang tiba.

Instropeksi kedua kita lakukan berkaitan dengan persiapan psikis-moral. Apakah ada kendala-kendala yang terkait dengan rasa, emosi atau gejala psikologis lain semacam kebencian, kedengkian, riya’ (melakukan aktifitas ibadah karena mahluk bukan karena Allah), kesombongan dan lain sebagainya. Karena sifat-sifat negatif seperti ini akan menghapus nilai positif yang telah terukir. Maka hal ini harus secepatnya kita bersihkan dari urat-nadi kehidupan kita.

Kemudian bersamaan dengan itu kita tanamkan sifat dan sikap moralitas yang positif dalam jiwa kita secara perlahan tetapi pasti untuk menghiasi diri agar semakin sesuai dengan ajaran agama Allah Swt. Jika jiwa dan prilaku kita telah sesuai dengan kehendak-Nya maka diri kita akan menjadi lebih segar, gembira, penuh keteduhan dan kedamaian.

Intropspeksi yang ketiga, terkait dengan interaksi sosial kita sebagai makhluk Allah Swt. Misalnya apakah kita pernah melakukan kedustaan kepada teman dekat, famili, atau tetangga kita. Apakah kita pernah atau masih berproses melakukan “dusta sosial”. Adakah kebencian terhadap sesama masih bercokol dalam hati dan terlihat dalam prilaku?. Jika kita memiliki problem-problem sosial seperti di atas kewajiban kita adalah meminta maaf kepada yang bersangkutan. Jika kesalahan atau problem sosial kita diawali dari hak-hak adami semisal utang-piutang, pinjam-meminjam atau akad yang lain maka kita harus sesegera mungkin memenuhi tanggungan sosial tersebut. Apabila keharmonisan sosial kita terganggu disebabkan karena kesalah persepsi atau misinformasi maka kita harus secepatnya melakukan klarifikasi atau tabayyun agar tercapai kesamaan persepsi sehingga islah atau perdamaian dapat diwujudkan secepatnya sebelum bulan puasa tiba.

Marilah kita memanfaatkan waktu yang tersisa dalam hidup ini untuk menjaga atau meningkatkan kualitas hidup dan ibadah kita. Dengan waktu yang masih tersisa mari kita manfaatkan secara optimal agar diri kita bisa lebih dekat dengan Allah Swt dan mendapat ridlo-Nya. Amiin.

Melalui introspeksi kita akan mampu menemukan makna
dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan, apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya
sudah terarah atau belum.

Maka yang paling penting saat ini adalah, seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk melakukan yang terbaik menurut Alloh sebagaimana ter-record dalam Al-Qur’an dan Tauladan Rosul-Nya SAW

One Response to “Introspeksi Diri”

  1. […] seseorang merenungi diri dan mengintropeksi diri untuk senantiasa minta ampunan Allah swt. Menyadari bahwa siapa pun yang bernama manusia punya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: