Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Semua Hanya Titipan

Posted by freddysetiawan on February 4, 2009

Ketidaktahuanku merupakan bukti ke-Maha Tahu-an Allah SWT.

Filosofi hidup tukang parkir
Seperti itulah hidup.
Allah Maha Pemilik Segalanya.
Dan kita hanyalah “tukang parkir” yang diamanahi menjaga, yang dihadiahi “pendapatan” dari setiap amanah.

——————————————————————————–

Semua hanya Titipan (Filosofi Tukang Parkir)

Pernahkah melihat tukang parkir?
Mobil hilir mudik keluar masuk tempat parkir. Ada berbagai jenis kendaraan Mercedes, BMW, Suzuki, Toyota, Ferrari, Lamborghini, Pulsar, CS1, Supra X, Yamaha dan laiin-lain beraneka ragam bentuk, jenis dan ukuran.
Dia menjaga itu semua, setiap kendaraan yang masuk ia sambut.
Ia pun manusia biasa yang mengagumi keindahan dan kemewahan kendaraan yang keluar masuk.

Adakah terbersit keinginan untuk memiliki?
Iya… Hal itu mungkin saja.
Tapi pada dasarnya ia punya amanah, yaitu menjaga sekedar menjaga semampu yang ia bisa.

Ketika pemiliknya membawa keluar kendaraan itu.
Mampukah ia memprotes? Tidak.
Bolehkah ia menangis meraung-raung? Boleh. Tapi tidak masuk akal. Karena ia bukan pemiliknya.

Ketika mobil itu dititipkan.
Bolehkah ia mengagumi mobil itu? Iya boleh. Sekedar mengagumi.

Ketika kartu parkir berganti dengan karcis bukti.
Berakhirlah apa yang dijaganya.
Tinggal ia menghitung pendapatan dari kendaraan-kendaraan.

Filosofi hidup tukang parkir
Seperti itulah hidup.
Allah Maha Pemilik Segalanya.
Dan kita hanyalah “tukang parkir” yang diamanahi menjaga, yang dihadiahi “pendapatan” dari setiap amanah.

Apa yang kita bawa ketika lahir? Sebuah mobilkah? Motorkah? Uangkah? Pakaiankah?

Apa yang kita punyai secara mutlak?
Rasanya tak ada apa-apa. Apapun yang kita punya adalah kebaikan-Nya.

Kembali ke filosofi tukang parkir.
Bayangkan bila kita tukang parkir di tempat A.
Terserah yang punya kendaraan mau parkir di tempat B yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Kemudian sang pemilik kendaraan jalan kaki ke tempat A.
Kita tetaplah tukang parkir di tempat A.
Pemilik kendaraan yang parkir di tempat A itulah rezeki kita.
Kendaraan yang di tempat A itulah amanah yang diberikan untuk kita jaga.
Unik rasanya bila kita sewot ke pengelola parkir tempat B karena lebih padat.

Terserah.
Allah telah mengatur segalanya.
Bila kita diamanahi, itu karena kebaikan-Nya. Hadiah dari “amanah” itupun karena kebaikan-Nya.

Bolehkah kita memprotes? Silakan. Tapi atas dasar apa?
Ketidakadilan? Apa yang manusia tahu mengenai keadilan?
Berdasar persepsi seorang manusiakah?
Hanya dilihat dari aku, dia dan mereka bukan?
Dilihat dari nominal. Apa yang dilihat dan dirasakan?
Tahukah manusia pembagian dari kata “keadilan” untuk seisi alam semesta?
Langit dan bumi. Terlihat dan tak terlihat.

Ketidaktahuanku merupakan bukti ke-Maha Tahu-an Allah SWT.

Sumber: Kumpulan kisah motivasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: