Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Sungai Penghapus Dosa

Posted by freddysetiawan on February 13, 2009

Hendaklah kalian mengingat Tuhan kalian, dan shalatlah kalian di awal waktu. Sesungguhnya Allah `Azza wa Jalla melipatgandakan pahala kalian” (HR. Al-Thabrani)

Shalat adalah “komunikasi langsung” dengan sang Khaliq. Langsung karena tidak boleh “diwakilkan” oleh orang lain. Atau, tidak boleh digantikan oleh amalan apapun, karena ia merupakan sarana percakapan hamba dengan penciptanya.

Sungguh indah kehidupan seorang Muslim dengan Tuhannya. Setiap hari, lima kali ia menghadap kepada-Nya. Belum lagi shalat-shalat tambahan (nawafil), seperti Dhuha, Witir, Tahajjud, Hajat, dsb. Saat itulah sang hamba memuji Tuhannya, mensucikan, memohon pertolongan, meminta rahmat, hidayah dan ampunan kepada-Nya.

Shalat, menurut Rasulullah saw “bak” sungai yang mengalir di depan pintu rumah seorang Muslim. Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu seorang dari kalian terdapat sebuah sungai. Setiap hari ia mandi lima kali di dalamnya. Apakah masih ada kotoran yang melekat di tubuhnya?” Mereka menjawab: “Tidak ada!” Rasulullah berkata: “Itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus semua kesalahan” (Muttafaq `Alaih).

Dari Jabir ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang melimpah, yang mengalir di depan pintu rumah seorang dari kalian. Ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali” (HR. Muslim).

Subhanallah! Begitu pemurahnya Allah kepada kita. Dosa-dosa kita dihapus hanya dengan shalat lima waktu. Kesalahan kita berguguran di “sungai penghapus dosa”. Tidak ada kenikmatan, selain kenikmatan bermunajat kepada Allah lewat shalat. Shalat dijadikan oleh Rasulullah saw sebagai “permata hati” (qurah `ain). Dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah berkata kepada Bilal: “Ya Bilal! Aqim al-shalah wa arihna biha (Hai Bilal! Dirikanlah shalat dan rehatkan kami dengannya). Bahkan akhir dari wasiat beliau adalah: shalat”
(HR. Ibnu Majah).

Pertanyaannya adalah: shalat yang bagaimanakah yang berfungsi sebagai “sungai penghapus dosa” itu?

Pertama, shalat yang senantiasa dilakukan di awal waktunya. Shalat inilah yang dicintai oleh Allah swt. Hal ini dijelaskan oleh Nabi saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Mas`ud ra: Aku bertanya kepada Rasulullah saw: “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya!” Aku bertanya lagi: “Lalu apa lagi ya Rasulullah?”. “Berbakti kepada kedua orangtua“, jawab beliau. Lalu aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah” (Muttafaq `Alaih).

Kedua, shalat yang khusyu`. Maka, marilah kita berusaha untuk khusyu`. Shalat yang khusyu` adalah shalat seorang Mukmin yang benar-benar mendapat “kesuksesan” dari Allah. Karena khusyu` dalam shalat adalah dambaan setiap Muslim yang mengerjakan shalat (mushalli). Meskpun khusyu` itu boleh dikatakan tidak merata alias relatif. Namun, berusaha untuk khusyu` dalam shalat adalah usaha yang sangat baik. Allah swt berfirman: “Telah beruntunglah orang-orang yang berikan. (Yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya” (Qs. Al-Mu’minun: 1-2).

Tentunya untuk khusyu` ada kiat-kiat khusus di dalamnya. Diantaranya adalah dengan cara “memperbaiki cara berwudhu”. Wudhu yang tidak sempurnya, akan menimbulkan rasa was-was dalam hati. Wudhu yang asal jadi hanya menyia-nyiakan air. Itulah mubadzir, dan mubadzir adalah perbuatan syaitan. “Tidak seorang Muslim pun yang berwudhu, kemudian ia memperbagus wudhu’nya, lalu ia mendirikan shalat dua rakaat. Dengan dua rakaat itu ia benar-benar menghadapkan hatinya dan wajahnya, melainkan ia wajib memperoleh surga” (HR. Muslim). Rasulullah saw bersabda: “Seburuk-buruk manusia adalah yang mencuri shalatnya“. Mereka bertanya: “Bagaimana seseorang mencuri shalatnya?” Beliau menjawab: “Ruku dan sujudnya tidak sempurna” (HR. Ahmad). Inilah mungkin model shalat “patok ayam”.

Selain itu, shalat yang khusyu` adalah “media” untuk menggapai ampunan Allah swt. Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu dan memperbagus wudhu’nya. Kemudian ia shalat sebanyak dua rakaat atau empat rakaat, baik itu shalat wajib (maktubah) atau selainnya (shalat sunnah), dimana ia ruku dan sujud dengan baik kemudian meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah mengampunkannya” (HR. Al-Thabrani).

Ketiga, shalat yang dilakukan dengan ikhlas. Amal adalah “jasad”, dan ruhnya adalah “ikhlas”. Shalat yang dilakukan dengan niat agar dilihat orang sebagai orang yang rajin shalat adalah shalat yang hanya menghabiskan energi. Dalam setiap ibadah, Allah senantiasa menganjurkan kita untuk “ikhlas” dan mengharap ridha dari-Nya. Shalat yang hanya sekedar “menggugurkan” kewajiban adalah shalat yang tidak banyak memberikan bekas dalam kehidupan. Allah menjelaskan: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama… ” (Qs. Al-Bayyinah: 5).

Insya Allah, shalat yang demikian adalah shalat yang diibaratkan oleh Rasulullah sebagai “sungai”: sungai penghapus dosa, yang menghanyutkan kesalahan kita. Semoga shalat yang kita lakukan selama ini menjadi shalat yang benar-benar diterima oleh Allah swt, sehingga dosa-dosa dan kesalahan kita “layak” untuk dihapus dan dihanyutkan.

Sumber: Kumpulan kisah islami

3 Responses to “Sungai Penghapus Dosa”

  1. AgamKelana said

    Alhamdulillah…dapat pencerahan lagi disini

    Thanks banget sobat atas artikelnya yang sangat menyejukkan jiwa

  2. AgamKelana said

    Salam kenal dari Aceh Blogging

  3. Cengkunek said

    udah lama kali gak baca tulisan kayak gini
    udah lama jadi anak bandel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: