Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Menjadi Presiden

Posted by freddysetiawan on March 2, 2009

Jadilah pemimpin yang setegar karang, sejernih air, dan seterang matahari. Ingatlah bahwa pemimpin yang bijak itu adalah pemimpin yang didepan tidak menggurui, diatas tidak menekan, dibawah tidak menanduk. Jadilah pribadi yang sederhana, karena kesederhanaan itu adalah kemuliaan, kekurangan itu adalah kesempatan, dan keragaman itu adalah kekuatan. Dan kewajiban bagi para pemimpin untuk selalu membangun kualitas diri pribadi dan kualitas orang yang dipimpinnya, bangunlah tim dan kabinet yang solid, yang bersih, yang jujur, yang amanah, yang bekerja keras, yang beriman dan bertanggungjawab. Bangun Indonesia kita menjadi lebih baik dan sejahtera.

—————————————————————-

Tak terasa pemilu sudah di depan mata, tak lama lagi nasib bangsa Indonesia untuk beberapa tahun ke depan akan di tentukan, setelah pemilu legislatif, akan disusul pula oleh pemilu untuk penentuan presiden Republik Indonesia yang selanjutnya.

Berbagai tokoh ingin menjadi orang nomor 1 di negara tercinta ini, mulai dari muka-muka lama, sampai muka-muka baru, mulai dari yang merasa muda, sampai dengan yang dianggap tua, ada yang menjanjikan perubahan yang lebih baik sampai mempertahankan yang sudah dianggap baik.

Persaingan menuju RI-1 tampak semakin panas, berbagai tokoh merasa dirinya paling pantas untuk berada disana, berbagai koalisi dibangun, semuanya dengan tujuan sama, menjadi presiden Indonesia.

Harapanku sebagai rakyat biasa yang biasa-biasa saja tidaklah muluk-muluk, bagi pemimpin yang terpilih kelak, jadilah pemimpin yang setegar karang, sejernih air, dan seterang matahari. Ingatlah bahwa pemimpin yang bijak itu adalah pemimpin yang didepan tidak menggurui, diatas tidak menekan, dibawah tidak menanduk. Jadilah pribadi yang sederhana, karena kesederhanaan itu adalah kemuliaan, kekurangan itu adalah kesempatan, dan keragaman itu adalah kekuatan. Dan kewajiban bagi para pemimpin untuk selalu membangun kualitas diri pribadi dan kualitas orang yang dipimpinnya, bangunlah tim dan kabinet yang solid, yang bersih, yang jujur, yang amanah, yang bekerja keras, yang beriman dan bertanggungjawab. Bangun Indonesia kita menjadi lebih baik dan sejahtera.

Di berbagai milis dan forum sebelah, saya mendapati contoh pemimpin yang benar-benar menggugah hati saya. Sosok presiden yang miskin harta, namun kaya iman. Ia adalah Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad.

Berikut petikan dialognya ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .

Selanjutnya adalah beberapa gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan, roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yang diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang shalat, anda dapat melihat bahwa ia tidak selalu duduk di baris paling muka.

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

14. Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden

Lihat aja makanannya cuman ada Pisang,Jeruk,Apel

Kembali kita melihat bangsa kita, akankah kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau, mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini. Sederhana, kaya iman.

Sementara bagi kita kawula muda, calon pemimpin masa depan! Mari bergerak, jangan hanya diam. Mari temukan solusi, tidak hanya mengeluh. Mari berbuat, bukan hanya bicara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: