Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Kisah Nenek dan Sang Dewa Kematian

Posted by freddysetiawan on March 25, 2009

Menemui sang kematian adalah sangat mudah, karena kematian pasti akan datang. Dan menghadapi proses kematian juga merupakan hal yang mudah karena semua mahluk pasti akan menjalani dan mengalaminya. Tetapi menerima kelanjutan dari kematian adalah hal yang sangat sulit, apakah kita sudah siap menerima hidup sesudah mati dengan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia ini.

————————————————————

Alkisah seorang nenek tua yang tinggal seorang diri di kaki gunung wilayah Hua Lien. Seluruh keluarga dari nenek ini telah meninggal dunia pada suatu wabah yang menimpa desanya beberapa tahun yang lalu.

Setiap hari nenek ini bekerja mencari kayu bakar untuk dijual dipasar. Sebelum matahari terbit, dia sudah pergi ke atas gunung untuk mengumpulkan kayu bakar. Di pagi hari dia harus sudah tiba di pasar untuk menjual kayunya. Lalu uang hasil penjualan kayunya dibelanjakan untuk kehidupan sehari-harinya. Tubuh nenek ini sudah sangat bongkok sekali, karena harus meminggul kayu bakar yang berat.

Suatu hari si nenek jatuh sakit, tetapi si nenek tetap memaksakan untuk pergi ke gunung mencari kayu bakar. Ketika hendak turun gunung nenek tidak kuat lagi menahan sakitnya dan berkata dalam hati: “Diriku sudah tua dan selalu menderita sakit. Umurku tidak lama lagi. Semoga pada saat kematian nanti, saya tidak merasakan sakit lagi“.

Dewa Kematian rupanya mendengar permohonan nenek ini, Sang Dewa Kematian merasa kasihan akan penderitaan sang nenek karena harus bekerja keras setiap hari tanpa hentinya walaupun telah sakit-sakitan. Ia kemudian memutuskan untuk membantu sang nenek dengan mempercepat ajal sang nenek agar sang nenek dapat terbebaskan dari penderitaannya setiap hari.

Ia lalu menampakkan diri, dan menanyakan nenek itu: “Nenek, saya dapat membantu permohonan nenek.
Nenek sangat terkejut melihat Sang Dewa Kematian dihadapannya, dengan ketakutan berkata, “Saya… tidak ingin mati, saya…. masih mau hidup.

Lalu sang nenek mengangkat kayu bakarnya yang berat, dan berlari cepat meninggalkan Sang Dewa Kematian. Rupanya nenek ini berlari dengan cepatnya tanpa memperdulikan rasa sakitnya lagi karena ketakutannya akan kehadiran sang malaikat pencabut nyawa.

Sang Dewa Kematian merasa sangat heran, bukankah tadi sang nenek memohon agar dapat meninggal tanpa harus merasakan sakit. Setelah permohonannya akan dikabulkan, ternyata sang nenek malah menolaknya dan ingin tetap hidup walaupun mengalami penderitaan dan kesakitan setiap harinya.

Kisah ini mempunyai banyak makna yang tersembunyi, kiranya salah satu maknanya adalah tentang masalah menjelang kematian. Datangnya kematian yang menjemput setiap mahluk, melalui berbagai macam cara dan proses yang beraneka ragam. Ada yang melalui usia tua, sakit, tidak sadar diri, musibah kecelakaan, terbunuh, dsb.

Semua manusia akan meninggal, hanya cara dan prosesnya yang berbeda-beda. Proses kematian tergantung daripada banyak hal, seperti: unsur alam, waktu, keadaan lingkungan, karma atau perbuatan, kondisi tubuh, dsb. Apapun proses yang akan dihadapi saat menjelang kematian bukanlah hal yang harus ditolak atau dipaksakan, karena proses ketidakabadian ini tidak dapat dihindari.

Walaupun telah mengetahui akan kematian yang pasti akan tiba, manusia selalu mengangap bahwa kematian tidak akan datang secepatnya pada dirinya. Bila kita membaca koran, kita dapat melihat setiap hari adanya berita kematian yang datang setiap saat tanpa memperdulikan berapa lama usia manusia.

Banyak manusia dengan sombong berkata bahwa dirinya tidak takut menghadapi kematian. Bila saja mereka dapat melihat apa yang akan terjadi setelah kematiannya, tentu mereka tidak berani dengan sombongnya berkata demikian.

Lihatlah, Sang nenek walaupun sepanjang hidupnya penuh dengan penderitaan yang luar biasa. Nenek ini juga tidak mempunyai anak-anak yang harus di urusnya, dan juga tidak ada harta maupun hutang yang menjadi beban. Boleh dikatakan tidak ada lagi kecemasan dan beban dunia yang memberatkan diri sang nenek ini dalam menghadapi kematian.

Tetapi ketika Dewa Kematian benar-benar hadir menjemputnya, sang nenek menjadi takut dalam menghadapi kematiannya. Walaupun dirinya telah diberitahukan bahwa kematiannya tidak akan sakit sedikitpun, nenek ini tetapi menolak kematiannya. Penderitaan sang nenek tidak dapat mengalahkan ketakutan akan datangnya saat kematian.

Bagaimana kita dapat berkata tidak takut menghadapi kematian, bilamana keterikatan akan duniawi masih melekat. Lagipula proses kematian kita belum di janjikan tanpa rasa sakit oleh Dewa Kematian.

Ketakutan sang nenek akan Kematian tidak lagi bersumber dari unsur luar maupun dari ikatan duniawi lagi. Ketakutan sang nenek disebabkan karena sang nenek ini tidak pernah siap dalam menerima kematiannya. Dirinya masih belum mempunyai kepercayaan dan keyakinan akan apa yang akan terjadi dan bagaimana nanti setelah kematiannya.

Kiranya pesan dalam kisah nenek dan Sang Dewa Kematian ini dapat terungkap. Mari kita sedikit merenung dan mengingat kembali, menemui sang kematian adalah sangat mudah, karena kematian pasti akan datang. Dan menghadapi proses kematian juga merupakan hal yang mudah karena semua mahluk pasti akan menjalani dan mengalaminya. Tetapi menerima kelanjutan dari kematian adalah hal yang sangat sulit, apakah kita sudah siap menerima hidup sesudah mati dengan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia ini.

Sumber: Kumpulan kisah motivasi

One Response to “Kisah Nenek dan Sang Dewa Kematian”

  1. mahardhika said

    bener jg…
    tanpa bekal yg cukup.. sampai kapanpun kita pasti tidak akan pernah berani menghadapi kematian..
    ASTAGFIRULLAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: