Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Pernikahan Menjelang Detik Kematian

Posted by freddysetiawan on May 11, 2009

Kebahagiaan bisa dicapai, tidak perduli bisa bertahan berapa lama. Kita seharusnya tidak membuat hidup kita menjadi rumit. Hidup ini singkat. Maka pergunakanlah setiap momen dengan sebaik-baiknya.

Katie Kirkpatrick, 21 mengidap kanker ketika akan merayakan hari terbaik dalam hidupnya. Katie diserang penyakit kanker, pernapasannya terganggu, bahkan ia harus menggunakan tabung oksigen untuk membantunya bernapas. Sakitnya tidak tertahankan, bahkan morphin pun tidak bisa menahan rasa sakitnya. organ-organ tubuhnya mulai melemah tapi itu tidak menghentikannya untuk menikahi Nick, 23, yang telah ia cintai semenjak kecil.

Katie, 21, memegang obatnya beberapa saat sebelum ia tidur karena pengaruh morphin yang telah ia gunakan. Ia terserang kanker paru-paru.

Sehari sebelum pernikahannya. Katie dalam keadaan yang sangat menyakitkan, ia menggunakan morphin dan obat-obatan untuk membantu menghilangkan sakitnya.

Katie menderita kanker stadium akhir dan menghabiskan beberapa jam setiap harinya untuk terapi. Terlihat Nick sedang menunggu Katie sampai selesai, ini adalah salah satu dari sekian banyak sesi kemoterapi Katie.

Dalam kesulitannya dalam menahan rasa sakit, kegagalan organ, dan morphin, Katie tetap mau melaksanakan acara pernikahannya dan memperhatikan setiap detail. Gaun pengantin perlu diperkecil beberapa kali karena Katie terus menerus kehilangan berat badannya.

Katie, 21, dan Nick, 23, seorang sheriff yang ia kenal sejak kecil, menikah di gereja hazel park, sabtu, 15 Januari 2005.

Pernikahan dengan aksesoris yang tidak biasa dengan selang oksigen, Katie memakainya baik dalam upacara dan resepsi pernikahannya. Pasangan yang lain di gambar atas adalah Orang Tua Nick. Ikut Bersuka Cita melihat anak laki-lakinya menikahi sang pujaan hati, teman SMA-nya.

Katie, di kursi rodanya dengan selang oksigen, mendengarkan sebuah lagu dari suaminya dan teman-temannya.

Dalam resepsi, Katie perlu beberapa kali istirahat. Rasa sakitnya membuat ia tidak bisa berdiri lama-lama.

Katie meninggal 5 hari kemudian setelah pernikahannya. Melihat seorang wanita yang sakit kritis dan lemah melakukan pernikahan dan dengan sebuah senyuman di wajahnya membuat kita berpikir. Kebahagiaan bisa dicapai, tidak perduli bisa bertahan berapa lama. Kita seharusnya tidak membuat hidup kita menjadi rumit. Hidup ini singkat. Maka pergunakanlah setiap momen dengan sebaik-baiknya.

Sumber: Kumpulan kisah cinta tanpa batas

7 Responses to “Pernikahan Menjelang Detik Kematian”

  1. bokybad said

    kasiian gan,, saya gak kuat..😥

  2. nandebiring said

    Kisah Cinta yg mengharukan…

  3. tokiya said

    sedih abis baca cerita ini..

  4. luciferule said

    mengharukan….
    hargailah waktu gan.. kita ga akan tau kapan itu akan berakhir bisa 1 menit lagi atau 10 tahun lagi atau 100 tahun lagi….

  5. tandas said

    ini nih yg namanya cinta….

  6. menyentuh hati

  7. Kismiss said

    terharu bgt,…
    sebitu tingginya nilai pernikahan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: