Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Agar Si Dia Enggan Berpaling

Posted by freddysetiawan on June 1, 2009

Pakar hubungan Caroline Presno, pernah berkata: jika Anda ingin memiliki cinta seseorang, dan membuat dia tak bisa melepaskan pikirannya dari Anda, buatlah ia mau bercerita panjang lebar tentang dirinya kepada Anda. Setelah itu, dijamin dia tidak akan tahan untuk tidak bilang “I love you” pada Anda.

Biarkan dia tahu Anda peduli.
Seorang tidak akan mau membuka diri kecuali dia tahu betul bahwa Anda peduli pada dirinya. Salah satu cara terbaik untuk meyakinkannya adalah melalui bahasa tubuh Anda. Tunjukkan ketertarikan Anda pada topik pembicaraannya dengan cara tidak melipat kedua tangan di depan dada, duduk menjorok ke arahnya, dan melakukan kontak mata.

Sampaikan bahwa Anda mengerti setiap perkataannya dengan cara mengangguk, mengangkat alis, atau melakukan teknik “mirroring”, alias Anda meniru ekspresi wajah dan gerakan kecilnya. Jadi, jika dia tersenyum atau kelihatan sedih, tampakkan hal serupa pada wajah Anda. Tindakan ini sama saja dengan mengatakan bahwa Anda betul-betul bisa mengerti perasaannya.

Pantang mengkritik.
Tidak ada orang yang akan membiarkan Anda leluasa menjelajahi alam pikirannya apabila dia merasa Anda akan membuatnya kecewa, atau mengkritiknya habis-habisan. Jadi, kunci bibir rapat-rapat, meskipun Anda sudah gatal ingin melontarkan komentar seperti “Kok bisa-bisanya kamu melakukan itu?” atau “Kalau aku yang mengerjakannya, pasti hasilnya akan jauh lebih baik.

Berikan dia kebebasan untuk mengekspresikan diri secara terbuka dan jujur tanpa Anda menilai dirinya. Jika ia sudah merasa nyaman dan menganggap Anda adalah seorang pendengar yang baik, boleh jadi Anda akan terkaget-kaget mendengar rahasia mengejutkan yang terlontar dari mulutnya. Tak perlu memaksakan diri dengan berpura-pura setuju pada sikapnya, atau sependapat dengan pemikirannya.

Hapus kata “kenapa”.
Tahukah Anda, salah satu latihan yang dijalani para calon psikiater adalah menghapus kata “kenapa” dari dalam perbendaharaan katanya, ketika mereka sedang menghadapi pasien. Pasalnya, sering kali kata “kenapa” memiliki konotasi negatif di telinga seseorang. Meskipun Anda sekadar bermaksud memperjelas cerita yang sedang didengar, kata “kenapa” bisa disalahartikan seolah Anda sedang mengkritik tindakannya.

Jadi, ketika Anda bertanya, “Kenapa kamu melakukan itu?“, boleh jadi yang terlintas dalam kepalanya adalah, “Kamu kok bodoh sekali sampai tidak memikirkan?” Makanya, ketimbang dia berhenti bercerita dan mulai memasang sikap defensif, lebih baik ganti kata “kenapa” dengan kalimat seperti, “Terus, gimana selanjutnya?

Jangan pernah bilang “kita perlu bicara”.
Tak ada kalimat yang paling ampuh membuatnya lari tunggang-langgang kecuali kalimat “Kita perlu bicara“. Seseorang tidak suka diberi ultimatum, terutama oleh seseorang yang tidak punya wewenang atas dirinya. Kalimat tersebut mengandung pesan tersirat bahwa dia telah melakukan tindakan yang salah, dan Anda akan memberinya teguran.

Cara terbaik untuk mengangkat topik penting dalam pembicaraan adalah justru dengan bersikap santai. Pilih saat ketika Anda dan dia sedang melakukan kegiatan kecil bersama, seperti waktu membeli CD, atau makan malam bareng. Ia akan merasa lebih nyaman menanggapi ajakan Anda untuk berbicara. Ingat, jangan melakukan pendekatan ketika ia sedang melakukan hal “penting”.

Pelajari seni mendengarkan.
Seringkali Anda mendengarkan seseorang bercerita, tetapi tidak benar-benar menyimak apa saja perkataannya. Mungkin, Anda sibuk memikirkan komentar apa yang akan diucapkan nanti, dan bukannya memberikan perhatian penuh pada setiap ucapannya?

Ketika sedang berada di tengah percakapan, jaga perhatian Anda agar fokus pada lawan bicara. Jangan biarkan pikiran Anda mengelana sendiri, atau perhatian Anda buyar meski idola melintas di depan mata. Seseorang bisa merasakan apakah saat itu Anda betul-betul sedang mendengarkan perkataannya atau tidak. Menjadi seorang pendengar yang baik adalah cara paling ampuh untuk membuatnya berbicara secara terbuka kepada Anda.

Kompas dengan editan secukupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: