Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Dengarkan Curhatku

Posted by freddysetiawan on June 6, 2009

Beberapa hari terakhir, aku sangat sering mendengarkan curhat dari orang-orang, baik yang sudah aku kenal dengan baik seperti para sahabat maupun orang-orang yang hanya sekedar duduk sebentar walau hanya sesaat, sebut saja pedagang, supir angkutan umum, petugas spbu, satpam dan lain-lain yang tidak mungkin aku sebutkan semuanya.

Semua bercerita tentang keluh kesah kehidupan, mulai dari masalah percintaan, kehidupan yang kian sulit dan keras,  untung rugi perjalanan bisnis, keamanan buruk yang tidak membuat merasa aman, kejahatan dimana-mana dan bahkan sampai menuju ke pembicaraan politik. Meskipun pembahasan dan lingkup pembicaraan berbeda-beda, namun semuanya sama-sama berkata “Dengarkan Curhatku“.

Kebanyakan dan sering kali kita mendengar keluhan, curhat adalah sebuah perasaan yang merasa tidak seberhasil atau seberuntung orang-orang yang lain. Mengapa orang lain berhasil sedangkan dirinya jauh sekali dibandingkan dengan orang tersebut. Sebut saja perasaan selalu kandas dalam percintaan, kehidupan yang semakin mahal, naiknya harga-harga, untung rugi berdagang dan sebagainya.

Tidak salah jika kita berbagi curahan hati dan perasaan kita, memberikan kita sebuah kelegaan dengan membagi perasaan sulit kita. Disisi lain, sangat baik bila kita mendengarkan curahan hati orang lain, kita dapat membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.

Namun tidak untuk orang yang terus mengeluh, perbedaannya mungkin hanya kecil dari orang-orang tersebut, bisa dilihat bahwa orang yang suka mengeluh tersebut, setiap diberikan tugas oleh atasannya selalu mengeluh atau sering banyak alasan, yang sedang sibuk atau alasan yang lainnya. Dia tidak pernah melihat kalau orang yang lebih berhasil ternyata adalah seorang pekerja keras dan mau mencoba sesuatu yang baru.

Orang yang sukses melihat pekerjaan sebagai beban yang menghalangi penikmatan dari kesenangan-kesenangan mereka. Mereka santai, mereka lambat, mereka tidak perduli, dan mereka menuai menjadi pribadi-pribadi yang akan membutuhkan keterampilan meminta-minta di masa tua mereka.

Hidup ini bersikap ramah kepada kita yang bersungguh-sungguh untuk mencapai kemenangan, dan bersikap keras kepada mereka yang tidak terlibat secara sadar dalam prosesi kehidupan.

Janganlah kita menjadikan pekerjaan kita sebagai beban. Terimalah apa yang diberikan sebagai nikmat dengan selalu bersyukur dan memacu diri untuk lebih baik. Tidak perlu kita mengeluhkan kehidupan agar bisa mendapatkan, mengalami dan memenangkan kehidupan yang penuh kegembiraan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: