Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Bukan Hidup dan Mati

Posted by freddysetiawan on June 29, 2009

Beberapa waktu yang lalu, kebingungan mulai melanda diriku, kebingungan seorang manusia yang tidak pernah merasa puas, sebuah perasaan ingin memiliki lebih ketika kita telah diberikan apa yang kita inginkan. Namun jika dilirik lebih dalam dengan seksama dan teliti, sebenarnya bukan aku yang tidak merasa puas dan bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan, hanya saja keadaan yang mulai jenuh, mengalir datar tanpa ada lagi riak-riak ombak, membuat perang dan tantangan menjadi tidak ada lagi, yang ada hanyalah kehampaan. Aku masih mencoba bersabar, selalu mengalirkan gelombang-gelombang kecil agar kehidupan bisa kembali bermakna dan menarik, tapi tampaknya nihil, tak ada pengaruh, yang datang hanyalah kegelapan.

Dan disaat itulah, ketika rasa bingung itu datang, keragu-raguanku antara aku tidak yakin dengan keadaan dan pilihan, tapi dilain sisi justru aku tidak ingin melepasnya, ego seorang manusia yang tidak pernah puas. Aku mencoba memainkan sebuah permainan dengan sahabat-sahabatku, sebuah pilihan antara 2 sudut, dengan perbandingan nilai antara persamaan dan perbedaan keduanya. Dan semuanya memilih, lepaskan kegelapan dan pilihlah sebuah peperangan. Buat apa baju tempur berlapis emas jika ia hanya merupakan sebuah pajangan dinding rumah, bukankah lebih baik baju tempur perak tapi merupakan sesuatu yang bisa digunakan, dimanfaatkan di medan perang. Dan semua sahabat mendukung pilihan kedua dari dua pilihan yang ada.

Setelah berkali-kali memikir, merenung, menimbang dan membandingkan antara kedua pilihan, aku tak mampu memenuhi harapan dan saran para sahabat, mungkin aku terlalu setia pada pengorbanan yang aku lakukan. Baju tempur berlapis emas ini penuh kenangan, aku pun memilih dengan berani untuk mempertahankan harta paling berharga ini sampai kapanpun.

Namun Tuhan memang paling mengerti perasaan dan kegalauan hatiku, Tuhan memang selalu memberikan sesuatu yang terbaik, aku selalu percaya apa yang diberikan oleh Tuhan adalah yang terbaik bagi hamba-hambaNya, seperti janji dan tekadku, aku tidak akan melepas apa yang telah aku genggam dan akan aku jaga sekuat tenagaku, namun kenyataan dan takdir berkata lain, hiasan berharga itu raib di suatu malam yang gelap gulita, dicuri oleh perampok ulung, pertempuran antara aku dan dia terjadi begitu sengit, aku mencoba mempertahankan mati-matian, sayang aku kalah, dan pusaka itu pun hilang tanpa tahu kemana, dicuri bukan aku lepaskan.

Dan kejadian ini menandakan, perang baru akan dimulai, sebuah perang yang telah lama hilang karena istirahat panjang sang pejuang. Peperangan sejati seorang laki-laki, namun ketahuilah, ini bukan hanya tentang pertualangan, bukan hanya tentang kesenangan, bukan hanya tentang kenikmatan, bukan hanya tentang tantangan, bukan hanya tentang kekuatan, bukan hanya tentang pujian, bukan hanya tentang kemenangan. Ini adalah tentang hidup seorang laki-laki sebelum kematian menjemput.

One Response to “Bukan Hidup dan Mati”

  1. hmm said

    human is leaving in war.
    but boys have their ego to fight for girls.
    they make war around themselves.
    it’s normal if sometimes you robbed.
    so, just take care yours.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: