Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Contoh Pejabat Anti Korupsi

Posted by freddysetiawan on July 11, 2009

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) menurut Transparency International adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut:

* perbuatan melawan hukum;
* penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;
* memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;
* merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;

Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya:

* memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);
* penggelapan dalam jabatan;
* pemerasan dalam jabatan;
* ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);
* menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).

Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.

Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.

Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.

Sumber:
Wikipedia

Ironisnya, korupsi ini seolah telah mendarah daging dalam negara kita, mulai dari pejabat, anggota dewan bahkan sampai kepada pegawai negeri biasa. Dan yang lebih menyedihkan ialah ketika PERC pernah menyatakan hasil survey-nya bahwa Indonesia adalah negara terkorup di Asia .

Namun, berikut ini ada kisah contoh pejabat Anti Korupsi, contoh yang patut untuk ditiru.

Setelah proyek milyaran rupiah selesai, seorang direktur departemen kedatangan tamu konsultan merangkap kontraktor.

Konsultan: “Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah Toyota Innova.

Direktur : “Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender udah kelar kok. jangan
gitu ya, bahaya tau hari gini ngasih-ngasih hadiah.

Konsultan: “Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi
oleh komisaris.

Direktur: “Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!

Konsultan (mikir ): “Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya… Jadi bapak tidak dianggap menerima suap

Direktur: “Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!

Konsultan menelpon komisaris..

Konsultan: “Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dengan harga rp.10.000,- saja.

Direktur: “Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya..

Konsultan: “Tentu, Pak..

Konsultan menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. Direktur membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.

Konsultan (sambil membuka dompet ): “Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp.40.000,-.

Direktur: “Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi kerumah saya ya…

Konsultan : @#$%^&**

Mengharukan… andaikata semua pejabat seperti itu, citra Indonesia sebagai negara terkorup di Asia bisa kembali bersih

just for fun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: