Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Ketika Hati Membeku

Posted by freddysetiawan on August 25, 2009

Angin tak pernah bertiup seperti ini. Dingin hingga menusuk tulang. Beku. Angin yang mengembuskan nuansa kepedihan. Seperti sayatan yang mengiris hatiku. Kecewa, pilu, sedih, semuanya bercampur menjadi satu.

Aku merapatkan kancing jaket. Menaikkan kerahnya ke atas untuk menutupi leher. Dan saling mendekapkan kedua lenganku. Tapi ternyata tetap tak mampu mengusir dingin yang menusuk sum-sum.

Bukan. Bukan angin yang membuatku menggigil. Tapi luka di hatiku. Luka karena dikhianati kekasihku. Gadis yang telah melambungkanku ke angkasa cinta tak bertepi. Sekaligus menenggelamkanku ke samudra kesedihan yang tak terbatas.

Aku memang lemah. Tak berdaya menghadapi kenyataaan. Aku masih saja meratapi keadaan yang sudah terjadi dan tak dapat aku kembalikan. Tapi semua itu karena karena gadis itu adalah gadis yang paling aku cintai, gadis yang telah aku pilih di antara gadis-gadis cantik yang telah datang dan mengetuk pintu hatiku. I had chosen my life with her.

Entah sudah berapa jam aku duduk tepekur di taman ini. Sunyi. Seorang diri. Duduk di salah satu bangku kayu di Taman Ganesha, di jantung kota Bandung. Meski orang lalu lalang melintasi taman ini, bahkan banyak bangku yang lain pun terisi, aku seperti terkucil dalam kesenyapan. Begitu sendirian. Kesepian.

Aku menengadah menatap langit tembaga. Senja kemilau. Matahari bersembunyi di balik awan. Hanya pendar cahayanya yang mewarnai gugusan awan jingga keemasan.

Indah sekali. Maha Kuasa Allah. CiptaanNya sungguh memukau. Tapi itu semua seolah terasa hampa, bagi orang yang sedang patah hati seperti aku. Masa kali ini adalah yang paling muram dalam hidupku.

Daun-daun berguguran satu-satu. Jatuh berhamburan dari pohon-pohon yang mengering. Seperti harapanku yang luruh tak bersisa. Angin bukan hanya merontokkan kelopak layu. Tapi juga membawa pergi seluruh cintaku.

***

Bersambung… Masih dalam proses penulisan

Hei…Hei… Ini bukan kisah nyata, ini hanya sebuah ungkapan perasaan yang coba disampaikan dalam bentuk kisah fiksi dalam cerpen terbaru aku

One Response to “Ketika Hati Membeku”

  1. poLtergeissttt !! said

    lanjuTin bg !!!

    dtunggu , yG lbiih mNyediihkan . .

    hehee ;))

    “I had chosen my life with her”
    how if she is nOt Ur soULmate ????
    qta gag bSa nggantungin cinta yG gag kesampean itu tRos ..

    w.a.k.e.m.e.u.p!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: