Freddy Setiawan’s Journey

Hanya Sebuah Goresan

Archive for the ‘Smiley’ Category

Onion Smiley

Posted by freddysetiawan on October 18, 2008

Onion Ada Ide

Onion Babak Belur

Onion Belajar Keras

Onion Berapi-api

Onion Berjalan Santai

Onion Berjuang

Onion Berpikir Serius

Onion Berrendam Air Panas

Onion Berselimut

Onion Bersiul Senang
null

Onion Bertapa
null

Onion Bingung

Onion Cewek kagum

Onion Cheerleader

Onion Demam

Onion Depresi

Onion Depresi Berat

Onion Entahlah
null

Onion Falling In Love

Onion Gak Jelas

Onion Goyang-goyang

Onion Goyang-goyang Malu

Onion Hang

Onion Happy Birthday

Onion Hore

Onion Ingin Membunuh
null

Onion Jatuh Cinta

Onion Kaget

Onion Kagum

Onion Kartu Kuning

Onion Kartu Merah

Onion Kebasahan

Onion Kecewa

Onion Kedinginan

Onion Keeper

Onion Kekenyangan

Onion Kelelahan

Onion Kepanasan

Onion Kepedean

Onion Kerasukan

Onion Keringatan

Onion Kesal
null

Onion Kesal Banget

Onion Kesedot

Onion Ketakutan

Onion Lebay

Onion Lulus

Onion Mafia

Onion Malaikat

Onion Malaikat Lagi

Onion Malu-malu
null

Onion Mandi

Onion Marah-marah

Onion Mata Berkaca-kaca

Onion Membanting Peralatan (Kesal)

Onion Membeku

Onion Menangis

Onion Menanti

Onion Mencium

Onion Mencuri

Onion Menendang Bola

Onion Menggerutu
null

Onion Menggiring Bola

Onion Menghela Nafas (Pasrah)

Onion Menghipnotis

Onion Menguap

Onion Mengulurkan Tangan

Onion Menunggu

Onion Menunjuk

Onion Menutup Telinga

Onion Menyapa

Onion Menyapa Lagi

Onion Merokok (Bergaya)

Onion Merokok (Berpikir)

Onion Mimisan

Onion Minta Ampun

Onion Minum Teh

Onion Muncrat

Onion Muntah

Onion Muntah Darah Hitam

Onion Muntah Darah Merah

Onion Muntah Lagi

Onion Murka

Onion Naik Sepeda

Onion Nangis-nangis

Onion Ngambek

Onion Ngupil

Onion Oke

Onion Pengemis

Onion Pucat

Onion Pucat Pasi

Onion Putus Asa

Onion Putus Asa Lagi

Onion Samurai

Onion Sekarat

Onion Selamat Jalan

Onion Shock

Onion Shock Berat

Onion Stress

Onion Stress Berat

Onion Takjub

Onion Teler

Onion Teriak-teriak

Onion Terkejut

Onion Terkekeh-Kekeh

Onion Terlempar Ke Udara

Onion Tersenyum Senang

Onion Tertawa

Onion Tertawa Mengejek

Onion Tertawa Sombong

Onion Tertidur

Onion Tertidur Lagi

Onion Tidur Nyenyak

Advertisements

Posted in Smiley | Tagged: , | 3 Comments »

Bersikap Menghadapi Kehilangan

Posted by freddysetiawan on May 7, 2008

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.

Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. “Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples.

Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.

Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu.

Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru.

Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi“. Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan.

Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah Titipan Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.

Sumber: Kumpulan kisah motivasi

Posted in Motivasi dan Inspirasi, Smiley | Tagged: | 3 Comments »

Ketika Hidup Semakin Sulit

Posted by freddysetiawan on April 27, 2008

Kehidupan semakin keras dan sulit. Berbagai cobaan, rintangan dan halangan datang silih berganti, seolah tidak lelah menguji ketangguhan iman kita. Berbagai permasalahan menghampiri, mulai dari isu pemanasan global, pelanggaran HAM, konflik berkepanjangan, tingginya tingkat pengangguran, kriminalitas, naiknya harga barang-barang pokok dan berbagai permasalahan yang seolah sudah menjadi kabar sehari-hari .

Ada apa dengan dunia? Apakah ini tanda-tanda kehancuran yang sudah semakin dekat di depan mata. Ataukah akan ada sebuah cahaya terang benderang usai masa-masa sulit nan gelap ini. Tapi kapankah ia akan datang menghampiri?

Menanggapi tentang tulisan-tulisanku, seorang sahabat pernah menyuruhku untuk mengirimkan tulisanku ke sebuah opini di surat kabar, aku sempat berpikir untuk melakukannya, siapa tahu tulisanku lumayan menarik dan dapat dipublikasikan, namun akhirnya aku urungkan niatku ini, aku merasa belum siap untuk melakukan hal itu, akan ada waktu nantinya, begitu alasanku .

Sebenarnya begitu banyak hal yang ingin aku utarakan, begitu banyak kegundahan-kegundahan yang ingin aku sampaikan, bahkan terlalu banyak, begitu banyak perihal yang ingin aku tuliskan, namun hasrat yang tinggi ini tidak seimbang dengan waktu yang aku miliki, atau mungkin memang aku tidak mampu membagi waktu. Aku rasa itu jawabannya. Itulah alasan kenapa ide cerita pendek yang ingin aku tuliskan tidak pernah mampu selesai .

Dalam sebuah kesempatan, aku membaca sebuah statement yang cukup membuat aku terkejut. “WHO memperkirakan cakupan obat palsu yang beredar mencapai 10% dari total obat yang dipasarkan di Tanah Air“. Hal ini menjadi salah satu kegundahanku kali ini. Bayangkan… Tingginya harga barang-barang pokok, kebutuhan sehari-hari dan tingginya tingkat kreatifitas manusia memang membuat orang-orang ini menghalalkan segala cara, dengan membuat obat palsu. Dan tentunya kita sebagai konsumen yang tidak tahu apa-apa yang akan menjadi korbannya . Mahal-mahal membeli obat, dengan harapan dapat sembuh, ternyata malahan palsu dan berdampak negatif pada tubuh kita.

Terlalu banyak problem yang kita hadapi, baik permasalahan global yang harus kita pikirkan dan kita tanggulangi bersama maupun permasalahan pribadi yang tidak kalah penting. Hidup memang sebuah perjalanan yang panjang tiada henti, ibarat sebuah kapal yang hendak melewati samudera luas, ombak besar dan badai akan selalu datang menghadang, apakah kita sebagai nahkoda mampu membawa sampai ke tujuan ataukah kita tenggelam di tengah lautan.

Ketika terdengar, orang tua tega membunuh bahkan menjual anak sendiri karena tidak mampu memberi makan, aku benar-benar semakin bingung dan heran , sungguh teganya… atas dasar apa ia tega melakukan hal itu? cinta? itu tetap saja sebuah kejahatan, tampaknya dunia memang sudah semakin kacau dan diambang kehancuran. Aku sempat berpikir kalau-kalau aku berada dikondisi demikian. Apakah aku akan melakukan hal yang sama? Aku harap tidak. Aku berharap dan berdoa agar selalu diberikan kekuatan iman .

Inilah kondisi ketika hidup semakin sulit, bagaimana mungkin negara kita yang kaya raya penuh dengan berbagai hasil alam, tapi kondisi rakyatnya hancur-hancuran. Mustahil. Ini tak lain dan tak bukan karena sistem di negara kita berantakan, korupsi merajalela, peraturan dan hukum dilanggar, iman diabaikan .

Terlalu banyak hal dan kegundahan hati yang ingin aku utarakan, opini sederhana yang tak bermakna ini mungkin tidak akan pernah usai jika terus aku tuliskan, namun aku lelah, aku ingin istirahat sejenak, mungkin sampai tertidur, dan aku berharap bermimpi berada di negara dan dunia yang damai, tentaram dan sejahtera. Cukup bagiku, walau hanya dalam mimpi.

Tangisan lewat embun-embun malam (By: Praktisi Waluya Reiki)

Tetesan embun yang membasahi daun-daun
Menimang sukma kita yang melepas lelah
Lewat tidur-tidur tak bersuara dengan panjang
Melepaskan kepenatan jiwa dengan erangan nafas
Timbul tenggelam dalam hangat selimut yang memanjakan

Aku masih saja terus dan terus bertanya
Pada diriku yang semakin jauh dengan Dia
Ya Rabbana…………
Jika takdir kehidupan itu sudah tertulis
Dan terlukis sejak jaman Azali
Lalu kenapa Kau menyuruh untuk merubah nasib
Jika semua sudah Kau tulis dalam genggaman Mu

Subhanallah……………
Maha suci Engkau Wahai Dzat yang tidak pernah tidur
Sesungguhnya apa yang menyebabkan aku bingung?
Harga sembako yang mahal?
Masa depan yang remang?
Rasa dosa dimasa silam?
Atau sebuah idealisme yang masih nisbi?

Hanya kata “yakin” dan “Iman” yang terpegang
Ketika semua orang linglung dalam tahap pencarian
Aku bukan makhluk suci yang bisa memberikan khotbah
Dan bukan sepenuhnya setan yang pantas dineraka
aku hanyalah tanda kebesaran Mu yang tercipta
lewat setetes air hina

lalu kenapa sekarang aku sombong?
Angkuh dan acuh tak acuh
Tak peduli dengan tangisnya bocah-bocah yang lapar
Buta kepada sesama manusia yang sedang kesulitan
Padahal aku tahu Ya Rabbana……….
Engkau tidak menyuruhku untuk seserakah itu…….
Ya Rabbana……….
Ampuni dosaku

Posted in Hanya Sebatas Coretan, Sebuah Perjalanan, Sekilas Tentang Dunia, Smiley | Tagged: , | Leave a Comment »